Prabowo Serahkan Angklung kepada PM Modi: Isyarat Diplomasi Budaya di Istana Merdeka
Jakarta – Suasana keakraban menyelimuti pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di
Jakarta – Suasana keakraban menyelimuti pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo menyerahkan sebuah cendera mata yang sarat nilai budaya: satu set angklung lengkap.
Penyerahan alat musik tradisional asal Jawa Barat itu dilakukan di sela-sela pembicaraan resmi. Angklung, yang terbuat dari bilah-bilah bambu dan menghasilkan nada saat digoyangkan, telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2010. Instrumen ini secara kolektif merepresentasikan harmoni, kerja sama, dan keselarasan — nilai-nilai yang senafas dengan semangat persahabatan antarnegara.
“Ini adalah hadiah kecil dari rakyat Indonesia untuk rakyat India. Angklung tidak bisa berbunyi indah jika dimainkan sendiri; ia memerlukan kolaborasi. Seperti hubungan kedua negara kita,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutan singkatnya.
PM Narendra Modi, yang dikenal memiliki apresiasi tinggi terhadap seni dan budaya, menerima langsung set angklung tersebut dengan antusias. Ia menyebut pemberian itu sebagai gestur yang menyentuh dan penuh makna simbolik. Modi bahkan mencoba memainkan beberapa not dasar dengan panduan singkat dari pengiring kesenian yang turut hadir di lokasi.
Konteks Kunjungan dan Agenda Strategis
Kunjungan resmi PM Modi ke Jakarta merupakan bagian dari lawatan Asia Tenggara yang juga mencakup Singapura dan Vietnam. Di Jakarta, agenda utama meliputi penguatan kerja sama di bidang ekonomi digital, transisi energi, ketahanan pangan, serta kolaborasi pertahanan maritim. Kedua negara juga membahas percepatan perjanjian perdagangan bilateral yang sempat tertunda.
Diplomasi budaya, seperti penyerahan angklung, dipandang sebagai pelengkap strategis bagi diskusi kebijakan tingkat tinggi. Para analis hubungan internasional menilai bahwa pendekatan semacam ini efektif dalam membangun kedekatan personal antar-pemimpin, yang pada gilirannya memperlancar proses negosiasi di ranah formal.
Makna Angklung sebagai Instrumen Diplomasi
Pilihan angklung sebagai hadiah kenegaraan bukanlah yang pertama kalinya. Pada KTT G20 di Bali (2022), Presiden Joko Widodo juga memberikan angklung kepada beberapa pemimpin dunia. Tradisi itu kini dilanjutkan Prabowo, menunjukkan kontinuitas upaya Indonesia menampilkan identitas budayanya di panggung global.
Secara teknis, angklung adalah alat musik multitonal yang hanya bisa menghasilkan melodi lengkap jika dimainkan secara gotong royong. Filosofi ini kerap digunakan dalam narasi diplomasi publik Indonesia untuk menegaskan pentingnya multilateralisme dan solidaritas internasional.
Menurut Sekretaris Kabinet, gestur sederhana ini justru menjadi bukti nyata hubungan Indonesia-India yang semakin matang. Kedua negara tahun ini merayakan 75 tahun hubungan diplomatik yang dimulai sejak 1951. Total volume perdagangan bilateral mencapai USD 45 miliar pada 2025, dengan target USD 60 miliar dalam dua tahun ke depan.
Dengan selesainya sesi pemberian cendera mata, Presiden Prabowo dan PM Modi melanjutkan pembicaraan tertutup yang dijadwalkan berlangsung selama hampir dua jam. Hasil pertemuan diperkirakan akan diumumkan dalam konferensi pers bersama di penghujung acara.
Comments (0)