UTBK 2020 Digelar di Depok, Peserta Wajib Patuhi Protokol COVID-19
Minggu, 5 Juli 2020, menjadi hari bersejarah bagi ribuan calon mahasiswa saat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang pertama akhirnya digelar. Di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda, K...
Minggu, 5 Juli 2020, menjadi hari bersejarah bagi ribuan calon mahasiswa saat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang pertama akhirnya digelar. Di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda, Kampus Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta di Cinere, Depok, menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan yang menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Ratusan peserta yang datang sejak pukul 06.00 WIB langsung diarahkan untuk mencuci tangan, menjalani pengecekan suhu tubuh, dan memastikan setiap orang mengenakan masker sebelum memasuki gedung ujian. Suasana pagi itu tak seperti ujian pada umumnya; tak ada kerumunan, tak ada obrolan santai antarpeserta, yang ada hanyalah barisan panjang dengan jarak satu setengah meter yang dijaga oleh petugas keamanan.
Protokol Kesehatan Tanpa Kompromi
Pelaksanaan UTBK tahun ini berada di bawah bayang-bayang penyebaran virus SARS-CoV-2. Oleh karena itu, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) selaku penyelenggara telah menyiapkan panduan khusus yang mengadopsi rekomendasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Setiap peserta diwajibkan memakai masker yang menutupi hidung dan mulut sepanjang ujian berlangsung. Masker akan diperiksa oleh pengawas saat registrasi. Bagi peserta yang tidak membawa masker, panitia menyediakan masker cadangan di pos kesehatan. Selain masker, setiap ruangan telah disterilkan menggunakan disinfektan sehari sebelumnya, dan pembersihan ulang dilakukan pada jeda antarsesi. Di dalam ruangan, meja dan kursi diatur berjarak minimal 1,5 meter, sehingga daya tampung ruangan berkurang dari 50 unit komputer menjadi hanya 25 unit. Sirkulasi udara juga diperhatikan, dengan membuka jendela dan pintu selebar-lebarnya, serta menggunakan kipas angin untuk memastikan aliran udara segar.
Pemeriksaan suhu tubuh menjadi ritual wajib sebelum memasuki area kampus. Dengan menggunakan termometer tembak, petugas kesehatan menyisir setiap peserta. Mereka yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat Celsius diminta menjalani pemeriksaan ulang; jika tetap tinggi, peserta tersebut akan dipindahkan ke ruang isolasi sementara yang telah disediakan dan diizinkan mengikuti ujian di ruang terpisah dengan pengawasan ketat. Panitia juga menyediakan pos kesehatan lengkap dengan tenaga medis dan ambulans yang siaga di luar gedung. Tidak hanya itu, hand sanitizer disediakan di setiap sudut, dan peserta diwajibkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum masuk ke ruang ujian. SOP ini diterapkan secara konsisten di semua lokasi UTBK nasional.
UTBK sebagai Penentu Masa Depan di Tengah Krisis
UTBK merupakan komponen penting dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Nilai yang diperoleh dalam tes ini menjadi acuan utama bagi panitia SBMPTN untuk menyeleksi calon mahasiswa ke program studi di 85 PTN di seluruh Indonesia. Tahun ini, akibat pandemi, jadwal SBMPTN mengalami penyesuaian signifikan. UTBK yang semula direncanakan April dan Mei 2020 diundur ke bulan Juli, dengan pembagian dua gelombang guna mengurangi kepadatan peserta. Gelombang pertama berlangsung pada 5–14 Juli 2020, dan gelombang kedua pada 20–29 Juli 2020. Dengan protokol ketat, LTMPT memastikan bahwa proses seleksi tetap berjalan adil dan aman meskipun di tengah wabah.
Panitia pelaksana di UPN Veteran Jakarta mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Kami melakukan simulasi protokol kesehatan bersama tim medis dan keamanan. Semua skenario telah kami antisipasi, mulai dari penumpukan peserta di pintu masuk hingga potensi kejadian darurat medis. Alhamdulillah, hari pertama berjalan lancar,” ujar koordinator pelaksana setempat. Komputer yang digunakan untuk ujian juga telah melalui proses sterilisasi, termasuk keyboard dan mouse, dengan cairan pembersih khusus yang aman untuk perangkat elektronik. Ini dilakukan untuk memberi rasa aman kepada setiap peserta.
Kesiapan Mental Peserta dan Dukungan Keluarga
Mengikuti ujian di tengah pandemi bukanlah perkara mudah. Banyak peserta mengaku khawatir akan risiko kesehatan, namun tekad untuk meraih pendidikan tinggi mengalahkan segalanya. Salah satu peserta asal Jakarta Selatan mengaku sempat ragu, namun protokol kesehatan yang terlihat di lokasi membuatnya tenang. “Saya sudah belajar daring selama tiga bulan, tapi ini ujian yang menentukan masa depan. Saya percayakan kesehatan saya kepada panitia, dan ternyata semuanya sangat profesional,” katanya sambil menyesuaikan maskernya. Di sisi lain, orang tua peserta yang mengantar hanya diperbolehkan menunggu di luar area kampus. Mereka harus menunggu di kendaraan masing-masing atau di tenda penjemputan yang jaraknya berpuluh meter dari gedung. Pemisahan ini bertujuan mencegah kerumunan yang dapat mempercepat penularan virus.
Antisipasi Kendala Teknis di Era Normal Baru
UTBK tidak hanya bergantung pada protokol kesehatan, tetapi juga keandalan infrastruktur. Panitia setempat menyiagakan teknisi komputer dan jaringan di setiap lantai. Mengingat ujian dilakukan secara serentak secara nasional menggunakan server pusat, kestabilan koneksi internet menjadi krusial. Di UPN Veteran Jakarta, disediakan jalur internet cadangan dari dua penyedia berbeda untuk mengantisipasi gangguan. Genset besar juga disiagakan untuk mengantisipasi pemadaman listrik yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Pengawas ruangan yang biasanya hanya mengawasi integritas ujian, kali ini juga bertugas mengingatkan peserta agar tidak menyentuh wajah dan tetap menjaga jarak saat keluar ruangan. Semua elemen bekerja sama untuk menciptakan lingkungan ujian yang aman, nyaman, dan bebas dari kecurangan maupun penularan virus.
Pelaksanaan UTBK di tengah pandemi ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan tinggi nasional tidak boleh berhenti. Dengan adaptasi protokol kesehatan yang ketat, calon mahasiswa tetap dapat memperjuangkan cita-citanya tanpa harus mengorbankan keselamatan diri dan orang lain. Semangat para peserta yang tetap datang dengan persiapan matang memberi harapan bahwa generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan era normal baru.
Comments (0)