Pemakaman Khamenei Diwarnai Penolakan Barat: 110 Negara Hadir, AS dan Sekutu Memilih Absen

Teheran — Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang digelar secara kenegaraan di ibu kota Teheran, menyuguhkan satu ironi diplomatik yang tajam. Di tengah lautan pelayat

Jul 07, 2026 - 23:03
0 0
Pemakaman Khamenei Diwarnai Penolakan Barat: 110 Negara Hadir, AS dan Sekutu Memilih Absen

Teheran — Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang digelar secara kenegaraan di ibu kota Teheran, menyuguhkan satu ironi diplomatik yang tajam. Di tengah lautan pelayat dan kehadiran delegasi dari lebih dari seratus negara, Amerika Serikat beserta sekutu utamanya di Eropa justru memutuskan untuk tidak mengirimkan satu pun perwakilan resmi. Ketidakhadiran itu semakin menegaskan garis permusuhan yang tak tersamar antara Republik Islam Iran dan blok Barat, terutama pasca peristiwa yang merenggut nyawa Khamenei.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lurusin.com dari berbagai sumber di lapangan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah IRIB TV, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 110 negara telah menyatakan komitmennya untuk mengirim delegasi. Angka itu bahkan berpotensi bertambah mengingat prosesi pemakaman yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari baru saja dimulai. Kehadiran para delegasi asing tersebut dilihat sebagai bentuk solidaritas atas kepergian tokoh yang memimpin Iran selama puluhan tahun.

Pembunuhan yang Memicu Gelombang Diplomasi dan Boikot

Ali Khamenei (86) tewas dalam serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke kompleks kediamannya pada 28 Februari lalu. Insiden tersebut langsung memicu kemarahan poros perlawanan di Timur Tengah dan kecaman dari sejumlah negara. Namun, di sisi lain, Washington dan Tel Aviv bersikukuh bahwa operasi itu merupakan langkah pertahanan strategis. Ketegangan yang sudah memuncak sejak saat itu kini berlanjut dalam bentuk diplomasi pemakaman.

Pihak Istana Kepresidenan AS, melalui juru bicaranya, menyatakan bahwa mengirim delegasi ke pemakaman “tokoh yang telah menjadi sponsor terorisme negara” adalah hal yang tidak pantas. Sikap serupa ditunjukkan oleh Inggris, Prancis, dan Jerman yang kompak tidak mengirim perwakilan resmi, meskipun tidak mengeluarkan pernyataan keras setajam Washington.

“Kehadiran pemimpin dunia lainnya di sini adalah bukti bahwa upaya untuk mengisolasi Iran telah gagal total. Mereka tidak datang untuk upacara, tapi negara kami menjalin hubungan yang tak akan tercerabut oleh bom,” ujar Esmaeil Baghaei dalam wawancara tersebut, menanggapi ketidakhadiran Barat.

Enam Hari Duka dan Pesan Politik

Prosesi pemakaman yang direncanakan selama enam hari ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga pernyataan politik. Kedatangan delegasi dari 110 negara, termasuk dari kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin, menjadi isyarat bahwa poros kekuatan global bukan lagi milik Barat seorang diri. Sementara itu, ketidakhadiran AS dan sekutunya justru memperkuat retorika anti-imperialisme yang selama ini menjadi fondasi ideologi pemerintahan di Teheran.

Lurusin.com memantau bahwa di jalan-jalan sekitar Universitas Teheran, ribuan massa berkumpul membawa bendera Iran dan foto mendiang Khamenei. Mereka meneriakkan yel-yel anti-Amerika sambil mengiringi iring-iringan peti jenazah. Keamanan di ibu kota diperketat oleh Pasukan Garda Revolusi untuk memastikan acara berjalan lancar, sekaligus mengantisipasi potensi serangan susulan dari pihak-pihak yang sebelumnya bertanggung jawab atas kematian Khamenei.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari PBB terkait ketidakhadiran negara-negara Barat dalam acara tersebut. Namun, pengamat hubungan internasional menilai bahwa pemakaman Ali Khamenei kali ini akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu momen paling tegas yang memisahkan dua kutub kekuatan: mereka yang berduka, dan mereka yang memilih untuk berpaling.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User