Pramono Pastikan 11 Rusun Baru di Jakarta Dibiayai APBD
Jakarta, Lurusin.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa pembangunan 11 unit rumah susun (rusun) baru di ibu kota akan dibiayai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Da
Jakarta, Lurusin.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa pembangunan 11 unit rumah susun (rusun) baru di ibu kota akan dibiayai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pernyataan ini disampaikan di sela-sela kunjungannya ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).
Pramono menjelaskan, proyek ambisius ini akan dimulai secara bertahap. Dua rusun dari total 11 yang direncanakan akan menjadi prioritas pembangunan tahap pertama. "Kita akan segera memulai pengerjaan dua rusun di tahap awal, dan selanjutnya menyusul yang lainnya," tegasnya.
Anggaran APBD dan Transparansi
Keputusan menggunakan APBD sepenuhnya menunjukkan komitmen Pemprov DKI untuk menyediakan hunian terjangkau tanpa bergantung pada skema pembiayaan lain. Pramono menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. "Yang rusun 11 anggarannya dari APBD. Dan kita segera mulai dua rusun di awal," kutipnya seperti dilansir Lurusin.com.
"Yang rusun 11 anggarannya dari APBD. Dan kita segera mulai dua rusun di awal," kata Pramono.
Menurut Pramono, pembangunan rusun ini merupakan jawaban atas masih tingginya kebutuhan hunian vertikal di Jakarta. Data menunjukkan bahwa permintaan rusun di berbagai wilayah terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan terbatasnya lahan permukiman horizontal.
Fokus pada Hunian Layak
Pramono menambahkan, selain menambah ketersediaan unit, Pemprov DKI juga akan memastikan bahwa rusun yang dibangun memiliki standar kelayakan huni yang baik, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti ruang terbuka hijau, sarana olahraga, dan akses transportasi publik. "Kami ingin warga Jakarta bisa tinggal dengan nyaman dan layak di rusun ini," ucapnya.
Pembangunan rusun baru ini merupakan bagian dari program strategis Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Pramono Anung. Program ini diharapkan dapat mengurangi angka kekurangan hunian (backlog) dan mendorong pemerataan akses tempat tinggal yang sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan dimulainya dua rusun pertama, warga Jakarta dapat kembali menaruh harapan akan tersedianya hunian yang terjangkau di tengah dinamika perkotaan. Proyek ini akan diawasi secara ketat oleh inspektorat dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasannya, sehingga setiap perkembangan dapat diikuti secara terbuka.
Comments (0)