Pimpinan BGN Sambangi KPK Bahas Pencegahan Korupsi

Jakarta, Lurusin.com – Jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan resmi ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta awal pekan ini untuk membahas langkah-langkah pen

Jul 07, 2026 - 22:53
0 0
Pimpinan BGN Sambangi KPK Bahas Pencegahan Korupsi

Jakarta, Lurusin.com – Jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan resmi ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta awal pekan ini untuk membahas langkah-langkah pencegahan korupsi di lingkungan lembaga baru tersebut. Pertemuan ini menjadi bukti komitmen BGN dalam membangun sistem tata kelola yang bersih sejak awal berdirinya.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, didampingi sejumlah pejabat tinggi lainnya, diterima langsung oleh pimpinan KPK. Dalam pertemuan tertutup itu, kedua belah pihak berdiskusi mengenai potensi risiko korupsi dalam pengelolaan program gizi nasional, terutama yang menyangkut pengadaan logistik, distribusi bantuan pangan, serta pengelolaan anggaran besar yang dialokasikan pemerintah.

Penguatan Sistem Internal

Menurut informasi yang dihimpun media kami, fokus utama pembahasan adalah pembangunan sistem pengendalian internal yang ketat di BGN. Dadan Hindayana menyampaikan bahwa BGN ingin belajar dari praktik terbaik KPK dalam menerapkan sistem manajemen anti-penyuapan, pengawasan pengadaan, dan pelaporan gratifikasi.

Pimpinan BGN menegaskan, kolaborasi dengan KPK merupakan langkah awal yang penting untuk mewujudkan tata kelola lembaga yang transparan. Hal ini ditekankannya saat memberikan pernyataan usai pertemuan.

"Kami bertekad menjadikan BGN sebagai institusi yang transparan dan akuntabel. Karena itu, kami sangat memerlukan pendampingan dari KPK, terutama dalam merancang rencana aksi pencegahan korupsi yang sesuai dengan karakteristik program gizi."

Pimpinan KPK, yang diwakili oleh Wakil Ketua KPK, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pencegahan sejak dini pada lembaga baru merupakan langkah strategis yang akan mengurangi celah terjadinya tindak pidana korupsi di kemudian hari. KPK siap memberikan asistensi dalam bentuk review kebijakan, penyusunan kode etik pegawai, serta bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa.

Program Gizi Nasional Rawan Penyimpangan

BGN mengelola sejumlah program prioritas nasional, termasuk program makan siang gratis untuk anak sekolah dan ibu hamil, serta bantuan pangan untuk daerah rawan gizi. Anggaran yang dikelola mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun. Besarnya dana itu dinilai rentan terhadap praktik mark-up, penggelembungan harga, hingga penyelewengan distribusi.

Oleh sebab itu, dalam pertemuan tersebut, BGN dan KPK sepakat untuk membentuk satuan tugas bersama yang akan memantau secara langsung proses pengadaan di lapangan. Satgas ini akan dilengkapi dengan kanal pengaduan masyarakat yang mudah diakses dan dilindungi kerahasiaannya.

Kedepannya, BGN juga berencana menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan KPK untuk memperkuat kerangka hukum kerja sama pencegahan. Ruang lingkup MoU mencakup pertukaran data, sosialisasi antikorupsi ke seluruh jajaran BGN di pusat dan daerah, serta audit kepatuhan secara berkala.

"Kami tidak ingin ada satu rupiah pun anggaran gizi yang diselewengkan. Kolaborasi dengan KPK ini adalah wujud nyata keseriusan kami untuk menjaga kepercayaan publik," tegas Dadan.

Kunjungan ini menjadi kali pertama bagi BGN setelah resmi beroperasi penuh awal tahun lalu. Ke depan, kedua lembaga akan menggelar rapat teknis lanjutan guna merinci langkah implementasi, termasuk penyusunan indikator kinerja antikorupsi yang terukur. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kerugian negara sekaligus memastikan bantuan gizi tepat sasaran dan bebas dari kongkalikong.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User