Persija EPA Gelar Latihan Fisik dan Seleksi Pemain Sambut Musim Baru
Suasana di salah satu lapangan latihan milik Persija Jakarta, Kamis pagi, berubah menjadi ajang pembuktian awal. Puluhan pemain muda berkumpul bukan untuk
Suasana di salah satu lapangan latihan milik Persija Jakarta, Kamis pagi, berubah menjadi ajang pembuktian awal. Puluhan pemain muda berkumpul bukan untuk pemanasan biasa, melainkan untuk menjalani rangkaian tes dan program fisik yang menandai dimulainya persiapan resmi Persija Elite Pro Academy (EPA) untuk musim kompetisi 2026/2027. Manajemen akademi mengonfirmasi bahwa seluruh agenda awal akan tertuju pada dua pilar: peningkatan kapasitas fisik dan penjaringan pemain secara ketat — fondasi yang diyakini akan membentuk Macan Muda Jakarta yang kompetitif.
Fokus Latihan Fisik Sejak Hari Pertama
Berdasarkan pantauan di lokasi, parameter yang diukur pada sesi perdana mencakup vo2 max, kecepatan sprint 30 meter, kelincahan, dan kekuatan otot inti. Tes ini berlangsung di bawah supervisi langsung tim pelatih dan staf medis akademi. Hasil dari setiap pemain tercatat dalam basis data individual yang akan menjadi acuan program periodisasi selama pramusim.
Pendekatan ini menegaskan bahwa Persija EPA tidak memberi ruang bagi pemain yang datang tanpa kesiapan fisik memadai. “Kami membutuhkan mesin, bukan sekadar talenta mentah. Pemain yang tidak mencapai ambang batas indikator kebugaran akan otomatis tersingkir dari skuad inti,” tegas salah satu anggota staf pelatih dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Seleksi Terbuka, Tahap Demi Tahap
Seiring berjalannya program fisik, proses seleksi digelar secara paralel. Akademi membuka pintu bagi pemain dari berbagai daerah, namun sistem promosi internal juga tetap dijalankan — menghubungkan pemain dari sekolah sepak bola binaan Persija langsung ke jenjang EPA. Setiap kandidat wajib melewati tiga tahap: penyaringan administratif dan medis, uji keterampilan teknik, serta simulasi pertandingan kecil.
“Kami tidak mencari pemain yang sekadar bagus di latihan. Kami mencari mereka yang bisa membaca transisi permainan dengan cepat dan tahan terhadap tekanan,” ungkap Direktur Teknik akademi dalam rilis resminya.
Pernyataan itu mengindikasikan bahwa standar teknis dan taktikal juga dinaikkan. Pada edisi seleksi tahun ini, penilaian tidak hanya berdasarkan jumlah gol atau dribel sukses, melainkan juga data heat map dan metrik pressing — sebuah langkah yang memperlihatkan modernisasi pendekatan pembinaan di internal Persija.
Target Kembali ke Papan Atas
Persija Elite Pro Academy musim lalu gagal menembus babak final di kompetisi EPA U-18 dan U-20. Hasil itu menjadi bahan bakar bagi manajemen untuk melakukan perombakan total dalam filosofi latihan dan rekrutmen. Dalam dokumen perencanaan yang diakses Lurusin, tercatat target minimal tim adalah menembus fase final di dua kelompok umur sekaligus, serta menyumbang minimal tiga pemain ke skuad senior Persija akhir musim depan.
Untuk mencapai target tersebut, program latihan tidak hanya berhenti pada fisik dan seleksi. Setelah tahap ini rampung, tim akan menjalani pemusatan latihan taktikal tertutup selama tiga pekan sebelum turun di laga uji coba. Meski demikian, akademi belum merilis daftar lawan sparring resmi.
Dengan kombinasi seleksi ketat, standar kebugaran tinggi, dan evaluasi berbasis data, Persija EPA sedang membangun ulang fondasi yang sempat goyah. Apakah langkah ini cukup untuk mengembalikan dominasi Macan Muda? Jawabannya baru akan terlihat saat kompetisi sesungguhnya bergulir.
Comments (0)