Pegadaian Cetak Rekor Kelolaan Emas 153,72 Ton di Bawah Danantara, Perkuat Ekosistem Bank Emas

Jakarta - Kinerja PT Pegadaian (Persero) kian bersinar setelah berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sinergi antara perusahaan pelat merah itu dengan superholding inv

Jul 07, 2026 - 22:56
0 0
Pegadaian Cetak Rekor Kelolaan Emas 153,72 Ton di Bawah Danantara, Perkuat Ekosistem Bank Emas

Jakarta - Kinerja PT Pegadaian (Persero) kian bersinar setelah berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sinergi antara perusahaan pelat merah itu dengan superholding investasi negara terbukti mampu memperkuat tata kelola, mempercepat transformasi bisnis, serta memantapkan posisi Pegadaian sebagai motor penggerak utama ekosistem emas nasional.

Kelolaan Emas Tembus 153,72 Ton

Berdasarkan laporan yang diterima Lurusin.com, hingga periode Mei 2026 total kelolaan emas Pegadaian berhasil menembus angka 153,72 ton. Capaian ini merupakan rekor baru yang menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis emas perusahaan. Angka fantastis tersebut tidak terlepas dari konsistensi Pegadaian yang secara agresif mengedukasi dan membangun literasi investasi emas di seluruh penjuru negeri.

Melalui program literasi dan inklusi keuangan yang masif, Pegadaian berupaya mengubah paradigma masyarakat dari yang semula memandang emas sekadar sebagai simpanan tradisional, menjadi instrumen investasi produktif yang likuid dan terjangkau. Langkah itu sejalan dengan arahan pemerintah untuk mendorong masyarakat menjadikan emas sebagai aset yang dapat dioptimalkan nilainya, baik melalui tabungan emas, gadai, maupun perdagangan di pasar domestik.

Ekosistem Hulu-Hilir Paling Terintegrasi

Di bawah pembinaan Danantara, Pegadaian semakin memantapkan posisinya sebagai pelopor dan satu-satunya Bank Emas di Indonesia yang memiliki ekosistem hulu-ke-hilir paling terintegrasi. Perusahaan tidak hanya menyediakan layanan gadai dan tabungan emas, tetapi juga memiliki infrastruktur lengkap: ruang penyimpanan vault berstandar internasional, hingga pabrik pengolahan emas dan jaringan retail melalui anak usahanya, Galeri 24.

Vault berkapasitas besar dengan teknologi keamanan modern memungkinkan penyimpanan emas dalam jumlah masif dengan jaminan keamanan yang ketat. Sementara itu, Galeri 24 sebagai tangan komersial Pegadaian memperluas akses masyarakat terhadap produk emas batangan dan perhiasan berkualitas, sekaligus menjadi kanal distribusi yang efisien bagi hasil produksi olahan emas domestik.

“Kehadiran ekosistem terintegrasi ini memungkinkan kami mendukung program hilirisasi komoditas yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintah. Mulai dari pasokan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran, semuanya berjalan dalam satu rantai nilai yang dimiliki dan dikelola oleh Pegadaian,” ujar seorang pejabat senior perusahaan dalam keterangan resmi yang dikutip Lurusin.com, Senin (16/6).

Dengan terobosan tersebut, Pegadaian sekaligus mempertegas perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga stabilitas pasar emas domestik, mengurangi ketergantungan impor produk jadi, serta menciptakan nilai tambah bagi komoditas yang dihasilkan dari dalam negeri. Bank Emas yang dioperasikan Pegadaian tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai katalisator hilirisasi yang memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya alam.

Transformasi di bawah Danantara juga tercermin pada penguatan tata kelola perusahaan yang semakin transparan dan profesional. Sinergi antar BUMN di bawah superholding memungkinkan Pegadaian mengakses pendanaan dan modal kerja yang lebih kompetitif, sekaligus memperluas jangkauan pasar melalui kolaborasi lintas sektor. Alhasil, kontribusi Pegadaian terhadap inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi hijau berbasis emas semakin signifikan, seiring meningkatnya animo investor ritel terhadap instrumen investasi yang aman dan stabil.

Ke depan, Pegadaian menargetkan untuk terus memperluas porsi kepemilikan emas masyarakat melalui inovasi produk digital, penguatan infrastruktur di daerah, serta peningkatan kapasitas pabrik pengolahan. Dengan modal ekosistem yang sudah terbangun, perseroan optimistis mampu melipatgandakan kelolaan emas dalam beberapa tahun mendatang, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar Bank Emas di kawasan Asia Tenggara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User