PDI Perjuangan DKI Tabur Bunga Peringati Hari Lahir Surindro Supjarso
Jakarta — Jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DKI Jakarta menggelar upacara tabur bunga di perairan Kepulauan S
Jakarta — Jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DKI Jakarta menggelar upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu pada Minggu pagi. Prosesi sakral ini dilakukan untuk memperingati hari lahir Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso, sosok yang tak pernah dilupakan oleh keluarga besar partainya, sekaligus suami pertama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Upacara yang berlangsung khidmat di tengah lautan lepas itu menjadi agenda tahunan yang dilakukan PDI Perjuangan untuk menghormati jasa dan pengorbanan para pahlawan nasional. Surindro Supjarso sendiri merupakan perwira penerbang TNI Angkatan Laut yang gugur dalam menjalankan tugas pada tahun 1966, ketika pesawatnya jatuh di perairan Anambas, Laut Cina Selatan.
Latar Belakang Sosok Surindro Supjarso
Kapten Surindro Supjarso lahir pada 28 Juni 1938 di Yogyakarta. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) yang kemudian melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat. Sebagai penerbang militer, Surindro dikenal sebagai sosok yang disiplin, patriotis, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara Indonesia.
Sayangnya, perjalanan hidupnya harus berakhir di usia yang masih sangat muda. Pada 19 Juli 1966, pesawat P-51 Mustang yang dikemudikannya jatuh di perairan Anambas saat menjalankan misi latihan rutin. Jenazahnya tidak pernah berhasil ditemukan, sehingga pemerintah kemudian menganugerahinya gelar Pahlawan Anumerta atas jasa-jasanya bagi TNI Angkatan Laut.
Sebelum gugur dalam tugas, Surindro Supjarso telah menikah dengan Megawati Soekarnoputri, putri dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak, yaitu Puan Maharani dan Mohammad Prananda Prabowo, yang hingga kini aktif di lingkungan partai.
"Surindro adalah sosok yang sangat berjasa bagi bangsa ini dan juga keluarga besar kami. PDI Perjuangan tidak akan pernah melupakan jasa-jasa beliau sebagai pahlawan," ujar salah satu pengurus DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta yang hadir dalam upacara tersebut.
Prosesi Upacara Tabur Bunga
Upacara tabur bunga berlangsung dengan nuansa khidmat di tengah laut lepas Kepulauan Seribu. Para peserta mengenakan pakaian adat serta atribut partai, sambil membawa karangan bunga yang kemudian disebar ke permukaan laut. Doa-doa dipanjatkan untuk arwah Surindro Supjarso, disertai pembacaan riwayat singkat sang pahlawan.
Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta yang memimpin langsung jalannya upacara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk penghormatan mendalam terhadap sosok yang telah berjasa bagi bangsa dan negara. Ia menegaskan bahwa partai akan terus merawat memori para pahlawan.
- Upacara berlangsung pada Minggu pagi di perairan Kepulauan Seribu
- Dihadiri oleh jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta
- Karangan bunga ditaburkan ke laut sebagai simbol penghormatan terakhir
- Doa dipanjatkan bersama untuk arwah Kapten Surindro Supjarso
- Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tahunan partai
Makna Historis dan Emosional
Bagi keluarga besar PDI Perjuangan, khususnya bagi Megawati Soekarnoputri, peringatan hari lahir Surindro Supjarso memiliki makna yang sangat dalam dan personal. Surindro bukan hanya sekadar suami pertama, melainkan juga bagian dari sejarah panjang partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Hubungan Megawati dengan dunia militer melalui almarhum suaminya menjadi salah satu benang merah yang membentuk karakter perjuangan PDI Perjuangan. Nilai kejuangan, patriotisme, serta pengabdian tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh Surindro selama hidupnya menjadi teladan bagi seluruh kader partai di berbagai generasi.
Megawati sendiri jarang hadir secara langsung dalam acara-acara pribadi yang berkaitan dengan mendiang suaminya. Sebagai tokoh negara sekaligus ketua umum partai, ia lebih memilih untuk menghormati sang almarhum melalui jalur-jalur resmi dan simbolis, termasuk yang dilakukan oleh DPD DKI Jakarta kali ini.
Warisan untuk Generasi Penerus Bangsa
Generasi muda Indonesia, khususnya kader PDI Perjuangan, diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga dari keteladanan Surindro Supjarso. Sosoknya yang sederhana, disiplin, serta berani mengorbankan diri untuk bangsa menjadi inspirasi bahwa patriotisme sejati tidak mengenal batas waktu dan usia.
Partai berlambang banteng moncong putih ini terus berupaya menjaga memori para pahlawan, termasuk yang memiliki ikatan emosional dengan sejarah internal partai. Upacara tabur bunga di Kepulauan Seribu menjadi salah satu cara konkret untuk menjaga warisan berharga tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.
Dengan berlangsungnya upacara ini, nama Surindro Supjarso tidak hanya dikenang sebagai suami pertama Megawati Soekarnoputri, tetapi juga sebagai pahlawan nasional yang layak diteladani oleh seluruh rakyat Indonesia. Perairan Kepulauan Seribu menjadi saksi bisu penghormatan yang diberikan oleh keluarga besar PDI Perjuangan.
[SOCIAL_TWEET]: PDI Perjuangan DKI Jakarta tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu peringati hari lahir Kapten Surindro Supjarso, suami pertama Megawati Soekarnoputri. #PDIPerjuangan #SurindroSupjarso #Megawati[SOCIAL_TG]: 🌊 Upacara tabur bunga mengharukan di Kepulauan Seribu 🕊️ Mengenang Kapten Surindro Supjarso, suami pertama Megawati Soekarnoputri #PDIP #Pahlawanku
Comments (0)