RANS Entertainment Resmi Melantai di BEI, Saham Langsung Naik
Jakarta – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, menjadi perusahaan terbuka ketuj
Jakarta – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, menjadi perusahaan terbuka ketujuh yang melantai sepanjang 2026. Debut ini disambut antusias oleh investor, tercermin dari kenaikan harga saham yang langsung terjadi sejak awal perdagangan.
Momen Bersejarah bagi Industri Hiburan
Pencatatan saham dengan kode RANS ini menandai babak baru bagi perusahaan yang didirikan oleh selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Dalam seremoni pencatatan, Raffi Ahmad selaku Komisaris Utama mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang telah diraih.
“Hari ini bukan sekadar pencatatan saham, melainkan wujud kepercayaan publik terhadap ekosistem hiburan yang kami bangun. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan konten berkualitas yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,”
ujar Raffi Ahmad sambil dikelilingi manajemen perseroan.
Kinerja Perdana Saham dan Profil Penawaran
Pada perdagangan perdananya, saham RANS dibuka pada harga Rp250 per saham, menguat 25% dari harga penawaran umum perdana (IPO) di level Rp200. Kapitalisasi pasar perseroan langsung menyentuh angka Rp2,1 triliun dengan total saham yang dilepas ke publik sebanyak 1,2 miliar lembar, setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dana hasil IPO yang berhasil dihimpun mencapai Rp240 miliar. Sebanyak 60% akan dialokasikan untuk pengembangan konten dan akuisisi studio produksi digital, 25% untuk modal kerja, dan sisanya untuk pengembangan platform metaverse hiburan.
- Harga IPO: Rp200 per saham
- Jumlah saham dilepas: 1,2 miliar lembar
- Dana terhimpun: Rp240 miliar
- Kapitalisasi pasar: Rp2,1 triliun
Prospek Bisnis di Pasar Digital
RANS Entertainment tidak hanya dikenal sebagai rumah produksi acara televisi dan kanal YouTube dengan puluhan juta pelanggan, tetapi juga masuk ke lini bisnis sports entertainment melalui klub sepak bola RANS Nusantara FC dan RANS Esports. Kehadiran di bursa diyakini akan memperkuat struktur permodalan untuk ekspansi ke segmen film layar lebar dan serial OTT.
Analis pasar modal dari Mirae Asset Sekuritas, Aditya Nugroho, menilai langkah RANS sangat strategis. “Ini adalah emiten konten hiburan pertama di Indonesia yang berhasil go public. Dengan basis penggemar yang loyal dan pertumbuhan industri digital, potensi pendapatan iklan dan lisensi sangat menjanjikan,” katanya.
Respon Pasar dan Investor
Sepanjang sesi pertama, frekuensi transaksi saham RANS tercatat lebih dari 15.000 kali dengan volume 500 juta saham. Investor ritel mendominasi pembelian, mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap brand RANS. Bahkan, sejumlah platform sekuritas melaporkan lonjakan pembukaan rekening baru yang didorong oleh minat terhadap IPO ini.
“Antusiasmenya luar biasa. Banyak investor milenial yang baru pertama kali membeli saham karena ingin ikut memiliki RANS. Ini fenomena positif bagi literasi pasar modal,”
papar Direktur BEI, Iman Rachman, dalam sambutannya.
Tantangan dan Strategi ke Depan
Meski optimisme tinggi, perseroan masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi minat konten dan ketatnya persaingan di industri kreatif. Manajemen menyatakan akan menjaga pertumbuhan berkelanjutan dengan diversifikasi portofolio hiburan, mulai dari film dokumenter hingga konser virtual berbasis teknologi interaktif. Dengan status perusahaan terbuka, transparansi dan tata kelola yang baik akan menjadi kunci menjaga kepercayaan investor.
[SOCIAL_TWEET]: Saham RANS resmi melantai di BEI dan langsung melesat 25%! Raffi Ahmad bawa perusahaan hiburannya jadi emiten publik. Simak detail IPO-nya. #RANSIPO #SahamRANS #BEI[SOCIAL_TG]: 🎉 RANS Entertainment kini resmi jadi emiten di BEI dengan kode RANS. Sahamnya langsung hijau, kapitalisasi pasar tembus Rp2,1 T. Selamat!
Comments (0)