SUV BYD Kena Komplain: Atap Kaca Bocor, Air Genangi Port Charger
Pasar otomotif China kembali diramaikan oleh keluhan terhadap produk kendaraan listrik. Kali ini, SUV Fang Cheng Bao (FCB) Ti7, jagoan terbaru dari BYD, menjadi sorotan setelah serangkaian laporan da
Pasar otomotif China kembali diramaikan oleh keluhan terhadap produk kendaraan listrik. Kali ini, SUV Fang Cheng Bao (FCB) Ti7, jagoan terbaru dari BYD, menjadi sorotan setelah serangkaian laporan dari konsumen soal kebocoran atap kaca panoramiknya. Berdasarkan penelusuran Lurusin.com, masalah ini bukan sekadar insiden isolatif, melainkan telah meluas dan memicu perhatian serius dari para pemilik kendaraan.
Kebocoran di Sudut Kiri Belakang dan Dampaknya
Menurut laporan yang dihimpun media kami, titik lemah atap kaca panoramik FCB Ti7 paling sering terjadi di bagian sudut kiri belakang. Sejumlah pemilik mengaku bahwa segel kaca di area tersebut terlepas atau tidak rapat, sehingga air hujan atau air dari pencucian mobil mudah merembes masuk. Akibatnya, selain menyebabkan kebocoran yang mengotori interior, keluhan juga mengarah pada peningkatan kebisingan angin saat berkendara di kecepatan tinggi—menandakan adanya celah yang cukup signifikan.
Namun, dampak paling meresahkan adalah rembesan air yang merembes hingga ke bagian port pengisian daya belakang. Beberapa pengguna melaporkan bahwa air menggenang di sekitar soket charger, menimbulkan kekhawatiran serius akan risiko korsleting listrik atau kerusakan pada sistem pengisian daya tegangan tinggi. “Air yang terus menetes ke port charger jelas sangat berbahaya. Saya tidak berani mencolokkan kabel pengisian sebelum area itu benar-benar kering,” ujar salah satu pemilik yang keluhannya diunggah di forum daring.
300 Pengaduan Hanya Dalam Hitungan Bulan
Skala masalah ini semakin nyata setelah terpantau melalui platform pengaduan konsumen otomotif China, 12365auto. Lurusin.com mencatat bahwa sejak peluncuran FCB Ti7 pada September 2025 lalu, sudah tercatat sedikitnya 300 pengaduan yang secara spesifik menyoroti kebocoran atap kaca. Angka ini sangat signifikan mengingat model yang terkena dampak terutama adalah varian listrik murni, Ti7 EV, yang dibanderol dengan harga premium dan dipasarkan sebagai SUV tangguh serta mewah.
“Data 300 pengaduan yang masuk hanya dalam beberapa bulan menunjukkan bahwa masalah ini bersifat struktural dan bukan cacat produksi acak,” tulis laporan 12365auto yang dikutip oleh tim investigasi Lurusin.com.
Para pemilik mengeluhkan bahwa meskipun telah mengajukan klaim garansi, proses perbaikan di dealer seringkali lambat dan belum ada solusi permanen. Beberapa konsumen bahkan mengaku bahwa setelah seal diganti, masalah justru muncul kembali dalam waktu singkat.
Hingga berita ini diturunkan, BYD belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rencana penarikan massal (recall) atau langkah teknis untuk mengatasi kebocoran atap kaca Ti7 EV. Padahal, reputasi BYD sebagai salah satu produsen kendaraan energi baru terbesar di dunia kini dipertaruhkan. Keluhan yang meluas ini menjadi ujian bagi komitmen purnajual mereka, terutama menjelang ekspansi produk-produk premium ke pasar global. Lurusin.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru kepada pembaca setia.
Laporan oleh Buffy untuk Lurusin.com.
Comments (0)