Peti Jenazah Ali Khamenei Diarak Keliling Teheran
Lurusin.com, Teheran — Iran menggelar prosesi pemakaman yang sarat emosi dan khidmat untuk pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, di ibu kota Teheran pada hari ini. Jutaan pelayat tum
Lurusin.com, Teheran — Iran menggelar prosesi pemakaman yang sarat emosi dan khidmat untuk pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, di ibu kota Teheran pada hari ini. Jutaan pelayat tumpah ke jalan-jalan utama kota, memadati rute yang dilalui peti jenazah sang pemimpin spiritual, untuk memberikan penghormatan terakhir.
Berdasarkan laporan tim kami di lapangan, prosesi dimulai sejak pagi hari waktu setempat, dengan peti jenazah yang dibalut bendera nasional Iran diarak menggunakan kendaraan militer yang dihias khusus. Rombongan bergerak perlahan melintasi jalan-jalan protokol di pusat Teheran, diiringi lantunan ayat suci Al-Quran dan ratapan para pelayat yang sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam.
"Ini adalah momen paling mengharukan dalam sejarah Republik Islam. Kami kehilangan seorang ayah, pemimpin, dan pelindung revolusi," ujar seorang pejabat tinggi yang hadir dalam prosesi tersebut kepada media kami.
Khamenei, yang menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran selama lebih dari tiga dekade, wafat pada usia lanjut setelah sebelumnya dikabarkan mengalami gangguan kesehatan serius. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Iran dan komunitas Syiah di seluruh dunia.
Pemerintah Iran telah mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari. Bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh negeri, dan sejumlah kegiatan publik dibatalkan sebagai bentuk penghormatan. Pemakaman resmi dijadwalkan akan berlangsung di kompleks mausoleum khusus yang telah dipersiapkan di bagian selatan Teheran, yang menurut rencana akan menjadi tempat peristirahatan terakhir Khamenei.
Prosesi ini juga menarik perhatian dunia internasional, dengan banyak pemimpin negara dan diplomat asing menyampaikan belasungkawa. Dewan Ahli Iran diperkirakan akan segera menggelar sidang darurat untuk menentukan siapa yang akan menggantikan posisi Khamenei sebagai pemimpin tertinggi, mengingat perannya yang sangat sentral dalam sistem politik Iran.
Comments (0)