Polres Serang Ungkap Kronologi Meninggalnya Tahanan Kasus Pencurian

Seorang tahanan kasus pencurian kendaraan bermotor di Kepolisian Resor Serang meninggal dunia saat menjalani masa penahanan. Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa penyebab kematian murni berasal dar...

Jul 13, 2026 - 08:12
0 0
Polres Serang Ungkap Kronologi Meninggalnya Tahanan Kasus Pencurian

Seorang tahanan kasus pencurian kendaraan bermotor di Kepolisian Resor Serang meninggal dunia saat menjalani masa penahanan. Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa penyebab kematian murni berasal dari gangguan fungsi organ jantung yang dialami oleh yang bersangkutan, bukan akibat dari prosedur penahanan atau tindakan kekerasan. Peristiwa ini sempat memicu tanda tanya publik, sehingga aparat merilis kronologi detail untuk menjernihkan informasi.

Kronologi Penangkapan dan Penahanan

Pria berinisial AN (34) tersebut diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Serang pada Senin dini hari, setelah diduga terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Ciruas. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti dan tersangka langsung dibawa ke Mapolres untuk proses pemeriksaan. Setelah menjalani pemeriksaan awal dan ditetapkan sebagai tersangka, AN ditempatkan di ruang tahanan umum sekitar pukul 04.30 WIB. Pengecekan kesehatan standar terhadap tahanan baru saat itu juga dilakukan oleh petugas jaga, termasuk pengukuran tekanan darah dan wawancara singkat mengenai riwayat penyakit. AN menyampaikan keluhan ringan berupa pusing dan sedikit nyeri di bagian dada, namun kondisi tersebut dianggap tidak terlalu mengkhawatirkan berdasarkan respons awal.

Perkembangan Kondisi Kesehatan di Dalam Sel

Sekitar pukul 09.00 WIB, AN kembali mengeluhkan rasa tidak nyaman di dada yang semakin kuat disertai sesak napas. Petugas piket segera memberikan pertolongan pertama dengan memposisikan tahanan dalam keadaan istirahat dan melonggarkan pakaiannya. Melihat gejala yang tidak kunjung mereda, petugas membawa AN ke klinik kesehatan internal Polres Serang. Di klinik, tenaga medis memeriksa tanda vital dan memberikan oksigen, sambil merekomendasikan rujukan ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat. Sekira 30 menit kemudian, ambulans tiba dan AN dievakuasi menuju RSUD dr. Drajat Prawiranegara.

Detik-Detik Meninggal dan Penjelasan Medis

Setibanya di IGD pada pukul 10.15 WIB, tim dokter segera melakukan resusitasi karena kondisi AN sudah sangat melemah dan detak jantung tidak stabil. Sayangnya, meskipun upaya medis maksimal telah diberikan, pria tersebut dinyatakan meninggal pada pukul 10.50 WIB. Hasil pemeriksaan awal oleh dokter jaga menyebutkan adanya indikasi serangan jantung akut yang diperparah oleh kemungkinan penyempitan pembuluh darah koroner yang sebelumnya tidak terdeteksi. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau cedera luar pada tubuh almarhum, sehingga kematian dikategorikan sebagai kejadian medis murni.

Pernyataan Resmi Polres Serang

Kepala Bagian Operasi Polres Serang menegaskan dalam konferensi pers bahwa penyebab utama meninggalnya tahanan adalah masalah pada organ jantung yang bersifat internal. "Setelah kami lakukan olah tempat kejadian, koordinasi dengan dokter, dan review dokumentasi CCTV, tidak ada indikasi pelanggaran prosedur penahanan yang memicu kematian tersebut," jelasnya. Polisi juga menambahkan bahwa keluarga almarhum telah dihubungi dan diberikan transparansi penuh atas hasil pemeriksaan sementara, sambil menunggu keluarnya visum et repertum resmi dari rumah sakit untuk memperkuat kesimpulan medis.

Respons Keluarga dan Langkah Lanjutan

Pihak keluarga sempat mempertanyakan kronologi kejadian, terutama terkait pengabaian keluhan awal yang disampaikan oleh AN. Kepolisian menanggapi bahwa hasil pengecekan awal tidak menunjukkan indikasi darurat, dan gejala yang timbul belakangan berkembang sangat cepat sehingga di luar prediksi. Guna menjaga objektivitas, Polres Serang menyatakan siap menyerahkan hasil investigasi internal kepada Propam serta membuka ruang bagi autopsi apabila keluarga menghendaki. Saat ini jenazah masih dalam proses administrasi untuk diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh satuan penjaga tahanan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan tahanan, termasuk deteksi dini terhadap penyakit tidak menular yang seringkali tanpa gejala jelas. Polres Serang berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme skrining kesehatan sebelum dan selama masa penahanan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User