Pelatihan Beauty Class DWP Kemensos-Viva Cosmetics Asah Kemampuan Tata Rias Pegawai
Kementerian Sosial melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) unit kerjanya baru-baru ini menggelar pelatihan kecantikan bertajuk Beauty Class. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Viva Cosm...
Kementerian Sosial melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) unit kerjanya baru-baru ini menggelar pelatihan kecantikan bertajuk Beauty Class. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Viva Cosmetics, produsen kosmetik ternama di Indonesia. Acara ini diikuti oleh puluhan pegawai perempuan dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Sosial.
Pelatihan yang dihelat di aula utama kementerian ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan merias diri secara profesional. Tidak sekadar mengajarkan teknik memulas bedak dan lipstik, Beauty Class ini juga menekankan pentingnya perawatan kulit wajah sebagai fondasi utama penampilan yang sehat dan bercahaya.
Antusiasme Peserta dan Materi Pelatihan
Sejak sesi pertama dimulai, antusiasme peserta terlihat jelas. Mereka tidak hanya menyimak penjelasan dari tim beauty advisor Viva Cosmetics, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan seputar pemilihan produk yang sesuai dengan jenis kulit masing-masing. Instruktur yang berpengalaman memberikan demonstrasi langkah demi langkah, mulai dari membersihkan wajah, menggunakan toner dan serum, hingga mengaplikasikan riasan dasar yang natural namun elegan.
Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan sendiri teknik-teknik yang diajarkan. Dengan menggunakan produk-produk Viva Cosmetics yang telah disediakan, masing-masing pegawai mencoba merias wajah mereka sendiri di depan cermin. Suasana berubah menjadi hidup ketika sesi tanya jawab dan diskusi berlangsung, membahas berbagai tantangan yang sering dihadapi perempuan dalam merawat kulit di tengah kesibukan pekerjaan kantor.
Meningkatkan Profesionalisme melalui Penampilan
Ketua DWP Kemensos dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas diri para pegawai perempuan. Menurutnya, penampilan yang rapi dan terawat bukan sekadar urusan pribadi, melainkan juga bagian dari profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik. “Dengan memahami cara merias diri yang tepat, para pegawai dapat tampil lebih percaya diri saat berinteraksi dengan masyarakat maupun rekan kerja,” ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan Viva Cosmetics menuturkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perawatan kulit dan tata rias yang benar. Kolaborasi dengan instansi pemerintah seperti Kementerian Sosial dinilai sebagai langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya para perempuan pekerja yang kerap mengabaikan rutinitas perawatan diri akibat padatnya aktivitas.
Dampak Jangka Panjang dan Tanggapan Peserta
Salah satu peserta, seorang pegawai dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, mengaku sangat terbantu dengan adanya kelas ini. Ia mengatakan bahwa selama ini dirinya hanya menggunakan produk kosmetik tanpa memahami urutan dan teknik yang benar. “Sekarang saya jadi tahu bahwa pelembap harus dipakai sebelum alas bedak, dan ternyata memilih warna foundation yang sesuai itu penting agar tidak terlihat belang,” tuturnya.
Peserta lainnya dari Biro Kepegawaian menambahkan bahwa pelatihan semacam ini jarang diadakan, sehingga momentum ini sangat berharga. Ia berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala dengan cakupan materi yang lebih luas, seperti makeup untuk acara resmi atau teknik fotogenik untuk keperluan dokumentasi.
Komitmen Berkelanjutan
Pihak DWP Kemensos menyatakan akan menindaklanjuti hasil positif dari Beauty Class ini dengan merancang program-program pengembangan diri lainnya. Mereka juga membuka peluang untuk menggandeng lebih banyak mitra dari sektor swasta guna menghadirkan ragam pelatihan yang relevan dengan kebutuhan para pegawai di era modern.
Sementara itu, Viva Cosmetics menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung inisiatif pemberdayaan perempuan melalui edukasi kecantikan. Perusahaan berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya berhenti pada tataran individu, tetapi juga dapat ditularkan kepada rekan-rekan lain di lingkungan kerja maupun keluarga, sehingga tercipta efek domino yang positif bagi peningkatan kesejahteraan dan kepercayaan diri kaum perempuan secara lebih luas.
Baca juga:
Comments (0)