Malinau, Lurusin.com – Kondisi jalan rusak parah di kawasan Apokayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berba

Dalam rekaman tersebut, seorang sopir berkewarganegaraan Malaysia yang sehari-hari mengangkut sembako dari negeri jiran ke Apokayan melontarkan kritik pedas. Ia menyoroti ketidakmampuan pihak terkait

Jul 08, 2026 - 05:37
0 1
Malinau, Lurusin.com  – Kondisi jalan rusak parah di kawasan Apokayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berba

Dalam rekaman tersebut, seorang sopir berkewarganegaraan Malaysia yang sehari-hari mengangkut sembako dari negeri jiran ke Apokayan melontarkan kritik pedas. Ia menyoroti ketidakmampuan pihak terkait dalam memperbaiki infrastruktur vital itu, seraya merekam antrean panjang sepeda motor dan mobil yang tak bergeming di tengah genangan lumpur. “Perusahaan Indon kuat tipu lah. Tengoklah anak-anak di sini sudah menangis dan menahan lapar karena seharian menunggu surutnya air,” ujarnya dengan logat Melayu kental, dalam video yang dikonfirmasi media kami pada Kamis (25/6/2026).

Keluhan Warga dan Dampak Sosial

Jalur Apokayan memang dikenal sebagai urat nadi distribusi logistik dan mobilitas warga di pedalaman Kaltara. Ketika musim hujan tiba, ruas jalan tanah tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang sulit ditembus. Akibatnya, bukan hanya kendaraan pribadi yang terperosok, tetapi juga truk pengangkut kebutuhan pokok kerap tertahan berhari-hari. Kondisi ini diperparah dengan minimnya alternatif jalur, memaksa warga bertahan di dalam kendaraan tanpa kepastian waktu tempuh.

Sopir asal Malaysia itu tak segan menyalahkan perusahaan lokal yang ia anggap hanya “bikin tipu-tipu masyarakat”. Ia menilai pengerjaan jalan tak memenuhi standar sehingga kendaraan mudah amblas. “Indon bikin jalan ini tidak pandai, semua kendaraan nyangkut dan tidak bisa lewat,” tambahnya. Kekecewaan serupa diungkapkan sejumlah penumpang yang terpaksa menunda perjalanan ibadah dan keperluan keluarga.

“Perusahaan Indon kuat tipu lah. Tengoklah anak-anak di sini sudah menangis dan menahan lapar karena seharian menunggu surutnya air. Perusahaan Indon bikin tipu-tipu masyarakat saja.”

Respons dan Harapan Perbaikan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak perusahaan yang dimaksud. Namun, desakan agar akses jalan segera diperbaiki terus mengalir dari tokoh masyarakat dan pengguna jalur. Mereka berharap pembangunan infrastruktur yang memadai dapat menjawab kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di perbatasan.

Laporan media kami akan terus memantau perkembangan persoalan ini, termasuk upaya penanganan darurat bagi rombongan yang terjebak. Kaltara sebagai provinsi termuda di Indonesia membutuhkan perhatian serius pada sektor transportasi, terutama di daerah-daerah yang selama ini luput dari sentuhan pembangunan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User