Laporan penumpukan kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar sempat memicu kepanikan warga dalam beberapa hari terakhir. Antrean mengular yang meluber hingga ke badan jalan utama tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga memantik spekulasi terkait ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sulawesi Selatan. Menanggapi situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan bahwa lonjakan antrean kini mulai melandai secara signifikan setelah dilakukannya langkah taktis penebalan pasokan dan optimalisasi distribusi dari Terminal BBM Makassar.
Berdasarkan penelusuran lapangan tim investigasi Lurusin.com, fenomena antrean panjang ini dipicu oleh kombinasi peningkatan konsumsi mendadak (panic buying) serta kendala teknis rotasi mobil tangki BBM. Isu kelangkaan yang menyebar cepat melalui media sosial memperparah keadaan, mendorong pemilik kendaraan pribadi maupun angkutan umum berbondong-bondong memenuhi SPBU secara bersamaan, bahkan di luar jam operasional puncak.
Kronologi Dampak dan Intervensi Lapangan
Proses pemulihan distribusi BBM di Makassar berjalan melalui beberapa tahapan krusial yang terpantau dalam 72 jam terakhir:
- Eskalasi Antrean (Hari Ke-1): Terjadi lonjakan permintaan BBM jenis Pertalite dan Solar hingga 25% di atas rata-rata konsumsi harian normal. Penumpukan paling parah terlihat di koridor jalan protokol seperti Jalan Urip Sumohardjo dan Jalan Perintis Kemerdekaan.
- Penebalan Pasokan Darurat (Hari Ke-2): Pertamina Patra Niaga menginstruksikan pengiriman ekstra pasokan dari Integrated Terminal Makassar dengan mengoperasikan armada mobil tangki secara nonstop selama 24 jam penuh.
- Penormalan Jalur SPBU (Hari Ke-3): Petugas lapangan bersama aparat kepolisian setempat melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar SPBU. Skema antrean khusus kendaraan roda dua dan roda empat diterapkan untuk mengurai kemacetan.
Analisis Data Pasokan dan Konsumsi BBM Makassar
Untuk memahami besarnya volume intervensi yang dikucurkan guna meredam antrean, berikut adalah perbandingan alokasi harian BBM di wilayah Makassar dan sekitarnya:
| Jenis BBM | Konsumsi Harian Normal | Alokasi Penyesuaian (Puncak) | Status Saat Ini |
|---|---|---|---|
| Pertalite (RON 90) | 1.200 KL | 1.500 KL (+25%) | Melandai / Normal |
| Bio Solar (Subsidi) | 450 KL | 550 KL (+22%) | Terkendali |
| Pertamax (RON 92) | 300 KL | 350 KL (+16%) | Stabil |
Pengamat Kebijakan Energi Daerah, Drs. Herman Basri, M.Si., menilai bahwa langkah intervensi pasokan yang cepat sangat vital untuk memutus rantai kepanikan masyarakat. "Kunci dari penanganan antrean BBM bukan hanya ketersediaan stok di depot, melainkan ketepatan waktu pengisian ulang di tangki pendam SPBU. Ketika pasokan ditambah hingga 25% dan informasi disebarkan secara transparan, daya beli masyarakat kembali logis dan panic buying mereda dengan sendirinya," tegas Herman saat diwawancarai Lurusin.com.
Pengawasan Ketat dan Skema Digitalisasi
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian tanpa perlu melakukan penimbunan. Pihak regulator juga memperketat implementasi program Subsidi Tepat berbasis QR Code guna memastikan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa stok BBM di Integrated Terminal Makassar dalam kondisi sangat aman hingga 14 hari ke depan. Pemantauan digital melalui Integrated Enterprise Data & Command Center terus dilakukan secara real-time untuk mendeteksi SPBU mana saja yang membutuhkan pengisian ulang mendesak.
Dengan terurainya antrean di sebagian besar titik SPBU utama di Kota Makassar, aktivitas ekonomi warga diperkirakan kembali berjalan normal. Kendati demikian, tim Lurusin.com akan terus memantau konsistensi pasokan di tingkat pengecer dan kelancaran distribusi ke kawasan penyangga Sulawesi Selatan guna memastikan tidak terjadi riak keterlambatan susulan.
Comments (0)