Presiden FIFA Saksikan Timnas Iran Beri Penghormatan untuk Anak Korban Perang
TEHERAN — Sebuah pemandangan penuh haru mewarnai laga uji coba internasional antara Timnas Iran melawan Kosta Rika di Stadion Azadi, Teheran, Selasa (14/10
TEHERAN — Sebuah pemandangan penuh haru mewarnai laga uji coba internasional antara Timnas Iran melawan Kosta Rika di Stadion Azadi, Teheran, Selasa (14/10) malam. Sebelum bola bergulir, seluruh pemain dan ofisial Iran memberikan penghormatan khusus kepada puluhan anak-anak korban perang yang diundang hadir di stadion. Momen emosional itu turut disaksikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Kehadiran Infantino di Azadi menegaskan bahwa pesan kemanusiaan yang diusung Iran mendapat pengakuan dari otoritas tertinggi sepak bola dunia. FIFA sendiri dalam beberapa tahun terakhir gencar mempromosikan sepak bola sebagai alat perdamaian, dan laga malam itu menjadi contoh nyata kolaborasi antara olahraga dan diplomasi kemanusiaan.
Upacara Pembuka yang Membisu Emosi
Rangkaian penghormatan dimulai tepat pukul 19.30 waktu setempat. Lagu kebangsaan Iran dikumandangkan, dan sesudahnya puluhan anak-anak dengan pakaian khas masing-masing dibawa memasuki lapangan oleh para pemain. Mereka adalah anak-anak yang keluarganya menjadi korban konflik di sejumlah kawasan, termasuk Yaman, Suriah, Palestina, dan Afghanistan.
Sebuah spanduk besar bertuliskan “Football for Peace, Childhood Without War” dibentangkan di tengah lingkaran tengah lapangan. Tanpa aba-aba, stadion yang dihadiri sekitar 60 ribu penonton itu hening total sebelum akhirnya meledak dengan tepuk tangan. Para pemain Iran dan Kosta Rika pun ikut berbaris membentuk formasi hati di depan anak-anak tersebut.
"Malam ini kami tidak sekadar bermain sepak bola. Kami ingin anak-anak yang hadir tahu bahwa dunia masih peduli terhadap mereka," ujar kapten Timnas Iran, Alireza Jahanbakhsh, yang memeluk seorang anak lelaki kecil asal Aleppo saat diwawancarai.
Bahkan beberapa pemain terlihat tak kuasa menahan air mata. Anak-anak itu sebelumnya telah menjalani perawatan trauma dan difasilitasi oleh Palang Merah Iran untuk bisa hadir di stadion.
Gianni Infantino: “Sepak Bola Menyatukan”
Presiden FIFA Gianni Infantino yang duduk di tribune VVIP bersama pejabat setempat tak melewatkan momen tersebut. Setelah upacara, ia turun ke lapangan untuk menyalami para pemain dan berbincang singkat dengan anak-anak yang hadir.
"Saya sangat tersentuh melihat apa yang dilakukan Federasi Sepak Bola Iran malam ini. Ini lebih dari sekadar pertandingan. Ini adalah pesan kuat bahwa sepak bola mampu menyatukan hati dan meringankan duka. FIFA mendukung penuh inisiatif kemanusiaan seperti ini," kata Infantino di hadapan media.
Infantino juga menekankan bahwa FIFA akan terus mendorong anggotanya untuk lebih aktif menggunakan sepak bola sebagai jembatan perdamaian, terutama di wilayah-wilayah yang tengah bergejolak. Pernyataan itu sontak mendapat apresiasi luas.
Jalannya Pertandingan: Kemenangan untuk Semangat Kemanusiaan
Ketika emosi mulai mereda, pertandingan uji coba itu sendiri tetap berlangsung dalam semangat sportivitas tinggi. Baik Iran maupun Kosta Rika tampil dengan intensitas layaknya laga kompetitif. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menurunkan formasi ofensif 4-3-3 dengan Sardar Azmoun sebagai ujung tombak.
Iran yang mendominasi permainan berhasil unggul lebih dulu melalui gol indah Azmoun di menit ke-31. Menerima umpan lambung, striker andalan itu melakukan kontrol sempurna sebelum melepaskan tendangan voli yang tak mampu dibendung kiper Kosta Rika. Skor 1–0 untuk Iran bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Kosta Rika berusaha bangkit. Beberapa peluang diciptakan melalui pergerakan lincah sayap mereka, namun lini pertahanan Iran yang dikomandoi Hossein Kanaani tampil disiplin. Petaka bagi Kosta Rika datang di menit 67 setelah bek mereka melakukan handball di kotak penalti. Mehdi Taremi yang maju sebagai eksekutor sukses menggandakan keunggulan menjadi 2–0.
Kosta Rika terus berjuang dan di menit 83 sempat memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Kendall Waston memanfaatkan situasi sepak pojok. Namun skor 2–1 itu tidak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Respons dan Harapan Dunia
Meski hasil pertandingan menjadi topik hangat, sorotan utama media lokal dan internasional tetap tertuju kepada gestur kemanusiaan yang ditunjukkan Iran. Organisasi-organisasi hak anak memuji inisiatif ini dan berharap lebih banyak negara menggunakan panggung olahraga untuk menyuarakan isu kemanusiaan.
Anak-anak yang hadir pun mendapat kenangan berharga. Setelah laga, mereka diajak berfoto bersama seluruh pemain dari kedua tim dan menerima bola bertanda tangan sebagai cendera mata. Salah satu anak perempuan asal Gaza yang berdiri di samping Infantino menjadi foto paling banyak disebarkan di media sosial malam itu.
Federasi Sepak Bola Iran dalam pernyataannya menyebut bahwa acara ini merupakan bagian dari kampanye “Goal for Humanity” yang akan berlangsung sepanjang tahun. Kerja sama dengan FIFA dan berbagai organisasi kemanusiaan internasional tengah dijajaki untuk memperkuat dampak di tingkat global.
“Kita semua bertanggung jawab melindungi anak-anak dari kengerian perang. Lewat sepak bola, kami ingin menanamkan secercah harapan,” bunyi pernyataan resmi federasi.
Malam di Azadi pun berakhir dengan tepuk tangan panjang. Kemenangan Iran di lapangan menjadi bonus, karena kemenangan sesungguhnya adalah pesan kemanusiaan yang telah bergema jauh melampaui batas stadion.
[SOCIAL_TWEET]: "Malam penuh haru di Teheran! Timnas Iran dan Presiden FIFA Gianni Infantino beri penghormatan untuk anak-anak korban perang sebelum laga kontra Kosta Rika. Sepak bola benar-benar bisa jadi alat perdamaian. ⚽🕊️ #FootballForPeace #Iran #FIFA"[SOCIAL_TG]: "🥺⚽ Momen langka: Gianni Infantino saksikan langsung penghormatan Timnas Iran untuk anak-anak korban perang. Pesan damai dari lapangan hijau! 🕊️"
Comments (0)