PT Husein Sastranegara International Airport (BDO) tengah memasuki fase negosiasi strategis menyusul

Berdasarkan data yang dihimpun, keenam entitas maskapai tersebut tengah menjajaki potensi pembukaan rute baru dari dan menuju Bandung. Meskipun identitas s

Jul 08, 2026 - 11:50
0 0
PT Husein Sastranegara International Airport (BDO) tengah memasuki fase negosiasi strategis menyusul
Berdasarkan data yang dihimpun, keenam entitas maskapai tersebut tengah menjajaki potensi pembukaan rute baru dari dan menuju Bandung. Meskipun identitas spesifik keenam maskapai belum diungkap secara terang benderang oleh otoritas bandara, sinyalemen kuat mengarah pada diversifikasi rute yang mencakup destinasi domestik non-pulau Jawa serta potensi rute internasional jarak pendek. Dua nama yang secara spesifik disebutkan dalam diskusi publik adalah Citilink dan Super Air Jet, yang diproyeksikan menjadi pionir dalam pengaktifan kembali rute komersial di bandara yang berbagi lahan dengan TNI AU tersebut.

Anatomi Penurunan dan Strategi Kebangkitan Operasional

Kondisi Bandara Husein Sastranegara saat ini adalah cerminan dari redistribusi trafik udara yang agresif. Sejak BIJB Kertajati ditetapkan sebagai bandara utama Jawa Barat, Husein Sastranegara mengalami pengosongan masif. Data historis menunjukkan pergeseran struktural ini tidak hanya memukul konektivitas tetapi juga menghantam ekosistem ekonomi Bandung Raya yang bergantung pada aksesibilitas udara langsung. Upaya menghidupkan kembali bandara ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan koreksi terhadap kebijakan sentralisasi penerbangan.
Indikator Pra-Pengalihan (Kondisi Puncak) Pasca-Pengalihan (Kondisi Stagnan)
Jumlah Maskapai Aktif 8 Maskapai 0 Komersial Reguler
Status Rute Hub Domestik & Terbatas Internasional Penerbangan Charter/Militer
Landasan Pacu 2.250m (Sebelum Pengerjaan) 2.250m (Baru Selesai Overlay)

Faktor Teknis dan Regulasi: Pemicu Minat Maskapai

Progres signifikan yang dimaksud dalam laporan awal merujuk pada rampungnya pengerjaan fisik dan administratif. Pemicu minat enam maskapai ini tidak terlepas dari dua variabel kunci. Pertama, selesainya pengaspalan ulang (overlay) landasan pacu yang meningkatkan standar keselamatan penerbangan. Landasan dengan spesifikasi panjang 2.250 meter ini kini diklaim mampu mengakomodasi pesawat berbadan sempit seperti Boeing 737-800NG atau Airbus A320 dengan beban penuh secara aman. Kedua, dari sisi regulasi, dorongan pemerintah daerah untuk mengaktifkan status Bandara Husein Sastranegara sebagai pintu masuk internasional terbatas (limited international airport) memberikan insentif baru. Status CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, Port) yang selama ini mati suri berpotensi diaktifkan kembali untuk melayani rute-rute direct flight dari hub regional seperti Kuala Lumpur atau Singapura. Hal ini menjawab kebutuhan pasar premium Bandung yang selama ini harus menempuh perjalanan darat hingga tiga jam menuju Kertajati. Minat Citilink dan Super Air Jet menjadi indikator awal bahwa model bisnis penerbangan langsung ke pusat kota (city center airport) masih memiliki yield ekonomi yang tinggi. Dengan fakta bahwa 37% penumpang potensial Bandung Raya memilih moda transportasi darat atau kereta cepat menuju Jakarta untuk terbang ketimbang menggunakan BIJB, pembukaan kembali rute di Husein diyakini dapat mengembalikan leakage penumpang tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User