QRIS Meluncur ke India, Standar Pembayaran RI Makin Mendunia

Jakarta — Sistem pembayaran digital berbasis QR Code milik Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), tengah menjajaki ekspansi besar-besar

Jul 11, 2026 - 07:03
0 0
QRIS Meluncur ke India, Standar Pembayaran RI Makin Mendunia

Jakarta — Sistem pembayaran digital berbasis QR Code milik Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), tengah menjajaki ekspansi besar-besaran ke pasar Asia Selatan. India menjadi target terbaru dalam rangkaian diplomasi ekonomi digital yang digencarkan Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan nasional.

Langkah ini menandai babak baru internasionalisasi standar pembayaran domestik yang selama ini sudah terbukti mendominasi transaksi digital di dalam negeri. Dari warung kopi pinggir jalan hingga pusat perbelanjaan modern, QRIS telah menjadi tulang punggung ekosistem pembayaran non-tunai Tanah Air.

"Pembicaraan dengan otoritas India sudah memasuki tahap serius. Ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi besar memperluas interoperabilitas sistem pembayaran antarnegara," ujar sumber yang dekat dengan negosiasi tersebut.

Jejak Global QRIS di Berbagai Negara

Ambisi menembus pasar India bukanlah manuver internasional pertama QRIS. Sebelumnya, standar pembayaran ini telah lebih dulu mengakar di beberapa negara Asia Tenggara. Thailand menjadi pionir melalui kerja sama cross-border payment yang memungkinkan wisatawan Indonesia bertransaksi langsung menggunakan QRIS di Bangkok, Phuket, dan kota-kota wisata lainnya. Skema serupa berlaku untuk wisatawan Thailand saat berkunjung ke Indonesia.

Malaysia dan Singapura menyusul dengan implementasi yang semakin matang. Di Negeri Jiran, turis Indonesia bisa berbelanja di gerai-gerai yang menerima QRIS tanpa perlu repot menukar ringgit. Sementara di pusat keuangan Asia, integrasi dengan NETS QR membuka akses pembayaran yang mulus bagi para pekerja migran dan pelancong.

Yang terbaru dan paling ambisius, QRIS menjangkau Jepang, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Kerja sama ini melampaui batas-batas regional tradisional, menunjukkan bahwa standar Indonesia mampu bersaing di pasar-pasar dengan infrastruktur pembayaran yang sangat maju. Di Jepang, misalnya, wisatawan Indonesia dapat membayar menggunakan QRIS di toko-toko yang tergabung dalam jaringan JPQR.

Mengapa India Jadi Target Strategis?

India merupakan pasar yang sangat menggoda sekaligus menantang. Dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa dan ekosistem digital yang berkembang pesat berkat Unified Payments Interface (UPI), negara ini memiliki kesamaan DNA dengan Indonesia dalam hal adopsi pembayaran digital skala massal.

Namun, alih-alih bersaing langsung dengan UPI yang sudah sangat dominan, pendekatan yang diusung lebih bersifat interkoneksi. Kedua negara berpotensi menyepakati standar interoperabilitas yang memungkinkan kode QR dari masing-masing negara dapat dibaca oleh mesin atau aplikasi di negara mitra.

"Ini bukan soal mengekspor QRIS agar menjadi UPI-nya India. Ini soal menciptakan jembatan pembayaran yang menghubungkan dua raksasa ekonomi digital," tegas seorang pejabat BI yang enggan disebutkan namanya.

Manfaat ekonomi langsungnya jelas. Indonesia dan India memiliki volume perdagangan bilateral yang terus meningkat, ditambah arus wisatawan dan pekerja profesional yang kian deras. Kemudahan pembayaran lintas negara akan menekan biaya konversi mata uang, mempercepat transaksi, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan sektor riil di kedua belah pihak.

Pondasi Domestik yang Kokoh

Keyakinan untuk mendorong QRIS ke panggung global tidak lahir dari ruang hampa. Di dalam negeri, infrastruktur ini telah melewati uji tekanan yang luar biasa. Hingga saat ini, puluhan juta merchant telah terdaftar, dari street food hingga e-commerce raksasa. Volume transaksi menembus triliunan rupiah per bulan, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan penetrasi pembayaran QR tertinggi di dunia.

