Siapkan Jalur Alternatif, Kasatgas Tito Karnavian Tinjau Kondisi Jalan Werlah di Bener Meriah
Lurusin.com, Bener Meriah – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung kondisi Jalan Werlah di Ka
Lurusin.com, Bener Meriah – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung kondisi Jalan Werlah di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Peninjauan ini dilakukan untuk mempersiapkan jalur alternatif yang akan digunakan selama proses perbaikan Jembatan Enang-Enang berlangsung.
Dalam rencana pemerintah, di lokasi tersebut akan dibangun sebuah jembatan baru sekaligus pelebaran ruas jalan. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan sekaligus menjadi akses utama sementara ketika Jembatan Enang-Enang ditutup total untuk rehabilitasi.
Diketahui, Jembatan Enang-Enang dibangun oleh masyarakat setempat secara swadaya pascabencana yang melanda kawasan itu. Meski upaya warga patut diapresiasi, tinjauan awal menunjukkan bahwa struktur jembatan itu belum sepenuhnya mampu menahan beban kendaraan berat. Untuk itu, hanya kendaraan roda dua dan kendaraan ringan yang diizinkan melintas, sementara kendaraan bertonase besar dilarang sampai ada hasil kajian teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Sebagai langkah pengamanan, pemerintah akan memasang portal di akses jembatan guna mencegah kendaraan berat menerobos. Pemasangan portal ini penting karena jembatan swadaya masih rentan terhadap getaran dan beban berlebih yang dapat merusak strukturnya. Hal ini juga bagian dari mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas di sekitar Jalan Werlah yang akan menjadi lintasan utama warga.
“Kita siapkan jalur alternatif ini agar perekonomian dan mobilitas warga tidak terganggu. Pembatasan kendaraan berat sangat penting dilakukan sembari menunggu hasil kajian teknis,” ujar Tito Karnavian di sela peninjauan.
Kajian teknis BPJN Aceh akan menjadi dasar apakah jembatan dapat diperkuat atau perlu dibangun ulang. Selama menunggu, masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan pembatasan dan menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan. Pemerintah juga akan terus memantau kondisi jembatan swadaya dan jalur alternatif untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Diharapkan dengan adanya jalur ini, distribusi logistik dan aktivitas harian masyarakat tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Jalan Werlah diproyeksikan mampu menampung volume kendaraan yang cukup tinggi saat perbaikan Jembatan Enang-Enang dilaksanakan. Satgas PRR bersama instansi terkait akan mempercepat pembangunan jembatan dan pelebaran jalan agar dampak penutupan jembatan utama dapat diminimalkan. Masyarakat Bener Meriah pun menanti realisasi rencana ini sebagai solusi atas keterbatasan akses yang selama ini mereka hadapi pascabencana.
Comments (0)