Operator RI Ajukan Satelit LEO, Siap Saingi Starlink dalam 7 Tahun

Jakarta, Lurusin.com – Indonesia bersiap menghadirkan layanan internet satelit orbit rendah Bumi (LEO) sebagai pesaing langsung Starlink milik SpaceX. Oper

Jul 11, 2026 - 07:00
0 0
Operator RI Ajukan Satelit LEO, Siap Saingi Starlink dalam 7 Tahun

Jakarta, Lurusin.com – Indonesia bersiap menghadirkan layanan internet satelit orbit rendah Bumi (LEO) sebagai pesaing langsung Starlink milik SpaceX. Operator satelit nasional, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan Telkomsat, tengah mengajukan permohonan slot orbit ke International Telecommunication Union (ITU). Proses ini diperkirakan memakan waktu hingga tujuh tahun sebelum satelit dapat mengudara.

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Digital

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, dalam peringatan 50 tahun satelit Indonesia, mengungkapkan bahwa pengajuan ini merupakan bagian dari roadmap besar kemandirian infrastruktur digital nasional. “Kita tidak bisa terus bergantung pada penyedia asing. Sudah saatnya Indonesia punya konstelasi satelit LEO sendiri untuk menjangkau daerah tertinggal,” tegasnya.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada penyedia asing. Sudah saatnya Indonesia punya konstelasi satelit LEO sendiri untuk menjangkau daerah tertinggal.”

— Kepala BRIN Arif Satria

Kronologi Perjalanan Satelit LEO Indonesia

  1. Pendaftaran ITU: PSN dan Telkomsat secara resmi mengajukan filing ke ITU pada kuartal II 2026. Dokumen ini mencakup rencana orbit, frekuensi, dan jumlah satelit yang akan ditempatkan.
  2. Koordinasi Internasional: Indonesia harus berkoordinasi dengan negara lain yang memiliki kepentingan di slot orbit serupa, termasuk potensi negosiasi dengan operator satelit asing yang sudah beroperasi.
  3. Desain dan Manufaktur: Setelah mendapat alokasi, tahap selanjutnya adalah merancang dan membangun satelit. Rencananya, beberapa komponen akan melibatkan industri dalam negeri melalui kerja sama dengan BRIN dan perguruan tinggi.
  4. Peluncuran Bertahap: Target peluncuran perdana paling cepat pada 2033, dengan jumlah satelit awal sekitar 50–100 unit di konstelasi tahap pertama.
  5. Operasional Komersial: Layanan internet diproyeksikan mulai tersedia untuk publik pada 2034–2035, menyasar wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) yang belum terjangkau fiber optik.

Teknologi dan Inovasi

Satelit LEO yang akan digunakan memiliki ketinggian orbit antara 500 hingga 2.000 kilometer, jauh lebih rendah dibanding satelit geostasioner biasa. Ini memungkinkan latensi rendah sekitar 25–50 milidetik, ideal untuk aplikasi real-time seperti telemedicine, pendidikan jarak jauh, dan gaming. Dari sisi kapasitas, setiap satelit diproyeksi mampu menyediakan throughput hingga 20 Gbps, yang jika dikalikan jumlah konstelasi akan menghasilkan cakupan broadband nasional.

Implikasi Ekonomi dan Regulasi

Kehadiran satelit LEO dalam negeri diharapkan menekan biaya langganan internet di daerah terpencil, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor manufaktur antariksa dan layanan digital. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menyambut baik inisiatif ini dan akan menyusun regulasi yang mendukung kemitraan antara operator dan pemerintah daerah. “Kita ingin menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemain lokal agar bisa bersaing secara sehat dengan Starlink,” kata pejabat Kominfo.

Namun, tantangan besar tetap ada, terutama dalam hal pendanaan. Membangun konstelasi LEO diperkirakan membutuhkan investasi hingga US$1,5 miliar. Untuk itu, PSN dan Telkomsat tengah menjajaki konsorsium dengan investor strategis, baik dari dalam maupun luar negeri.

[SOCIAL_TWEET]: Saingan Starlink siap meluncur! Operator Indonesia PSN & Telkomsat ajukan satelit LEO ke ITU. Target operasi 7 tahun lagi, bawa internet cepat ke wilayah 3T. #SatelitIndonesia #KemandirianDigital #LEObroadband[SOCIAL_TG]: 🛰️ Bye-bye ketergantungan! PSN & Telkomsat mulai proses satelit LEO Indonesia. Butuh 7 tahun, tapi hasilnya: internet kencang merata hingga pelosok. Baca detail rencana besarnya: [link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User