Petugas Gulkarmat Evakuasi Belasan Wisatawan Terombang-ambing di Perairan Pulau Bokor

Kepulauan Seribu Selatan, Lurusin.com — Sebanyak belasan wisatawan dievakuasi dari sebuah kapal wisata yang mengalami gangguan teknis di perairan sekitar P

Jul 13, 2026 - 13:46
0 0
Petugas Gulkarmat Evakuasi Belasan Wisatawan Terombang-ambing di Perairan Pulau Bokor

Kepulauan Seribu Selatan, Lurusin.com — Sebanyak belasan wisatawan dievakuasi dari sebuah kapal wisata yang mengalami gangguan teknis di perairan sekitar Pulau Bokor, kawasan Pulau Pari, pada Sabtu siang. Kapal yang mengangkut para pelancong itu sempat terombang-ambing selama hampir dua jam sebelum petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) tiba di lokasi.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan pelayaran di destinasi wisata bahari Kepulauan Seribu yang semakin ramai dikunjungi saat akhir pekan.

Kronologi: Mesin Mati di Tengah Lautan

Menurut keterangan petugas, musibah bermula sekitar pukul 11.30 WIB ketika kapal bermotor yang membawa rombongan wisatawan dari Pantai Marina, Ancol, tiba-tiba kehilangan tenaga di dekat Pulau Bokor. Kapten kapal melaporkan bahwa mesin utama mengalami gangguan yang tak bisa segera diatasi, sementara arus laut mulai mendorong kapal menjauh dari jalur aman.

Berikut rekonstruksi detik-detik kejadian berdasarkan laporan yang diterima Pos Penyelamatan Gulkarmat Kepulauan Seribu:

  1. 11.30 WIB — Kapal wisata dengan 14 penumpang dan 2 awak kapal kehilangan kendali setelah mesin mati mendadak di perairan timur Pulau Bokor.
  2. 11.50 WIB — Permintaan bantuan diterima melalui radio maritim oleh petugas Suku Dinas Perhubungan Kepulauan Seribu yang kemudian meneruskan informasi ke pos Gulkarmat terdekat.
  3. 12.15 WIB — Satu unit perahu karet (rubber boat) diturunkan dengan tiga personel penyelamat menuju titik koordinat yang dilaporkan.
  4. 13.10 WIB — Tim tiba di lokasi dan segera mengevakuasi seluruh wisatawan ke Pulau Pari, lokasi aman terdekat, menggunakan perahu karet secara bertahap.
  5. 13.30 WIB — Seluruh korban berhasil dievakuasi tanpa luka berarti, meski sebagian mengalami kelelahan dan dehidrasi ringan akibat terombang-ambing di bawah terik matahari.

Kepanikan di Tengah Gelombang

Beberapa wisatawan yang dievakuasi mengaku sempat panik saat kapal mulai oleng diterpa ombak dan angin timur yang cukup kencang. “Kapal tidak bisa dikendalikan, kami hanya bisa berdoa sambil berpegangan erat. Anak-anak mulai menangis,” ujar Rina (34), salah seorang penumpang, saat ditemui di dermaga Pulau Pari.

Petugas Gulkarmat yang memimpin operasi penyelamatan menyatakan bahwa kondisi arus dan angin memang cukup menantang. “Saat kami sampai, kapal sudah bergerak sekitar setengah mil dari posisi awal. Kami langsung melakukan evakuasi secara bertahap menggunakan rubber boat, prioritas perempuan dan anak-anak dulu,” jelas Komandan Regu Penyelamat, Ahmad Fauzi.

Respons Cepat Cegah Potensi Laka Laut

Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Satriadi Gunawan, mengapresiasi kecepatan respons petugas yang berhasil mengevakuasi seluruh korban dalam waktu kurang dari setengah jam setelah tiba di lokasi. “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Ini berkat koordinasi lintas instansi yang semakin baik, terutama dengan Syahbandar dan Dinas Perhubungan,” katanya dalam keterangan tertulis.

Meski demikian, Satriadi mengingatkan bahwa insiden serupa berpotensi menimbulkan kecelakaan laut fatal jika tidak ditangani dengan standar yang tepat. Pihaknya mendorong agar setiap operator kapal wisata memeriksa kondisi mesin secara berkala dan melengkapi armada dengan alat keselamatan yang memadai, seperti pelampung tambahan dan radio komunikasi cadangan.

Pentingnya Edukasi Keselamatan Bahari

Perairan Kepulauan Seribu Selatan, termasuk Pulau Bokor dan Pulau Pari, memang dikenal memiliki arus yang bisa berubah tiba-tiba. Kombinasi faktor cuaca dan keterbatasan teknis kapal kecil kerap menjadi penyebab kegentingan di laut. Berdasarkan data Gulkarmat, sepanjang tahun berjalan ini tercatat sedikitnya delapan kasus penyelamatan kapal wisata di wilayah administrasi Kepulauan Seribu, naik dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, selain penegakan aturan oleh otoritas perhubungan, wisatawan juga diimbau agar tidak ragu memastikan kondisi kapal dan ketersediaan alat keselamatan sebelum berlayar. “Kalau ragu dengan kondisi kapal, lebih baik cari operator lain. Keselamatan tidak bisa ditawar,” pesan Satriadi.

Hingga berita ini diturunkan, kapal yang mengalami gangguan masih dalam proses penarikan oleh kapal tunda menuju Pelabuhan Marina Ancol untuk pemeriksaan lebih lanjut. Seluruh wisatawan telah dipulangkan dengan selamat ke Jakarta menggunakan kapal pengganti yang disediakan oleh operator wisata.

Insiden ini menjadi cermin bahwa keindahan destinasi bahari harus diimbangi dengan kesiapan teknis dan sikap waspada. Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap armada wisata yang beroperasi di kawasan rawan agar peristiwa serupa tidak lagi menempatkan nyawa para pelancong di ujung ketidakpastian.

[SOCIAL_TWEET]: Belasan wisatawan dievakuasi setelah kapal mereka terombang-ambing 2 jam di perairan Pulau Bokor. Tim Gulkarmat bergerak cepat dan menyelamatkan semua penumpang tanpa luka berarti. Keselamatan bahari harus jadi prioritas. #EvakuasiLaut #KepulauanSeribu #Gulkarmat[SOCIAL_TG]: 🆘🚤 Belasan wisatawan terselamatkan dari kapal mati mesin di Pulau Bokor. Tim Gulkarmat evakuasi semua dalam 20 menit. Tak ada korban jiwa, tapi jadi alarm penting buat operator wisata bahari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User