Total 4.304 Orang di Lebanon Tewas Imbas Serangan Israel Sejak Maret 2026
Beirut, Lurusin.com - Korban tewas akibat serangan militer Israel di Lebanon terus mengalami peningkatan signifikan sejak operasi besar-besaran dilancarkan pada 2 Maret 2026. Hingga Senin (6/7/2026),
Beirut, Lurusin.com - Korban tewas akibat serangan militer Israel di Lebanon terus mengalami peningkatan signifikan sejak operasi besar-besaran dilancarkan pada 2 Maret 2026. Hingga Senin (6/7/2026), Kementerian Kesehatan Lebanon merilis data terbaru yang menyebutkan total korban meninggal dunia mencapai 4.304 orang. Jumlah tersebut belum termasuk korban luka-luka yang dilaporkan mencapai 12.203 orang.
Operasi militer Israel yang digelar di berbagai wilayah Lebanon, termasuk Beirut, Tyre, dan kawasan selatan, telah menimbulkan kerusakan infrastruktur yang masif. Serangan udara dan artileri dilaporkan menghantam permukiman warga, fasilitas kesehatan, serta jaringan listrik dan air bersih, memperparah kondisi kemanusiaan di negara yang tengah dilanda krisis tersebut.
"Serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 4.304 orang dan melukai 12.203 orang," kata Kementerian Kesehatan Lebanon dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Lurusin.com.
Ribuan Korban, Krisis Kemanusiaan Mendalam
Dari total korban luka, sebagian besar dilaporkan mengalami luka serius akibat ledakan dan runtuhan bangunan, sehingga membutuhkan perawatan intensif. Rumah sakit di Lebanon saat ini kewalahan menampung pasien, sementara pasokan obat-obatan dan alat medis semakin menipis. Organisasi kemanusiaan internasional mendesak akses segera untuk menyalurkan bantuan.
Konflik ini juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Ribuan warga Lebanon meninggalkan rumah mereka menuju wilayah yang lebih aman atau bahkan menyeberang ke negara tetangga. Kondisi kamp pengungsian darurat sangat memprihatinkan, minim air bersih, makanan, dan sanitasi layak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda de-eskalasi dari kedua belah pihak. Israel menyatakan operasi tersebut menargetkan infrastruktur militer, namun data dari lapangan menunjukkan mayoritas korban adalah warga sipil. Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah berulang kali menyerukan gencatan senjata, tetapi serangan masih terus berlangsung.
Lurusin.com akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca.
Comments (0)