Polri Geledah 12 Lokasi, Sita Emas dan Rp50 Miliar dalam Kasus Korupsi

Jakarta – Langkah besar dilakukan aparat penegak hukum. Sepanjang Rabu (15/5), tim penyidik menggelar operasi penggeledahan serentak di 12 titik berbeda. M

Jul 13, 2026 - 14:31
0 0
Polri Geledah 12 Lokasi, Sita Emas dan Rp50 Miliar dalam Kasus Korupsi

Jakarta – Langkah besar dilakukan aparat penegak hukum. Sepanjang Rabu (15/5), tim penyidik menggelar operasi penggeledahan serentak di 12 titik berbeda. Mulai dari rumah mewah di kawasan elite, kedai kopi, hingga tempat penukaran uang (money changer) tak luput dari sasaran. Hasilnya, polisi menyita emas batangan dan uang tunai yang nilainya ditaksir sedikitnya Rp50 miliar. Rangkaian penyitaan ini menjadi babak baru pengusutan dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara.

Kronologi Penggeledahan Serentak 12 Titik

  1. Pukul 07.00 WIB – Tim Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung bergerak ke rumah mewah di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Rumah itu diduga milik seorang pengusaha yang dekat dengan pejabat tinggi negara.
  2. Pukul 08.30 WIB – Penggeledahan berlanjut ke sebuah kafe di kawasan Kemang. Kafe yang kerap dijadikan tempat pertemuan tertutup ini diamankan sejumlah dokumen transaksi dan bon-bon mencurigakan.
  3. Pukul 10.15 WIB – Dua money changer di Blok M dan Kelapa Gading disegel sementara. Petugas menemukan uang tunai dalam mata uang asing yang diduga bagian dari aliran dana korupsi. Total uang tunai yang disita mencapai Rp20 miliar.
  4. Pukul 13.00 WIB – Apartemen mewah di kawasan SCBD dan sebuah kantor perusahaan logistik fiktif turut digeledah. Dari apartemen, disita 5 kilogram emas batangan bersertifikat yang disembunyikan di brankas.
  5. Sore hingga malam – Empat lokasi lain, termasuk gudang penyimpanan di Cikarang dan dua rumah di Bekasi, digeledah tanpa perlawanan. Barang bukti lain berupa kendaraan mewah dan perhiasan bernilai miliaran turut diamankan.

Kepala Divisi Humas Polri, Komisaris Jenderal Arya Wicaksana, menyatakan operasi ini merupakan pengembangan dari penyidikan yang sudah berjalan tiga bulan. “Kami bergerak setelah mendapat cukup bukti untuk meminta izin penggeledahan. Total ada 12 lokasi yang kami sasar hari ini. Semuanya tanpa perlawanan,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis dini hari.

“Ini baru langkah awal. Barang bukti yang kami amankan signifikan. Kami belum bisa menyebut nama tersangka karena masih dalam proses pendalaman, namun satu hal pasti: pelaku akan kami jerat dengan pasal-pasal berat,” tegas Arya.

Dugaan Aliran Dana ke Pihak Terafirmasi

Sumber internal penyidik yang enggan disebutkan namanya membisikkan bahwa kasus ini terkait proyek pengadaan infrastruktur di salah satu kementerian. Nilai proyek tersebut mencapai Rp800 miliar, dan diduga terjadi markup serta suap ke sejumlah pejabat. “Yang menarik, emas batangan yang kami sita berasal dari perusahaan afiliasi. Ada dugaan dana negara dikonversi menjadi logam mulia untuk menyamarkan jejak,” ungkap sumber tersebut.

Penyidik kini tengah mengidentifikasi lebih dari 20 rekening bank yang dibekukan sementara. Pola transaksi mencurigakan menunjukkan adanya transfer ke beberapa entitas di luar negeri, termasuk Singapura dan Hong Kong. Tim juga bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana tersebut.

Fokus pada Otak Pelaku

Meski nama tersangka belum diumumkan secara resmi, sejumlah kalangan menduga bahwa pengusaha berinisial BS dan seorang pejabat setingkat direktur jenderal di kementerian terkait menjadi pihak yang paling bertanggung jawab. Keduanya disebut-sebut sudah dicekal namun belum ditahan. “Kami ingin mengumpulkan seluruh alat bukti dulu. Jangan sampai ada celah bagi mereka untuk melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,” kata Arya menambahkan.

Pengacara dari salah satu pihak yang rumahnya digeledah, saat dikonfirmasi, menolak berkomentar banyak. “Klien kami kooperatif. Kami serahkan semua ke proses hukum,” ujarnya singkat.

Masyarakat kini menanti langkah selanjutnya dari aparat. Sebab, kasus ini disebut-sebut bisa menjerat lebih dari 10 orang sebagai tersangka. Dengan pengamanan barang bukti yang masif, penyidik optimistis kasus akan segera terang benderang. “Ini pengingat bagi siapa pun yang bermain api dengan uang rakyat,” kata Arya menutup pernyataannya.

[SOCIAL_TWEET]: Polri gempur 12 lokasi sekaligus! Dari rumah mewah hingga money changer digeledah. Emas batangan & Rp50 miliar diamankan. Siapa dalang di balik korupsi proyek Rp800 M? #BerantasKorupsi #Polri #EmasBatangan[SOCIAL_TG]: 🔍 Skandal korupsi: 12 lokasi digeledah! 💰 Uang Rp50 M + emas batangan sitaan. 🚔 Polri cegah calon tersangka kabur. Info lengkap ada di dalam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User