Ramadhan: Umat Muslim Depok Perbanyak Tadarus di Masjid Kubah Emas

Gemuruh lantunan ayat suci Al-Quran mengalun lembut di bawah kubah emas yang memantulkan bias cahaya dari puluhan lampu gantung kristal. Jumat (16/4/2021),

Jul 09, 2026 - 19:22
0 0
Ramadhan: Umat Muslim Depok Perbanyak Tadarus di Masjid Kubah Emas
Gemuruh lantunan ayat suci Al-Quran mengalun lembut di bawah kubah emas yang memantulkan bias cahaya dari puluhan lampu gantung kristal. Jumat (16/4/2021), petang itu, Masjid Kubah Emas di kawasan Depok, Jawa Barat, dipenuhi jejeran jamaah yang duduk bersila di atas hamparan sajadah merah marun. Tangan-tangan memegang mushaf, bibir bergerak seirama, mata terpaku pada huruf demi huruf Kitabullah. Suasana yang khusyuk tersebut menjadi pemandangan lazim sepanjang bulan Ramadan di masjid yang memiliki nama resmi Masjid Dian Al-Mahri ini. Masjid yang mulai dibangun sejak tahun 2001 oleh Hj. Dian Juriah Maimun Al-Rasyid tersebut dikenal karena ikon kubah utamanya yang dilapisi emas murni setebal 2 hingga 3 milimeter. Kawasannya sendiri mencakup area sekitar 50.000 meter persegi dengan bangunan utama seluas 8.000 meter persegi. Arsitekturnya yang terinspirasi dari langgam Timur Tengah menjadikan tempat ibadah ini salah satu destinasi spiritual penting di Jabodetabek, terutama pada bulan Ramadan.

Pusat Ibadah Saat Malam Ramadan

Sejak awal Ramadan 1442 Hijriah, Masjid Kubah Emas mencatat peningkatan signifikan jumlah jamaah yang hadir untuk melaksanakan ibadah sunah maupun wajib. Pada hari Jumat tersebut, pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa umat Muslim memanfaatkan waktu selepas Asar hingga menjelang berbuka untuk duduk berkelompok melakukan tadarus. Aktivitas ini menjadi metode tradisional umat Islam dalam mengkhatamkan Al-Quran sekaligus menghidupkan malam-malam Ramadan yang dijanjikan penuh keberkahan.
Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya." (HR. Muslim)

Tadarus dan Rangkaian Ibadah Sunah

Tidak hanya membaca Al-Quran, jamaah lain terpantau melaksanakan sholat sunah rawatib, berzikir dengan tasbih, serta berdoa di sudut-sudut masjid. Langit-langit tinggi berhiaskan ornamen floral khas Timur Tengah seolah menyaksikan rangkaian ibadah yang berlangsung hampir tanpa jeda. Penggunaan pengeras suara internal masjid memastikan irama tadarus tidak saling mengganggu antar kelompok, menciptakan harmoni akustik yang mendukung konsentrasi jamaah. Keutamaan menghidupkan malam Ramadan dengan membaca Al-Quran terkonfirmasi dalam berbagai literatur hadis yang menunjukkan bahwa Jibril mendatangi Nabi Muhammad setiap malam di bulan Ramadan untuk bersama membaca wahyu. Aktivitas ini dikenal sebagai mudarasah. Melalui tadarus, umat Islam di Masjid Kubah Emas mengonfirmasi tradisi tersebut dalam skala komunal yang terstruktur.

Dari Petang Hingga Isya: Ibadah Tanpa Henti

Setelah waktu Magrib tiba, jamaah berbuka dengan hidangan ringan yang disediakan masjid, lalu melanjutkan dengan sholat berjamaah. Suasana kemudian bergeser ke sholat Isya dan Tarawih yang dipadati jamaah. Data pengelola menunjukkan bahwa rata-rata jumlah jamaah salat Tarawih pada pekan kedua Ramadan mencapai 1.500 orang per malam. Total kapasitas ruang utama masjid mampu menampung hingga 3.000 jamaah, dengan tambahan area parkir yang dialihfungsikan menjadi tempat salat pada malam-malam akhir Ramadan. Fenomena peningkatan intensitas ibadah ini bukan sekadar ritual tahunan. Dari sudut pandang sosial, momen Ramadan di Masjid Kubah Emas juga menjadi titik temu beragam lapisan masyarakat, dari warga lokal Depok hingga pendatang dari Jakarta dan Tangerang, yang bersatu dalam satu barisan saf. Tidak ada sekat ekonomi atau status sosial dalam ruang ibadah ini, fenomena yang sering kali ditekankan para dai sebagai implementasi nyata kesetaraan dalam Islam. Keseriusan jamaah dalam beribadah terlihat dari ekspresi fokus dan minimnya interaksi non-esensial. Setiap individu tampak berkompetisi dalam diam untuk menghimpun pahala di bulan yang dipercaya mampu melipatgandakan ganjaran amal kebaikan. Ramadan di Masjid Kubah Emas, sebagaimana tergambar pada Jumat itu, kembali menegaskan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat salat lima waktu, tetapi sebagai pusat revitalisasi spiritual yang berdenyut penuh pada bulan suci.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User