Pesenggiri Festival 2026, Panggung Pelestarian Jajan Pasar Khas Lampung

Festival Pesenggiri 2026 hadir sebagai ruang temu antara tradisi dan masa depan, menghadirkan sosok maestro jajan pasar Oma Lanny Rustan serta kolaborasi strategis dengan PT Gunung Madu Plantations. I...

Jul 12, 2026 - 15:02
0 0

Festival Pesenggiri 2026 hadir sebagai ruang temu antara tradisi dan masa depan, menghadirkan sosok maestro jajan pasar Oma Lanny Rustan serta kolaborasi strategis dengan PT Gunung Madu Plantations. Inisiatif ini bukan sekadar gelaran kuliner, melainkan upaya serius merawat memori kolektif masyarakat Lampung melalui penganan tradisional yang kian tergerus zaman.

Menggali Akar Jajan Pasar Lampung

Jajan pasar bagi masyarakat Lampung melampaui definisi kudapan ringan. Setiap gigitan kue lapis legit, serabi kuah santan, atau lepat bugis menyimpan filosofi luhur: simbol gotong royong, penghormatan terhadap alam, dan doa-doa yang terpatri dalam setiap proses pembuatannya. Bahan baku lokal seperti tepung beras ketan, gula aren cair, kelapa parut, dan daun pandan menjadi nyawa yang menghidupkan cita rasa otentik warisan leluhur. Sayangnya, gempuran produk pabrikan serta minimnya regenerasi pembuat jajan pasar membuat pengetahuan tradisional ini terancam punah.

Oma Lanny Rustan, Sang Penjaga Resep Kuno

Di tengah gelombang modernisasi, Oma Lanny Rustan berdiri teguh. Perempuan berusia 72 tahun asal Telukbetung ini bukan sekadar penjual kue; ia adalah perpustakaan hidup yang menyimpan puluhan resep jajan pasar warisan keluarga sejak awal abad ke-20. Keahliannya meracik adonan tanpa takaran tertulis—hanya mengandalkan rasa dan intuisi—menjadikannya rujukan bagi para pegiat kuliner tradisional. Dalam Pesenggiri Festival 2026, Oma Lanny akan membuka sesi demo memasak interaktif, membagikan teknik membungkus kue putu bambu dan menyelaraskan kemanisan gula aren Sungkai, varietas unggul binaan PT Gunung Madu Plantations.

Peran Korporasi dalam Rantai Pelestarian

Keterlibatan PT Gunung Madu Plantations (GMP) bukan sekadar penempatan logo sponsor. Perusahaan perkebunan tebu terintegrasi ini memiliki kepentingan langsung terhadap keberlangsungan pasar bahan baku kue tradisional. GMP telah mengembangkan program “Gula Aren Lestari” yang memberdayakan petani di Kabupaten Lampung Tengah untuk memproduksi gula aren berkualitas premium tanpa merusak hutan aren. Dalam festival, GMP menandatangani nota kesepahaman dengan komunitas jajan pasar untuk menjamin pasokan bahan baku bersertifikasi serta pendampingan teknis pengolahan higienis. “Kami ingin memastikan bahwa setiap butir kue yang dijajakan di pasar tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki rantai pasok yang adil dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama GMP, Andi Susanto.

Festival yang Melampaui Panggung

Pesenggiri Festival 2026 tidak hanya menyajikan jajan pasar sebagai objek konsumsi. Pengunjung diajak menyusuri Pasar tempo dulu, sebuah instalasi yang merekonstruksi suasana pasar tradisional Lampung era 1950-an dengan gerobak kayu, anyaman bambu, dan alunan musik gambus. Di sudut lain, terdapat laboratorium mini yang memamerkan proses fermentasi tapai singkong dan pengolahan tepung sagu, mengajak generasi muda memahami sains di balik kuliner warisan. Panitia juga menggelar kompetisi bagi siswa SMK tata boga untuk mengkreasikan jajan pasar fusion—sebuah strategi halus menjembatani selera milenial tanpa mengorbankan identitas.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski festival mendapat sambutan hangat, tantangan mendasar tetap mengintai. Regenerasi pembuat jajan pasar belum berjalan optimal; banyak perajin yang enggan menurunkan ilmu karena stigma pekerjaan berpenghasilan rendah. Di sinilah kolaborasi Oma Lanny dan GMP berperan: GMP berkomitmen menyediakan beasiswa pelatihan bagi anak muda yang ingin mendalami bisnis jajan pasar, sementara Oma Lanny menyatakan siap menerima magang di dapur tradisionalnya. “Resep ini bukan milik saya. Ini milik Lampung. Saya hanya titipan,” tuturnya dengan mata berbinar.

Jajan Pasar dan Ekonomi Kreatif

Data dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung menunjukkan bahwa subsektor kuliner menyumbang 34% dari total pendapatan ekonomi kreatif provinsi pada 2025. Namun, kontribusi jajan pasar tradisional masih kurang dari 5%, kalah bersaing dengan kafe dan restoran modern. Festival ini menjadi momentum untuk mereposisi jajan pasar sebagai produk budaya premium. Pengemasan yang apik, sertifikasi higienis, dan pemasaran digital melalui e-commerce lokal mulai diperkenalkan kepada para perajin. Dua puluh perajin binaan telah mengikuti pelatihan fotografi produk dan manajemen media sosial selama festival berlangsung.

Simpul Kolaborasi yang Berakar

Pada akhirnya, Pesenggiri Festival 2026 bukanlah titik akhir. Ia adalah simpul awal dari jaringan kolaborasi yang lebih luas antara maestro kuliner, korporasi, pemerintah, dan generasi muda. Oma Lanny Rustan telah membuktikan bahwa warisan budaya bukan beban, melainkan modal. PT Gunung Madu Plantations menunjukkan bahwa keberpihakan pada tradisi dapat berjalan selaras dengan logika bisnis. Tinggal bagaimana kita, sebagai penikmat jajan pasar, turut menjadi bagian dari narasi pelestarian—dengan membeli, mempelajari, dan membanggakan kue-kue mungil yang telah menempuh perjalanan panjang dari dapur nenek moyang hingga ke tangan kita.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User