PPATK Ungkap Perputaran Uang Sindikat Judol Hayam Wuruk Tembus Rp 489 Miliar
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membeberkan skala masif aliran dana sindikat judi online yang beroperasi dari Gedung Hayam Wuruk Tower, Jakarta Barat. Dalam konferensi pers ya
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membeberkan skala masif aliran dana sindikat judi online yang beroperasi dari Gedung Hayam Wuruk Tower, Jakarta Barat. Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (26/6/2026), terungkap bahwa satu rekening kunci yang dikelola sindikat mencatat perputaran uang hingga Rp 489 miliar dalam kurun kurang dari empat tahun.
Jejak Digital dari Kartu ATM Tersangka
Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, menjelaskan kronologi pengungkapan ini bermula dari temuan fisik sederhana, namun krusial: sebuah kartu ATM milik salah satu tersangka yang diamankan Bareskrim Polri. “Ditemukan sebuah ATM yang selanjutnya dikembangkan oleh PPATK atas transaksi-transaksi dalam rekening tersebut,” ujarnya. Langkah pengembangan ini membuka pintu ke lorong gelap transaksi yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Berdasarkan penelusuran intensif, PPATK merekonstruksi aliran dana sejak 2022 hingga periode terkini. Angka Rp 489 miliar bukan sekadar nominal—ia mencerminkan volume operasi sindikat yang sanggup membersihkan puluhan miliar rupiah setiap bulan. Dana tersebut diduga kuat merupakan hasil setoran dan penarikan dari ribuan pemain judi online yang menjadi korban.
Kolaborasi Antar-Lembaga dan Peta Kejahatan
Temuan ini merupakan buah sinergi antara Bareskrim Polri dan PPATK, yang secara paralel membongkar infrastruktur kelembagaan dan jejak finansial sindikat. Menurut Danang, pengembangan dari satu rekening tersangka mampu memetakan jaringan transaksi yang melibatkan puluhan rekening penampung dan perantara, sekaligus mengidentifikasi modus pencucian uang yang digunakan. “Kolaborasi ini memungkinkan kami melacak pergerakan dana yang begitu cepat dan tersebar,” imbuhnya dalam kesempatan tersebut.
Operasi di Hayam Wuruk Tower sendiri menandai salah satu pusat kendali daring berskala besar. Dari bangunan komersial di jantung Jakarta Barat, tersangka menjalankan server, layanan pelanggan, dan sistem pembayaran yang terhubung dengan platform judi lintas negara. Data transaksi yang dianalisis PPATK menunjukkan pola penerimaan setoran kecil namun berulang—ciri khas bisnis judi online yang menyasar segmen masyarakat bawah—yang dalam akumulasi tahunan menjelma menjadi angka ratusan miliar rupiah.
Informasi yang dihimpun tim Lurusin.com di lapangan menyebutkan bahwa PPATK kini terus memperdalam analisis untuk menelusuri aliran dana yang mungkin telah mengalir ke luar negeri atau diinvestasikan ke dalam aset properti. Langkah pemblokiran dan pembekuan rekening terkait pun dilaporkan sedang berproses. Sementara itu, Bareskrim Polri masih mengembangkan pemeriksaan terhadap sejumlah tersangka yang telah ditahan, termasuk mengurai peran masing-masing dalam struktur sindikat judi online tersebut.
Comments (0)