Veda Ega Start Posisi 13, Brian Uriarte Pole Moto3 Jerman

Kejuaraan Dunia Moto3 2026 kembali menyuguhkan drama kualifikasi yang menegangkan di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Sabtu (19/7). Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas mengawali balapan dari ...

Jul 12, 2026 - 05:51
0 0

Kejuaraan Dunia Moto3 2026 kembali menyuguhkan drama kualifikasi yang menegangkan di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Sabtu (19/7). Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas mengawali balapan dari posisi ke-13 setelah melalui sesi yang ketat. Sementara itu, pembalap muda asal Spanyol, Brian Uriarte, berhasil merebut pole position dengan catatan waktu yang mengesankan.

Persaingan Sengit di Sachsenring

Sesi kualifikasi berlangsung di bawah langit cerah dengan suhu lintasan mencapai 42 derajat Celsius. Kondisi ini memungkinkan seluruh pembalap memacu motor secara maksimal sejak Q1. Veda Ega yang memperkuat tim Honda Team Asia harus berjuang keras melewati fase pertama setelah sebelumnya hanya menduduki posisi ke-18 dalam gabungan sesi latihan bebas. Di Q1, ia mencatatkan waktu 1 menit 27,334 detik—cukup untuk mengamankan tiket ke Q2 bersama tiga pembalap lainnya.

Namun, di Q2 persaingan berubah drastis. Sejumlah nama besar Moto3 langsung tancap gas dan menciptakan jarak waktu yang tipis. Brian Uriarte dari tim CFMoto Aspar tampil tak terbendung dengan membukukan 1 menit 26,089 detik di menit-menit akhir, menggeser sementara waktu milik pembalap KTM, Luca Lunetta. Uriarte nyaris saja kehilangan pole setelah sempat melebar di tikungan 11, tetapi berhasil memperbaiki catatan di flying lap terakhirnya.

Analisis Posisi Veda Ega Pratama

Start dari posisi ke-13 bukanlah hasil ideal bagi Veda Ega, namun ia menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan sesi latihan bebas sebelumnya yang tercecer di luar 15 besar. Pembalap asal Gunungkidul itu mengaku masih kesulitan mencari grip optimal di sektor 3 yang banyak tikungan menikung ke kiri. Sektor tersebut menjadi titik lemah utama yang menggerus peluangnya untuk menembus sepuluh besar hasil kualifikasi.

Data telemetri tim menunjukkan motor Honda NSR-nya sempat mengalami understeer di beberapa tikungan lambat, yang memaksa teknisi melakukan penyesuaian set-up dadakan antara Q1 dan Q2. Meski demikian, ritme balap (race pace) Veda dalam simulasi jarak jauh di FP4 terbilang solid, berkisar di 1 menit 27,6 detik per lap—hanya selisih tiga persepuluh detik dari para pembalap di posisi lima besar. Ini menjadi modal positif jelang balapan sesungguhnya.

Dominasi Brian Uriarte

Brian Uriarte kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat juara dunia tahun ini dengan pole position ketiganya musim ini. Pembalap 20 tahun itu sukses memanfaatkan karakteristik motor Ostpilen yang ringan dan lincah di tikungan-tikungan eksplosif Sachsenring. Ia mampu menjaga momentum dengan sempurna melalui “Waterfall”—tikungan ikonik dengan kemiringan drastis yang kerap menjadi penentu waktu.

Menariknya, Uriarte tidak sendirian. Rekan setimnya, Jose Antonio Rueda, akan start dari posisi ketiga, menciptakan benteng solid bagi tim Aspar di baris terdepan. Persaingan di baris pertama dilengkapi oleh David Alonso (start kedua) yang turun bersama tim Gresini. Alonso sebetulnya sempat mengancam pole sebelum sesi berakhir, tetapi selisih 0,082 detik membuatnya harus puas di posisi kedua. “Saya beruntung bisa mempertahankan waktu,” komentar Uriarte konferensi pers usai kualifikasi.

Prospek Balapan Utama

Balapan hari Minggu diprediksi akan berlangsung dinamis. Start dari posisi 13 menempatkan Veda Ega di tengah rombongan yang rawan insiden di lap pertama. Namun, pengalamannya di Sachsenring edisi tahun lalu—saat ia finis kedelapan—bisa menjadi bekal untuk menembus grup depan. Taktik manajemen ban akan krusial karena aspal Sachsenring yang abrasif kerap membuat ban kanan aus lebih cepat.

Di sisi lain, Brian Uriarte di pole bukan jaminan kemenangan. Trek sepanjang 3,7 kilometer ini terkenal dengan peluang slipstream di sektor lurus yang bisa dimanfaatkan lawan. Tim Uriarte diperkirakan akan menginstruksikan pembalapnya untuk segera membuka gap sejak awal, mengingat tahun lalu pole sitter justru kehilangan posisi di tikungan pertama akibat pertarungan massal.

Bagi Veda Ega, target realistis adalah finis di posisi 7–10 besar untuk menambah poin dan menjaga momentum di klasemen. “Saya akan berjuang keras. Trek ini tricky, tapi kami punya data lebih baik dari kemarin,” ujar Veda kepada media usai kualifikasi. Dukungan penggemar Indonesia yang selalu hadir di tribun utama Sachsenring menjadi penyemangat tambahan baginya menghadapi balapan yang diprediksi berlangsung ketat dengan selisih waktu antar-pembalap yang hanya sepersekian detik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User