Pemukim Israel Serbu Masjid Al Aqsa dan Rusak Sekolah di Yerusalem Timur

YERUSALEM TIMUR — Ketegangan di Yerusalem Timur kembali memuncak setelah ratusan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa pada Selasa pagi. Aksi pro

Jul 17, 2026 - 14:50
0 0
Pemukim Israel Serbu Masjid Al Aqsa dan Rusak Sekolah di Yerusalem Timur

YERUSALEM TIMUR — Ketegangan di Yerusalem Timur kembali memuncak setelah ratusan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa pada Selasa pagi. Aksi provokatif yang disertai pelantunan lagu-lagu dan slogan bernada ekstremis itu memicu bentrokan dengan warga Palestina dan menambah daftar panjang pelanggaran di wilayah pendudukan.

Kronologi Penyergapan Al Aqsa

Berdasarkan laporan saksi mata dan otoritas Palestina, gelombang pemukim Israel mulai memasuki kompleks Masjid Al Aqsa sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Mereka datang secara bergelombang melalui Gerbang Al-Magharibe dengan pengawalan ketat tentara Israel.

  1. Pukul 07.00 WIB — Ratusan pemukim mulai berdatangan ke kompleks masjid dengan membawa bendera Israel.
  2. Pukul 07.30 WIB — Pemukim mulai melantunkan lagu-lagu religius dan slogan provokatif di dalam halaman masjid.
  3. Pukul 08.15 WIB — Bentrokan pecah antara pemukim dan warga Palestina yang berusaha mempertahankan kesucian masjid.
  4. Pukul 09.00 WIB — Tentara Israel menambah pasukan dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
  5. Pukul 10.30 WIB — Beberapa sekolah di lingkungan Silwan dan Sheikh Jarrah dilaporkan mengalami kerusakan akibat bentrokan.

Dampak pada Fasilitas Pendidikan

Tidak hanya menyasar masjid, aksi penyergapan juga berdampak pada sektor pendidikan. Setidaknya tiga sekolah di kawasan Silwan dan Sheikh Jarrah dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, termasuk jendela pecah, pintu rusak, dan fasilitas ruang kelas hancur akibat lemparan batu serta gas air mata.

"Anak-anak kami ketakutan. Mereka bersekolah untuk mencari masa depan, bukan untuk menjadi sasaran konflik," ujar Ahmed Dajani, kepala sekolah dasar di Silwan yang enggan mengajar di hari kejadian.

Respons Internasional dan Otoritas Palestina

Kementerian Luar Negeri Palestina mengeluarkan pernyataan keras mengecam aksi tersebut dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang dilakukan negara Zionis. Sementara itu, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan di sekitar tempat suci.

Yordania, yang memiliki hak pengawasan historis atas Kompleks Al Aqsa melalui Departemen Wakaf Yerusalem, juga mengecam keras tindakan pemukim tersebut. Mereka menyebut aksi itu sebagai pelanggaran terhadap status quo yang telah berlaku selama puluhan tahun.

Konteks Historis Penyergapan

Masjid Al Aqsa merupakan situs suci ketiga dalam Islam dan menjadi simbol sentral perjuangan rakyat Palestina. Sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967, akses warga Palestina ke kompleks ini semakin dibatasi, sementara pemukim Yahudi semakin leluasa memasuki area tersebut dengan dalih kunjungan ziarah.

Data dari Waqf Islamic menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 45.000 pemukim Israel memasuki kompleks masjid, naik signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tren peningkatan inilah yang dikhawatirkan akan memicu ledakan konflik berskala lebih besar.

Analisis Dampak Geopolitik

Para pengamat Timur Tengah menilai bahwa aksi penyergapan ini bukan sekadar insiden keagamaan, melainkan bagian dari strategi sistematis Israel untuk mengubah komposisi demografis dan karakter Yerusalem. Analis geopolitik dari Pusat Studi Timur Tengah, Dr. Hani Al-Masri, menjelaskan bahwa setiap eskalasi di Al Aqsa berpotensi memicu gelombang reaksi di seluruh dunia Muslim.

"Ketika pemukim dengan bangga menyanyikan slogan-slogan rasis di dalam masjid, itu bukan hanya serangan terhadap bangunan, tetapi serangan terhadap identitas jutaan Muslim dunia," tegas Al-Masri dalam wawancara dengan media internasional.

Situasi Terkini dan Imbauan

Hingga laporan ini diturunkan, situasi di sekitar kompleks Al Aqsa masih tegang. Ribuan pasukan Israel dikerahkan di sekitar Old City, sementara warga Palestina diminta tetap berada di rumah. Otoritas Palestina telah mengajukan permintaan darurat kepada Dewan Keamanan PBB untuk menggelar sidang tertutup.

Komite Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan setidaknya 27 warga sipil mengalami luka-luka, termasuk beberapa anak-anak yang menjadi sasaran gas air mata saat berada di lingkungan sekolah.

Kesimpulan dan Prospek

Insiden penyergapan Masjid Al Aqsa dan perusakan sekolah di Yerusalem Timur menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan pemukim Israel di wilayah pendudukan. Tanpa tekanan internasional yang tegas, situasi diprediksi akan terus memburuk dan berpotensi memicu Intifada baru yang lebih besar.

[SOCIAL_TWEET]: Pemukim Israel menyerbu Masjid Al Aqsa dan merusak sekolah di Yerusalem Timur. Bentrokan meletus, puluhan warga terluka. Dunia internasional diminta bertindak sebelum situasi makin memburuk. #SaveAlAqsa #FreePalestine #YerusalemTimur[SOCIAL_TG]: ⚠️ AL AQSA DISERBU LAGI! Ratusan pemukim Israel masuk dengan pengawalan tentara, sekolah rusak, puluhan warga terluka. 🕌🔥 #SaveAlAqsa

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User