Narji Cagur Sebut Jokowi Hebat Melebihi Nabi Ibrahim?

JAKARTA — Sebuah unggahan viral di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel yang mengklaim komedian sekaligus politikus Narji Cagur menyebut Presiden J

Jul 16, 2026 - 06:06
0 0

JAKARTA — Sebuah unggahan viral di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel yang mengklaim komedian sekaligus politikus Narji Cagur menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki kehebatan yang melebihi Nabi Ibrahim AS. Klaim itu beredar luas tak lama setelah Narji resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada awal Juli 2026. Lurusin.com menelusuri kebenaran klaim tersebut dan menemukan bahwa informasi itu sepenuhnya palsu alias hoaks.

Kronologi Penyebaran Hoaks

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim penelusuran fakta, berikut adalah rangkaian peristiwa yang membentuk pusaran disinformasi ini:

  1. 3 Juli 2026 — Narji Cagur mengumumkan secara resmi bahwa ia bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam pernyataan persnya, ia mengaku tertarik dengan visi partai yang muda dan pro-perubahan.
  2. 9 Juli 2026, pukul 07.15 WIB — Sebuah artikel yang diduga palsu mulai muncul di sejumlah situs tidak dikenal. Artikel itu memuat klaim sensasional bahwa Narji mengatakan, "Saya gabung PSI karena ada Jokowi, kehebatan Jokowi melebihi Nabi Ibrahim AS."
  3. 10 Juli 2026 — Akun Facebook bernama "Adeks" menyebarkan tangkapan layar artikel tersebut. Unggahan disertai gambar Narji mengenakan kaos biru dengan kain putih di lehernya serta narasi yang identik dengan klaim palsu itu.
  4. 11–13 Juli 2026 — Unggahan tersebut memicu reaksi warganet. Sebagian besar mengecam narasi yang dianggap menghina Nabi Ibrahim, sementara yang lain mulai mempertanyakan keaslian berita itu. Beberapa komunitas antihoaks mulai melakukan verifikasi.

Isi Klaim Palsu yang Viral

“Narji Cagur: Saya Gabung Partai PSI Karena Ada Jokowi, Kehebatan Jokowi Melebihi Nabi Ibrahim AS.”

Demikian narasi yang tertera pada gambar yang disebarkan oleh akun "Adeks" di Facebook. Tangkapan layar itu menampilkan format artikel dengan tanggal publikasi 9 Juli 2026. Namun, tidak ada tautan langsung ke sumber berita tersebut, dan nama media yang diklaim tidak dapat diverifikasi. Ciri ini lazim ditemukan pada konten rekayasa yang sengaja dibuat untuk memantik kemarahan publik.

Fakta Sebenarnya

Tim Lurusin.com melakukan penelusuran ke berbagai sumber primer, termasuk rekaman video pernyataan resmi Narji saat mengumumkan bergabung dengan PSI, wawancara media, serta kanal media sosial miliknya. Berikut fakta yang kami temukan:

  • Tidak ada pernyataan membandingkan Jokowi dengan Nabi Ibrahim AS. Dalam semua rekaman yang tersedia, Narji tidak pernah mengucapkan kalimat atau kalimat senada yang membandingkan Jokowi dengan nabi manapun. Klaim tersebut sepenuhnya karangan.
  • Artikel asli tidak pernah ada. Tidak ada media kredibel yang menerbitkan berita dengan judul atau isi seperti itu. Situs yang dijadikan tangkapan layar kemungkinan adalah situs tiruan atau hasil suntingan digital.
  • Narji bergabung dengan PSI atas dasar politik. Dalam pernyataan resminya, Narji menekankan bahwa ia tertarik pada semangat keterbukaan dan regenerasi yang diusung PSI. Tidak ada kaitannya dengan figur Jokowi secara personal dalam pernyataan tersebut.

Klarifikasi dari Narji dan PSI

Hingga berita ini ditulis, baik Narji Cagur maupun pihak PSI belum mengeluarkan klarifikasi resmi khusus menanggapi hoaks ini. Namun, dalam sebuah wawancara singkat dengan stasiun televisi swasta pada 12 Juli 2026, Narji menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan pernyataan kontroversial apa pun. "Saya ini komedian, tapi untuk hal prinsip kayak gitu, saya nggak mungkin bercanda," ujarnya. Pihak PSI, melalui akun media sosial resminya, juga sempat mengunggah ajakan untuk tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya.

Pola Disinformasi yang Berulang

Kasus ini menambah panjang daftar hoaks yang mencatut nama tokoh publik untuk memicu perpecahan di masyarakat. Modusnya mirip: mengambil momentum figur publik yang baru bergabung dengan partai atau mengambil sikap tertentu, lalu dikaitkan dengan pernyataan menghina agama. Tim penelusuran Lurusin.com mencatat, dalam dua tahun terakhir, ada puluhan kasus serupa yang memanfaatkan isu SARA untuk menyebarkan kebencian. Polanya tetap: merekayasa tangkapan layar artikel, menyebarkannya lewat akun anonim, dan membiarkan viral tanpa verifikasi.

Kesimpulan Verifikasi

Berdasarkan seluruh penelusuran, Lurusin.com menyimpulkan bahwa klaim yang menyebut "Narji Cagur memuji Jokowi lebih hebat dari Nabi Ibrahim" adalah konten palsu (fabricated content). Tidak ada bukti video, rekaman suara, atau artikel asli yang mendukung klaim tersebut. Publik diimbau untuk berhati-hati dan melakukan kroscek sebelum menyebarkan konten serupa.

Cara Melindungi Diri dari Hoaks Sejenis

  • Selalu cek sumber berita: pastikan berasal dari media yang terdaftar di Dewan Pers.
  • Periksa tanggal dan keaslian tangkapan layar; sering kali rekayasa gambar mudah dideteksi lewat pencarian gambar terbalik (reverse image search).
  • Jangan langsung percaya hanya karena narasi menyentuh emosi keagamaan. Hoaks jenis ini didesain khusus untuk memancing reaksi cepat.
  • Laporkan konten mencurigakan ke platform media sosial untuk mengurangi penyebarannya.
[SOCIAL_TWEET]: "Narji puji Jokowi di atas Nabi Ibrahim? #Hoaks! Lurusin.com temukan klaim itu hasil rekayasa. Jangan termakan konten provokatif. #CekFakta #LawanHoaks"[SOCIAL_TG]: "🚨 CEK FAKTA: Klaim Narji puji Jokowi lebih hebat dari Nabi Ibrahim adalah HOAKS. Tangkapan layar artikel itu palsu. Yuk, jangan mau diadu domba. Baca selengkapnya di Lurusin.com"

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User