RI Raih 3 Medali dari Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026

Arena panahan Nové Město nad Metují, Republik Ceko, menjadi saksi bisu atas tiga momen krusial yang mengamankan posisi Indonesia di papan tengah klasemen K

Jul 08, 2026 - 23:10
0 0
RI Raih 3 Medali dari Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026

Arena panahan Nové Město nad Metují, Republik Ceko, menjadi saksi bisu atas tiga momen krusial yang mengamankan posisi Indonesia di papan tengah klasemen Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026. Selama enam hari, dari 29 Juni hingga 4 Juli 2026, atlet-atlet Indonesia menguji bidikan mereka melawan 273 pemanah dari 54 negara. Hasil akhir: tiga medali, tanpa satu pun emas, tetapi cukup untuk menempatkan Indonesia sejajar dengan kontestan kuat tuan rumah dan raksasa panahan Korea Selatan di peringkat lima dunia.

Rincian Perolehan: Dua dari Compound, Satu dari Recurve

Dua dari tiga medali disumbangkan oleh nomor compound. Ken Swagumilang, pemanah andalan nasional, menjadi aktor utama dengan merebut satu medali di nomor individual compound putra dan satu lagi di nomor compound mixed team bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly Esant. Swagumilang menunjukkan konsistensi luar biasa; skor rata-rata empat anak panah terakhirnya di final perebutan tempat ketiga individual tercatat 147 dari 160 poin—sebuah margin yang memadai untuk mengamankan podium ketiga. Di sektor mixed team, duet Swagumilang/Esant mengalahkan pasangan Thailand melalui pertandingan ketat yang berakhir dengan selisih dua poin, 154-152.

Medali ketiga datang dari divisi recurve mixed team. Pasangan Kholidin dan Noviera Ross menundukkan wakil Italia pada babak bronze final dengan skor 5-3 dalam sistem set. Kholidin, yang memiliki klasifikasi disabilitas W2, mencatatkan rata-rata akurasi anak panah 8,7 pada jarak 50 meter sepanjang turnamen—angka yang menjadi fondasi kemenangan Indonesia di divisi recurve.

"Kami bersyukur atas hasil ini, tetapi ini bukan puncak. Fokus kami adalah menjaga konsistensi performa atlet hingga Paralimpiade Los Angeles 2028. Masih banyak pekerjaan teknis yang harus diselesaikan," ujar Pelatih Kepala Tim Para Panahan Indonesia melalui rilis resmi PP Perpani pasca-pertandingan.

Peta Persaingan: India Jawara, Indonesia Bertahan di Lima Besar

Klasemen medali akhir yang dirilis oleh World Archery pada 4 Juli 2026 menempatkan Indonesia di peringkat kelima bersama Republik Ceko dan Korea Selatan. Ketiganya mengumpulkan masing-masing tiga medali tanpa warna emas. Dominasi absolut ditunjukkan oleh India yang keluar sebagai juara umum dengan raihan lima medali emas, tiga perak, dan dua perunggu. India menyapu bersih tiga dari lima nomor compound melalui pemanah andalan mereka, Sheetal Devi, yang kini berstatus peringkat satu dunia, serta dua emas dari nomor recurve.

Di bawah India, peringkat kedua ditempati Brasil dengan dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Peringkat ketiga diisi Iran, diikuti Amerika Serikat di posisi keempat. Posisi Indonesia, yang berada di luar zona emas, secara matematis mengamankan peluang untuk menambah kuota lolos ke Paralimpiade melalui jalur akumulasi poin kualifikasi, mengingat delapan negara teratas dari setiap divisi berhak mendapatkan satu tiket otomatis.

Dari sisi teknis, end-end kritis di fase gugur menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan kejuaraan dunia dua tahun sebelumnya. Pada edisi 2024, Indonesia hanya mampu menyabet satu perunggu di nomor recurve individual melalui Kholidin. Kenaikan dua medali kali ini mencerminkan dampak dari program pelatnas terpusat yang telah berjalan 11 bulan di bawah skema pendanaan khusus Paralimpiade 2028.

Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026 ini merupakan bagian dari kalender Grand Prix World Archery yang juga mencakup dua turnamen kontinental di Asia dan Eropa. Selanjutnya, tim para panahan Indonesia akan menuju Hangzhou untuk ajang test event Asian Para Games 2026 pada September mendatang, sebelum tampil di pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia pada Oktober tahun yang sama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User