Prabowo Sebut Nama Panglima TNI dan Kapolri Susah Diganti karena Ada Unsur Namanya

Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan yang mengundang gelak tawa ribuan peserta saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Sports Center Limboto, Gorontalo. Momen

Jul 08, 2026 - 19:21
0 0
Prabowo Sebut Nama Panglima TNI dan Kapolri Susah Diganti karena Ada Unsur Namanya
Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan yang mengundang gelak tawa ribuan peserta saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Sports Center Limboto, Gorontalo. Momen itu terjadi ketika ia menyapa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di hadapan para petani dan nelayan yang memadati lokasi acara, Prabowo menyinggung keunikan nama kedua pemimpin tertinggi institusi pertahanan dan keamanan negara tersebut.

"Susah Kalau Diganti"

Prabowo menyadari bahwa nama belakang Panglima TNI dan Kapolri mengandung unsur yang identik dengan nama dirinya serta nama putra semata wayangnya. Ia pun menyampaikan dugaan bahwa hal itu membuat posisi keduanya tidak mudah untuk digeser.
"Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panglima TNI ada Subiyanto-nya, Kapolri ada Prabowo-nya. Susah kalau diganti ya,"
Pernyataan tersebut sontak disambut riuh tepuk tangan dan tawa dari hadirin yang hadir dalam acara akbar tahunan sektor pertanian dan kelautan itu. Jenderal Agus Subiyanto memiliki nama belakang "Subiyanto" yang mirip dengan nama Presiden Prabowo "Subianto". Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memiliki nama belakang yang persis sama dengan nama presiden.

Kebersamaan di Tengah Petani dan Nelayan

Kehadiran Prabowo bersama jajaran pimpinan TNI-Polri dalam acara Penas XVII ini menunjukkan sinergi erat antara pemerintah pusat, aparat keamanan, dan masyarakat akar rumput. Gubernur Gorontalo bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju turut mendampingi presiden dalam agenda yang berfokus pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani-nelayan tersebut. Penas XVII sendiri menjadi ajang silaturahmi nasional yang mempertemukan puluhan ribu petani, nelayan, penyuluh, dan pemangku kepentingan sektor agraris dari seluruh penjuru Tanah Air. Acara ini berlangsung meriah dengan berbagai pameran teknologi pertanian hingga diskusi tematik. Sementara itu, tawa renyah dan suasana cair yang tercipta dari guyonan presiden semakin mempererat keakraban antara pemimpin dan rakyat di gelaran akbar tersebut. Demikian laporan dari media kami, Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User