Pemkot dan Yayasan Bontang Hadirkan Layanan Home Care bagi Lansia Terlantar

Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam merawat kelompok rentan. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota dan Yayasan Pandu Qolby, sebanyak 55 warga lanjut usia yang hidup tanpa dukungan ke...

Jul 14, 2026 - 17:43
0 0

Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam merawat kelompok rentan. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota dan Yayasan Pandu Qolby, sebanyak 55 warga lanjut usia yang hidup tanpa dukungan keluarga kini mendapatkan pendampingan melalui program perawatan berbasis rumah. Inisiatif ini dirancang untuk memastikan bahwa usia senja tidak menjadi akhir dari harapan, melainkan awal dari kehidupan yang lebih bermartabat.

Jangkauan Layanan yang Merata

Program home care ini tidak berpusat di satu titik. Sebaran penerima bantuan telah dipetakan ke dalam tiga kecamatan utama di Bontang. Di Bontang Utara, setidaknya 18 lansia menerima kunjungan rutin petugas. Sementara itu, wilayah Bontang Selatan mencatat jumlah penerima terbesar, yaitu 22 orang yang sebagian besar tinggal di permukiman padat penduduk. Sisanya, 15 lansia di Bontang Barat, menjadi target layanan yang menjangkau daerah-daerah pinggiran kota. Pemetaan ini dilakukan setelah asesmen sosial selama dua bulan oleh petugas lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Skema Bantuan yang Komprehensif

Bantuan yang disalurkan bukan sekadar paket sembako. Setiap lansia mendapatkan paket kebutuhan dasar harian, mulai dari makanan bergizi, popok dewasa, hingga obat-obatan sesuai resep dokter. Lebih dari itu, inti program ini adalah kehadiran perawat home care yang bertugas mendampingi secara personal. Para perawat mengunjungi kediaman lansia minimal tiga kali seminggu untuk membantu aktivitas kebersihan diri, memantau tekanan darah, serta memastikan kebersihan lingkungan tempat tinggal. Bagi lansia dengan mobilitas terbatas, tim juga menyediakan kursi roda dan alat bantu jalan yang disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing individu.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Bontang mengungkapkan bahwa pendekatan yang diambil bersifat holistik. “Kami tidak ingin sekadar memberi, tetapi memastikan mereka merasa dirawat. Banyak dari lansia ini sudah kehilangan kontak dengan keluarga. Kehadiran perawat menjadi pengganti keluarga yang hilang,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Ketua Yayasan Pandu Qolby yang menekankan pentingnya sentuhan manusiawi dalam layanan ini. “Kunci dari home care bukan hanya keterampilan medis, melainkan empati. Kami melatih relawan untuk mendengarkan kisah mereka, karena kesepian seringkali lebih menyakitkan daripada penyakit,” tegasnya.

Mengubah Keterbatasan Menjadi Kemandirian

Tak hanya berfokus pada perawatan fisik, program ini juga menyisipkan asesmen psikososial secara berkala. Petugas mencatat perkembangan emosi dan interaksi sosial para penerima manfaat. Beberapa lansia yang sebelumnya menolak berkomunikasi kini mulai membuka diri setelah mendapat kunjungan rutin. Seorang nenek berusia 78 tahun di kawasan Tanjung Laut, misalnya, sempat menolak makan selama berhari-hari karena depresi. Setelah tiga pekan didampingi, ia kembali mau menyantap makanan dan bahkan ikut membantu petugas merapikan tempat tidurnya. Transformasi kecil seperti ini menjadi indikator keberhasilan yang tidak terukur oleh nominal uang.

Program ini juga melibatkan kader posyandu lansia di setiap kelurahan. Mereka menjadi mata dan telinga bagi Dinas Sosial untuk melaporkan kondisi darurat, seperti lansia yang tiba-tiba sakit keras atau kehabisan stok obat. Dengan adanya sistem jejaring ini, respon terhadap keadaan genting bisa dipangkas hingga hitungan jam, bukan hari. Ke depan, Pemkot Bontang berencana memperluas cakupan penerima hingga 100 lansia pada tahun anggaran berikutnya, seiring dengan peningkatan partisipasi dunia usaha melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan.

Meski masih ada tantangan seperti akses ke rumah-rumah yang berada di gang sempit dan minimnya kesadaran sebagian warga untuk melapor, sinergi antara pemerintah dan yayasan ini telah membuktikan sebuah model penanganan lansia terlantar yang konkret. Bukan hanya menolak pasrah, mereka kini benar-benar merajut asa di pengujung usia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User