Seoul — Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 Ikut Naik Harga 10 Persen

SEOUL — Kabar kurang sedap kembali datang dari raksasa teknologi Korea Selatan. Setelah lini ponsel lipat andalannya dipastikan mengalami penyesuaian tarif

Jul 11, 2026 - 14:25
0 0
Seoul — Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 Ikut Naik Harga 10 Persen

SEOUL — Kabar kurang sedap kembali datang dari raksasa teknologi Korea Selatan. Setelah lini ponsel lipat andalannya dipastikan mengalami penyesuaian tarif, kini giliran perangkat wearable premium yang akan menyusul. Bocoran terbaru mengindikasikan Samsung Galaxy Watch 9 series dan Galaxy Watch Ultra 2 akan dijual dengan harga sekitar 10 persen lebih tinggi dibanding pendahulunya.

Informasi ini menambah daftar panjang strategi revisi harga yang diterapkan Samsung di tahun ini. Sebelumnya, Galaxy Z Fold dan Flip terbaru juga dirumorkan akan meluncur dengan banderol yang lebih mahal. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi penetapan harga Samsung, yang selama beberapa tahun terakhir cenderung menahan kenaikan demi menjaga daya saing di tengah gempuran brand Tiongkok.

Gelombang Kenaikan yang Tak Terbendung

Jika kita menengok ke belakang, Galaxy Watch selama ini dianggap sebagai salah satu jam tangan pintar dengan rasio harga terhadap fitur paling kompetitif di ekosistem Android. Namun, bocoran yang beredar dari sejumlah tipster tepercaya dan forum industri komponen menunjukkan bahwa Samsung tidak lagi bisa mempertahankan struktur harga lama.

Menurut sumber rantai pasok yang enggan disebutkan namanya, cost breakdown untuk komponen vital seperti sensor kesehatan gelombang milimeter, layar Micro LED, dan prosesor wearable generasi baru telah meningkat cukup tajam. Samsung disebut menggunakan chipset Exynos W1000 yang diproduksi pada node 3nm, yang biayanya jauh lebih mahal daripada proses 5nm tahun lalu. Selain itu, integrasi fungsi pemantauan gula darah non-invasif—yang akan menjadi fakta kunci pembeda Watch Ultra 2—memerlukan investasi riset dan lisensi paten yang besar.

"Kami melihat pergeseran fundamental pada desain produk Samsung. Mereka tidak lagi mengejar volume semata, tetapi ingin membangun ekosistem premium yang meraup margin tinggi. Kenaikan 10 persen mungkin hanya awal dari tren jangka panjang," ujar seorang analis industri teknologi yang berbasis di Seoul.

Detil Harga yang Dipertaruhkan

Sekadar gambaran, Galaxy Watch 8 series saat ini dipasarkan mulai dari harga sekitar 349 dolar AS untuk varian Bluetooth 40mm. Jika kenaikan 10 persen itu akurat, maka Galaxy Watch 9 kecil kemungkinan akan naik menjadi sekitar 384 dolar AS. Sementara Galaxy Watch Ultra 2 yang menjadi model paling canggih—konon akan membawa bezel titanium, ketahanan air hingga 200 meter, dan sertifikasi MIL-STD terbaru—bisa menembus angka psikologis 799 dolar AS, naik dari 699 dolar AS tahun lalu.

Beberapa negara di Eropa dan kawasan ASEAN diperkirakan akan merasakan dampak lebih besar karena faktor pajak impor dan fluktuasi mata uang. Di Indonesia, misalnya, Galaxy Watch Ultra generasi pertama saat ini dijual pada kisaran Rp11 jutaan. Dengan perhitungan sederhana, Ultra 2 bisa melambung ke Rp12,5 juta atau lebih.

Tekanan Ganda: Inovasi vs Inflasi

Kenaikan harga ini terjadi di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu. Di satu sisi, Samsung ingin mendorong inovasi dengan membenamkan fitur-fitur kesehatan mutakhir. Di sisi lain, konsumen mulai merasakan fatigue terhadap lonjakan harga gadget yang tidak seimbang dengan kenaikan pendapatan riil.

Fenomena ini memicu pertanyaan besar: akankah pasar menerima begitu saja? Dalam beberapa tahun terakhir, Apple Watch juga mengalami kenaikan harga, tetapi ekosistem loyal Apple mampu menopang penjualan. Samsung, dengan basis pengguna Android yang lebih sensitif terhadap harga, mungkin akan menghadapi resistensi yang lebih kuat.

"Kami sudah memperkirakan adanya kenaikan, tapi 10 persen cukup mengejutkan. Konsumen Indonesia biasanya menunggu waktu beberapa bulan setelah peluncuran untuk mendapat harga lebih stabil. Namun jika kenaikan ini struktural, tidak akan banyak perubahan," kata perwakilan komunitas pengguna Samsung di Jakarta.

Apa yang Bisa Diharapkan Konsumen?

Samsung tampaknya akan mengimbangi kenaikan harga dengan peningkatan signifikan dalam hal material dan pengalaman pengguna. Watch 9 dirancang lebih ringan dan tipis berkat penggunaan keramik frame pada varian kelas atas. Watch Ultra 2 akan hadir dengan layar lebih terang hingga 3.500 nits, mendekati visibilitas penuh di bawah sinar matahari terik. Selain itu, ada juga isu bahwa Samsung akan memperkenalkan trade-in yang lebih agresif untuk meredam efek psikologis kenaikan harga.

Yang pasti, kompetisi tidak berhenti. Google Pixel Watch 4, OnePlus Watch 3, dan Xiaomi Watch S4 siap menawarkan alternatif dengan harga lebih bersahabat. Bagi Samsung, menjaga keseimbangan antara ambisi inovasi dan ekspektasi dompet konsumen akan menjadi permainan rumit di musim peluncuran paruh kedua tahun ini.

TAGS: Samsung, Galaxy Watch 9, Watch Ultra 2, kenaikan harga, smartwatch premium

[SOCIAL_TWEET]: 🚨 Bocoran terbaru: Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 bakal naik harga 10%! Samsung ikuti jejak foldable phones. Akankah fitur baru sebanding dengan banderolnya? #GalaxyWatch9 #SamsungUnpacked

[SOCIAL_FB]: Samsung tampaknya akan menerapkan strategi premium di semua lini produk flagship-nya. Setelah foldable phones, kini giliran Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 yang ikut meroket sekitar 10 persen. Dengan fitur pemantauan gula darah dan material baru, apakah ini langkah berani atau risiko menjauhkan penggemar setia? Bagikan pendapatmu di kolom komentar! 📱⌚

[SOCIAL_TG]: 📈 Harga Galaxy Watch 9 series dan Watch Ultra 2 diprediksi naik ~10%, mengikuti jejak Galaxy Z Fold/Flip. Dengan Exynos W1000 3nm dan sensor gula darah, Samsung dorong margin tinggi. Peluncuran dijadwalkan paruh kedua 2025. Akankah pasar terima? #GalaxyWatch9

[SOCIAL_THREADS]: Kabar dari Seoul: Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 akan meluncur dengan harga 10% lebih mahal. Samsung bergerak dari volume play ke premium play. Tapi di tengah inflasi dan kompetisi ketat, apakah konsumen siap bayar lebih untuk sensor gula darah dan bezel titanium? Kita lihat nanti. #TechNews

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User