Tadjuddin Noer Said: Direktur Jenderal Bea dan Cukai (1981–1986) dan Modernisasi Kepabeanan Nasional

Tadjuddin Noer Said adalah figur kunci dalam sejarah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Indonesia. Menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai (1981–1986), ia memimpin salah satu institusi

Jul 16, 2026 - 06:57
0 0
Tadjuddin Noer Said: Direktur Jenderal Bea dan Cukai (1981–1986) dan Modernisasi Kepabeanan Nasional

Tadjuddin Noer Said adalah figur kunci dalam sejarah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Indonesia. Menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai (1981–1986), ia memimpin salah satu institusi vital negara yang mengawasi arus barang keluar-masuk Indonesia serta memungut bea masuk dan cukai. Tadjuddin Noer Said memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada periode pertengahan 1980-an ketika Indonesia gencar melakukan deregulasi ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, DJBC mengimplementasikan sistem penilaian pabean berbasis GATT Valuation Code dan mulai mengadopsi harmonized system untuk klasifikasi barang. Ia juga memperkuat pengawasan cukai seiring meningkatnya produksi rokok nasional sebagai sumber penerimaan negara yang signifikan. Masa kepemimpinannya ditandai dengan reformasi prosedural untuk mengurangi dwelling time di pelabuhan.

Perjalanan Karir

Meniti karir di lingkungan DJBC, Tadjuddin Noer Said mengawali pengabdiannya dari jabatan pelaksana hingga mencapai puncak kepemimpinan. Pengalaman lapangan yang panjang dalam pengawasan dan pelayanan kepabeanan memberinya perspektif komprehensif tentang tantangan di sektor ini.

Program dan Inovasi

Di era kepemimpinan Tadjuddin Noer Said, DJBC meluncurkan berbagai program strategis. Modernisasi sistem kepabeanan, penguatan pengawasan perdagangan ilegal, dan peningkatan pelayanan menjadi prioritas utama. Operasi pemberantasan penyelundupan dan rokok ilegal menjadi salah satu fokus penegakan hukum yang intensif dilakukan.

Dinamika Sektor Cukai

Sektor cukai, terutama cukai hasil tembakau, menjadi salah satu isu paling dinamis yang dihadapi. Tadjuddin Noer Said terlibat dalam perumusan kebijakan tarif cukai yang menyeimbangkan antara penerimaan negara, pengendalian konsumsi, dan keberlanjutan industri.

Warisan dan Pengaruh

Kontribusi Tadjuddin Noer Said bagi DJBC mencakup modernisasi infrastruktur pengawasan, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan kerja sama internasional di bidang kepabeanan. Jejak kepemimpinannya menjadi fondasi bagi transformasi DJBC menuju institusi kepabeanan kelas dunia.

Lurusin.com — menyajikan profil tokoh perpajakan dan kepabeanan Indonesia secara faktual.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User