Prabowo Ajak India Kembangkan PLTS-Teknologi Nuklir
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengundang Pemerintah India untuk bersama-sama mengembangkan proyek energi baru terbarukan, yang mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan teknologi n
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengundang Pemerintah India untuk bersama-sama mengembangkan proyek energi baru terbarukan, yang mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan teknologi nuklir. Inisiatif ini dinilai krusial untuk memperkokoh kemandirian dan ketahanan energi bagi kedua negara di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat menerima kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026). Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral, Prabowo menekankan pentingnya alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor energi nuklir.
"Di tengah situasi global saat ini, kami juga mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan energi termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, juga saling tukar teknologi dan kapasitas di bidang teknologi nuklir," ujar Presiden Prabowo.
Langkah strategis ini diproyeksikan untuk mengurangi ketergantungan kedua negara pada sumber energi fosil. Dengan menggandeng India, Indonesia berharap dapat mengakselerasi pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat posisi tawar di sektor teknologi nuklir sipil. Kerja sama ini juga dipandang sebagai upaya konkret dalam menyongsong transisi energi berkelanjutan.
Pertemuan antara kedua pemimpin tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan di luar sektor energi, namun fokus pada pengembangan PLTS dan nuklir menjadi sorotan utama karena dampaknya yang signifikan terhadap keamanan pasokan listrik nasional di masa depan. Demikian informasi yang dihimpun media kami dari keterangan resmi istana. Tim redaksi Lurusin.com akan terus memantau perkembangan implementasi kerja sama energi antara Indonesia dan India ini.
Comments (0)