Pihak Ruben Onsu soal Sarwendah Ramai Diboikot
Di tengah memanasnya seruan boikot terhadap Sarwendah di media sosial, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan tanggapan resmi melalui sesi konferensi video. Dalam keterangan yang diterim
Di tengah memanasnya seruan boikot terhadap Sarwendah di media sosial, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan tanggapan resmi melalui sesi konferensi video. Dalam keterangan yang diterima Lurusin.com, Minola menyatakan bahwa aksi pemboikotan yang dialamatkan kepada Sarwendah merupakan konsekuensi atas pernyataan dan tindakannya di ranah publik.
"Pemboikotan merupakan konsekuensi dari apa yang dilakukan atau apa yang disampaikannya di ruang publik. Yang mana, hal itu mungkin mencederai keadilan atau membuat netizen tidak simpatik," kata Minola Sebayang melalui zoom, kemarin.
Meski Minola menegaskan bahwa pemboikotan adalah reaksi wajar dari publik, ia enggan memberikan komentar lebih jauh saat ditanya lebih lanjut mengenai polemik tersebut. Menurutnya, saat ini fokus utama tim kuasa hukum adalah menuntaskan permasalahan hukum yang sedang dihadapi Ruben Onsu. "Saya tidak ingin berkomentar lebih jauh. Kami sedang fokus pada masalah yang sedang dihadapi klien kami," tegasnya.
Seruan boikot terhadap Sarwendah sendiri mencuat setelah sejumlah pernyataan dan unggahannya di media sosial dinilai kontroversial oleh sebagian besar warganet. Banyak pihak menilai bahwa sikapnya tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan dan justru memicu simpati negatif dari publik. Alhasil, tagar boikot ramai menjadi trending topic dan memantik diskusi di berbagai platform.
Sejumlah pengamat media menilai bahwa fenomena boikot oleh netizen semakin sering terjadi sebagai bentuk kontrol sosial atas figur publik. Dalam hal ini, netizen merasa memiliki peran untuk mengekspresikan ketidaksetujuan mereka secara kolektif. Namun, di sisi lain, aksi boikot juga kerap menimbulkan dampak psikologis dan karier bagi pihak yang menjadi sasaran.
Sementara itu, pihak Ruben Onsu melalui Minola menegaskan bahwa mereka tidak akan terlibat lebih jauh dalam pusaran kontroversi tersebut dan memilih untuk menyerahkan sepenuhnya kepada penilaian publik. "Biarlah masyarakat yang menilai. Kami akan tetap fokus pada proses hukum yang sedang berjalan," tambah Minola.
Hingga berita ini diturunkan, Lurusin.com masih berupaya mengonfirmasi pihak Sarwendah untuk meminta tanggapan resmi atas seruan boikot tersebut. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terkini kepada pembaca. (Lurusin.com)
Comments (0)