Momen Hangat Sertijab Kakorlantas, Irjen Agus Dijemput 2 Cucu
Jakarta - Suasana haru dan kehangatan menyelimuti Lapangan NTMC Polri, Jakarta, pada Sabtu (4/7/2026). Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Kor
Jakarta - Suasana haru dan kehangatan menyelimuti Lapangan NTMC Polri, Jakarta, pada Sabtu (4/7/2026). Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Korlantas dari Irjen Pol. Agus Suryonugroho kepada penggantinya, Irjen Pol. Wibowo. Namun, di balik kemegahan prosesi kenegaraan ala kepolisian, sebuah pemandangan tak biasa sukses mencuri perhatian seluruh hadirin yang hadir.
Di tengah barisan rapi perwira tinggi dan tamu undangan, dua sosok mungil tampak berlari kecil menyambut Irjen Agus begitu upacara resmi dinyatakan berakhir. Keduanya adalah cucu dari jenderal bintang dua tersebut. Tanpa rasa canggung, mereka langsung memeluk sang kakek yang masih mengenakan seragam dinas kebesarannya.
Momen spontan itu sontak mencairkan suasana formal yang sedari tadi kaku. Tawa kecil dan tepuk tangan pun pecah dari para petinggi Polri serta keluarga besar Korlantas yang menyaksikan. Irjen Agus yang dikenal tegas di lapangan, terlihat begitu lembut saat menggendong salah satu cucunya sembari berjalan meninggalkan lapangan upacara. Senyum lebar tak henti-hentinya terpancar dari wajahnya, kontras dengan ekspresi serius yang biasa ia tunjukkan saat memimpin di jalan raya.
Berdasarkan laporan media kami, Irjen Agus Suryonugroho telah menyelesaikan masa pengabdiannya dengan berbagai terobosan signifikan di bidang lalu lintas. Sementara itu, Irjen Wibowo yang kini resmi menyandang tongkat komando, diharapkan mampu melanjutkan program-program strategis yang telah berjalan, terutama dalam menghadapi tantangan mobilitas pasca-pandemi yang semakin kompleks.
Upacara sertijab sendiri berlangsung khidmat dengan tetap memperhatikan protokol institusi. Prosesi penandatanganan berita acara, penyerahan pataka, hingga pengambilan sumpah jabatan berjalan lancar. Namun, pemandangan dua cucu yang setia menanti sang kakek seolah menjadi simbol bahwa di balik seragam cokelat dan pangkat di pundak, seorang pemimpin tetaplah seorang manusia biasa yang merindukan pelukan keluarga.
Comments (0)