Changan Lumin dan Deepal S07 Bandingkan Biaya Cas di Rumah vs SPKLU
Bagi pengguna kendaraan listrik, selain harga jual yang semakin bersaing, Total Cost of Ownership (TCO) menjadi fondasi keputusan pembelian. Dua model anda
Bagi pengguna kendaraan listrik, selain harga jual yang semakin bersaing, Total Cost of Ownership (TCO) menjadi fondasi keputusan pembelian. Dua model andalan Changan, Lumin dan Deepal S07, kini menjadi sorotan setelah simulasi biaya pengisian daya harian menunjukkan selisih signifikan antara pengecasan di hunian pribadi dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Informasi ini disusun berdasarkan rekam jejak konsumsi energi, kapasitas baterai, serta tarif dasar listrik dan SPKLU yang berlaku di Indonesia per awal 2026.
Harga Beli vs Total Biaya Kepemilikan
Lumin, city car mungil dengan harga di bawah Rp200 juta (varian terendah), kerap dipilih sebagai kendaraan kedua atau mobilitas perkotaan. Deepal S07—SUV crossover—berada di segmen berbeda dengan rentang harga Rp500–600 jutaan. Meski harga pembelian terpaut jauh, biaya operasional harian justru tidak selalu berbanding lurus. Perbedaan paling tajam justru muncul dari lokasi pengecasan, bukan dari efisiensi kendaraan itu sendiri.
Menurut data internal Changan Indonesia yang dikutip dalam sesi presentasi media, Lumin mengonsumsi 10,2 kWh per 100 km (sumber: tes efisiensi internal 2025), sementara Deepal S07 rata-rata mengonsumsi 17,8 kWh per 100 km. Keduanya menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan kapasitas berbeda: Lumin 17,6 kWh (jarak tempuh NEDC ±170 km), Deepal S07 66 kWh (jarak tempuh NEDC ±485 km).
Biaya Pengisian di Rumah: Hitungan per kWh
Tarif listrik untuk keperluan kendaraan listrik di rumah mengacu pada golongan R-1/TR 2.200 VA ke atas atau khusus EV, yang hingga saat ini masih berada di kisaran Rp1.650–Rp2.000 per kWh tergantung skema diskon off-peak dari PLN. Dengan asumsi tarif rata-rata Rp1.650/kWh, maka:
- Changan Lumin penuh (0–100% SOC) = 17,6 kWh × Rp1.650 = Rp29.040. Biaya per km: sekitar Rp170.
- Changan Deepal S07 penuh = 66 kWh × Rp1.650 = Rp108.900. Biaya per km: sekitar Rp225.
Angka ini belum memperhitungkan efisiensi charger onboard (rata-rata 90–95%) dan fluktuasi tarif per golongan. Namun tetap menjadi patokan dasar bahwa mengisi daya di rumah menawarkan biaya operasional yang sangat rendah dibandingkan kendaraan bensin sekelas.
Biaya di SPKLU: Seberapa Mahal Seli
Saat pengguna mengandalkan SPKLU DC fast charging, tarif yang berlaku merujuk pada skema Kementerian ESDM dan operator seperti PLN, Pertamina, atau swasta. Hingga awal 2026, tarif SPKLU fast charging umumnya berada di rentang Rp2.500–Rp3.200 per kWh, bergantung lokasi dan tingkat daya (50 kW vs 120 kW). Dalam simulasi ini digunakan tarif dasar Rp2.700/kWh sebagai rata-rata.
- Lumin penuh di SPKLU = 17,6 kWh × Rp2.700 = Rp47.520. Biaya per km: Rp280 — naik sekitar 64% dibanding pengecasan rumah.
- Deepal S07 penuh = 66 kWh × Rp2.700 = Rp178.200. Biaya per km: Rp367 — naik sekitar 63%.
“Kami merancang ekosistem kepemilikan EV sedemikian rupa agar TCO tetap terkendali. Mayoritas pengguna kami mengisi daya di rumah, dan biaya pengecasan harian tidak membuat lonjakan listrik signifikan. Angka-angka ini kami sampaikan transparan ke konsumen,” ujar Head of Product Changan Indonesia dalam sesi diskusi teknis.
Perhitungan ini menegaskan bahwa pengisian di SPKLU—meski lebih mahal—tetap menjadi opsi penting untuk perjalanan jarak jauh. Deepal S07 yang memiliki jangkauan lebih panjang justru lebih jarang bergantung pada SPKLU saat rute harian, sedangkan Lumin lebih cocok sebagai city car dengan pengecasan malam di rumah.
Dengan pemetaan biaya ini, calon pembeli dapat merencanakan total pengeluaran operasional dengan lebih akurat. Kunci penghematan tetap pada kebiasaan mengisi daya di rumah dan memanfaatkan tarif off-peak PLN.
Comments (0)