Pasar Kripto Terpukul: Robinhood Delisting ADA, SOL, dan MATIC, Harga Anjlok Drastis
Lurusin.com, Jakarta — Aplikasi perdagangan saham dan aset digital bebas komisi, Robinhood, kembali membuat gebrakan yang mengguncang pasar kripto global.
Lurusin.com, Jakarta — Aplikasi perdagangan saham dan aset digital bebas komisi, Robinhood, kembali membuat gebrakan yang mengguncang pasar kripto global. Platform yang populer di kalangan investor ritel itu mengumumkan akan menghapus (delisting) tiga aset kripto utama dari daftar perdagangannya, yakni Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC). Keputusan tersebut sontak memicu aksi jual masif yang membuat harga ketiga token itu "keok" atau ambruk dalam.
Kebijakan delisting ini akan mulai berlaku efektif pada 27 Juni 2023 pukul 18:59 ET. Dalam pernyataan resminya, Robinhood menyebutkan bahwa pihaknya secara berkala meninjau aset-aset yang tersedia di platform mereka. Berdasarkan tinjauan terbaru, mereka memutuskan untuk menghentikan dukungan terhadap ADA, SOL, dan MATIC. Pengguna masih dapat menjual dan mentransfer aset tersebut hingga batas waktu yang ditentukan, namun tidak lagi dapat melakukan pembelian baru. Setelah tenggat waktu berakhir, sisa saldo yang masih tertahan akan dijual secara otomatis oleh sistem dan dikonversi menjadi kredit tunai.
"Ini bukan sekadar penyesuaian portofolio biasa. Langkah Robinhood adalah sinyal kuat dari industri bahwa ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat telah mencapai titik kritis. Dengan menggolongkan token-token ini sebagai sekuritas dalam gugatannya terhadap Binance dan Coinbase, SEC secara tidak langsung memaksa para pelaku pasar untuk memilih jalur yang paling aman," ujar Ridwan Prasetyo, analis pasar kripto yang dihubungi tim redaksi Lurusin.com.
Efek Domino Regulasi SEC
Pasar langsung bereaksi negatif terhadap kabar ini. Data dari agregator harga menunjukkan bahwa dalam waktu singkat setelah pengumuman, Cardano (ADA) anjlok hampir 9%, menembus level support psikologisnya. Solana (SOL), yang sebelumnya dipandang sebagai salah satu "Ethereum Killer" paling potensial, tak kalah babak belur dengan koreksi lebih dari 10%. Sementara itu, Polygon (MATIC) mencatatkan penurunan terdalam di antara ketiganya, dengan pelemahan mencapai 15% dalam tekanan jual yang brutal.
Peristiwa ini tidak bisa dilepaskan dari konteks regulasi yang lebih luas. Sebelumnya, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) secara agresif meningkatkan pengawasan terhadap industri kripto. Dalam gugatan perdata mereka terhadap raksasa bursa Binance dan Coinbase, SEC secara eksplisit mengklasifikasikan sejumlah token, termasuk MATIC dan ADA, sebagai "sekuritas" atau efek yang tidak terdaftar. Klasifikasi ini menandakan bahwa token-token tersebut dianggap sebagai kontrak investasi yang seharusnya tunduk pada hukum sekuritas AS yang ketat.
Meskipun Solana (SOL) tidak secara langsung disebut sebagai sekuritas dalam dokumen gugatan terbaru SEC terhadap Coinbase, aksi delisting oleh Robinhood menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tampaknya mengambil pendekatan super hati-hati (precautionary approach). Sikap ini mirip dengan langkah yang diambil bursa lain seperti eToro, yang sebelumnya juga telah membatasi akses terhadap token-token tertentu bagi nasabahnya di Amerika Serikat.
Dampak Likuiditas dan Sentimen Pasar
Keputusan Robinhood memiliki implikasi yang signifikan terhadap likuiditas, mengingat platform tersebut memiliki basis pengguna yang sangat besar, terutama di kalangan investor ritel generasi milenial dan Gen Z. Delisting ini tidak hanya menghilangkan akses pembelian baru, tetapi juga menciptakan ketakutan dan ketidakpastian. Para pemegang token ini di Robinhood kini berlomba-lomba memindahkan aset mereka ke wallet pribadi atau bursa lain, atau terpaksa menjualnya di tengah pasar yang sedang panik.
Pantauan tim redaksi Lurusin.com menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya terbatas pada tiga token tersebut. Sentimen negatif merembet ke pasar altcoin secara umum, karena investor khawatir akan ada lebih banyak platform lain yang mengikuti jejak Robinhood. Para trader kini menunggu dengan cemas untuk melihat apakah platform besar lain seperti Kraken atau Gemini akan mengambil tindakan serupa. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada perkembangan gugatan SEC serta potensi kebijakan baru dari platform perdagangan yang beroperasi di bawah yurisdiksi Amerika Serikat.
Comments (0)