Pemotor Lawan Arah di Patal Senayan Bikin Resah
Jakarta - Aksi nekat pengendara sepeda motor melawan arah di kawasan Patal Senayan, Jakarta, kembali menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Para pemotor tersebut sengaja menerobos arus lalu li
Jakarta - Aksi nekat pengendara sepeda motor melawan arah di kawasan Patal Senayan, Jakarta, kembali menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Para pemotor tersebut sengaja menerobos arus lalu lintas demi memperpendek jarak menuju flyover Permata Hijau. Praktik berbahaya ini kerap terjadi pada jam-jam sibuk saat volume kendaraan sedang tinggi, sehingga menambah potensi kemacetan dan kecelakaan yang serius. Berdasarkan laporan yang dihimpun Lurusin.com, fenomena ini sudah berlangsung lama namun belum mendapat penanganan yang memadai dari pihak berwenang.
Rawan Tabrakan dan Memicu Kemacetan Panjang
Pantauan Lurusin.com di lokasi menunjukkan bahwa setiap pagi dan sore hari, belasan hingga puluhan pemotor dengan santai melintas dari arah Jalan Patal Senayan menuju flyover Permata Hijau dengan mengambil jalur yang bertentangan dengan arus. Mereka mengabaikan marka jalan dan rambu lalu lintas, bahkan beberapa di antaranya melaju dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan pengendara lain yang datang dari arah yang benar. Kondisi ini memaksa pengemudi lain melakukan pengereman mendadak atau manuver tiba-tiba, yang sangat berpotensi mengakibatkan tabrakan beruntun. Tak hanya itu, aksi melawan arah ini juga menciptakan sumbatan arus kendaraan dari arah sebaliknya, karena laju kendaraan menjadi tersendat akibat pengendara yang mengurangi kecepatan untuk menghindari insiden. Kemacetan tambahan pun sering kali mengular hingga ke ruas jalan sekitarnya, memperburuk situasi lalu lintas yang sudah padat.
"Setiap hari saya lewat sini, selalu ada motor yang tiba-tiba muncul dari depan. Sangat membahayakan, apalagi kalau bawa anak. Saya sudah beberapa kali hampir tabrakan, dan itu membuat saya trauma," ujar Nina, seorang ibu rumah tangga yang rutin melintasi kawasan tersebut saat diwawancarai Lurusin.com.
Keluhan serupa datang dari pengguna jalan lainnya. Banyak yang mengaku geram namun merasa tak berdaya karena pelaku cenderung acuh ketika ditegur. Sejumlah warga bahkan menceritakan pengalaman diteriaki balik atau dimaki ketika mencoba mengingatkan para pemotor yang melawan arah. Kebiasaan buruk ini tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga merusak budaya tertib berlalu lintas yang terus digaungkan pemerintah.
Pihak Berwenang Diminta Bertindak Tegas
Hingga kini, penindakan terhadap pelanggar di titik rawan tersebut masih sangat minim. Petugas lalu lintas jarang terlihat melakukan patroli rutin, terutama di luar jam operasi pagi yang sudah terjadwal. Ketiadaan sanksi tegas membuat para pemotor terus mengulangi aksinya tanpa rasa jera. Warga berharap pihak kepolisian segera meningkatkan pengawasan dengan menempatkan personel secara berkala di lokasi, atau memasang kamera tilang elektronik (ETLE) agar setiap pelanggaran terekam dan ditindak. Beberapa pengamat transportasi juga menyarankan pemasangan pembatas jalan atau rambu tambahan untuk meminimalkan celah bagi pengendara yang berniat melanggar.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan. Melawan arah bukan solusi untuk sampai lebih cepat, justru meningkatkan risiko kecelakaan fatal. Kami akan berkoordinasi dengan unit patroli untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan seperti Patal Senayan," tegas perwira di lingkungan Polres Metro Jakarta Selatan melalui keterangan resmi yang diterima Lurusin.com.
Dengan meningkatnya frekuensi pelanggaran dan keresahan warga, desakan agar penegakan hukum diperketat semakin kuat. Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan aksi lawan arah melalui kanal pengaduan resmi atau langsung ke redaksi Lurusin.com, agar dapat diteruskan kepada pihak berwenang. Hanya dengan tindakan nyata dan kesadaran kolektif, lalu lintas di Patal Senayan dapat kembali aman dan tertib bagi semua pengguna jalan.
Comments (0)