Standarisasi yang diusung QRIS juga menghapuskan fragmentasi sistem pembayaran. Sebelum era QRIS, konsumen dipusingkan dengan ragam kode QR dari berbagai penyedia layanan dompet digital. Sekarang, satu kode QR bisa di-scan oleh aplikasi manapun—GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, hingga mobile banking—yang semuanya terafiliasi dalam ekosistem yang sama.

Tantangan dan Harapan

Perjalanan QRIS menuju India tentu tidak tanpa hambatan. Perbedaan regulasi, standar keamanan, dan kedaulatan data menjadi isu-isu krusial yang harus diselesaikan di meja perundingan. India dikenal sangat protektif terhadap infrastruktur digital nasionalnya, dan UPI telah menjadi kebanggaan tersendiri.

Namun, dialog antar bank sentral terus berlangsung dengan progres yang menggembirakan. Jika terwujud, kerja sama ini akan menjadi preseden penting: dua negara berkembang dengan populasi raksasa menyatukan sistem pembayaran digital tanpa harus bergantung pada jaringan kartu kredit atau dompet digital milik korporasi multinasional.

Peta jalan yang disusun mencakup tahap uji coba terbatas pada kuartal pertama tahun depan, dengan target peluncuran komersial sebelum akhir 2026. Fokus awal diarahkan pada kota-kota besar seperti Mumbai, New Delhi, dan Bangalore—pusat bisnis yang menjadi magnet bagi diaspora dan pebisnis Indonesia.

FAQ Esensial

  • Apa itu QRIS?
    QRIS adalah standar kode QR nasional yang ditetapkan Bank Indonesia untuk mengintegrasikan seluruh sistem pembayaran digital di Indonesia. Satu kode QR dapat digunakan untuk bertransaksi menggunakan berbagai aplikasi dompet digital dan mobile banking.
  • Di negara mana saja QRIS sudah bisa digunakan untuk transaksi internasional?
    Saat ini QRIS sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab melalui skema kerja sama bilateral antar bank sentral.
  • Apakah masyarakat India akan menggunakan QRIS, atau ini hanya untuk wisatawan Indonesia?
    Skema yang dirancang bersifat interoperability—kedua negara akan menghubungkan sistem mereka sehingga baik wisatawan Indonesia di India maupun wisatawan India di Indonesia dapat bertransaksi menggunakan standar QR masing-masing.

Tags: QRIS, Bank Indonesia, India, pembayaran digital, interoperabilitas, cross-border payment

[SOCIAL_TWEET]: Dari warung kopi ke panggung dunia. 🇮🇩 QRIS—standar pembayaran digital Indonesia—kini bersiap masuk India setelah sukses di Thailand, Jepang, dan UEA. Bukan sekadar ekspor teknologi, tapi diplomasi ekonomi digital yang menghubungkan dua raksasa Asia. #QRISMendunia #EkonomiDigital

[SOCIAL_FB]: Teknologi buatan Indonesia terus menembus batas! 🇮🇩✈️ Setelah sukses di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan UEA, kini QRIS dalam pembahasan serius untuk digunakan di India—negara 1,4 miliar penduduk. Ini bukan sekadar ekspansi, tapi pengakuan global atas standar pembayaran digital Indonesia yang telah menghubungkan puluhan juta merchant di Tanah Air. Satu kode QR, satu standar, satu koneksi ke dunia. Akankah QRIS segera menjadi common standard di Asia? 👇

[SOCIAL_TG]: 🔥 Update Penting: QRIS Mau Dipakai di India! Pembahasan serius sedang berlangsung antara otoritas Indonesia dan India. Target: uji coba awal tahun depan, komersial sebelum akhir 2026. Kalau ini terwujud, Indonesia dan India—dua pasar digital raksasa Asia—akan terhubung langsung lewat QR. Sebelumnya QRIS sudah jalan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korsel, dan UEA. Patut dibanggakan! 🚀

[SOCIAL_THREADS]: Cerita singkat tentang teknologi kebanggaan Indonesia yang makin mendunia: QRIS. Dulu kita ribet beda-beda QR tiap aplikasi. Sekarang? Satu kode buat semua. Bahkan sekarang lagi dibahas buat dipakai di India. Pernah kepikiran nggak, standar buatan BI ini bisa jadi jembatan ekonomi digital Asia? Dari Bangkok sampe Tokyo udah bisa, nanti Mumbai dan New Delhi nyusul. Small step buat QR code, giant leap buat ekosistem pembayaran Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User