Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

MAKASSAR — Antrean BBM Subsidi Terurai, 80 Persen SPBU Makin Kondusif

Pemandangan barisan kendaraan yang mengular hingga memakan bahu jalan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, perlahan mulai surut. Pemandangan suram penuh kep

MAKASSAR — Antrean BBM Subsidi Terurai, 80 Persen SPBU Makin Kondusif

Pemandangan barisan kendaraan yang mengular hingga memakan bahu jalan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, perlahan mulai surut. Pemandangan suram penuh kepulan asap knalpot dan klakson bersahut-sahut di tengah teriknya matahari pantai barat Sulawesi kini berganti dengan alur pelayanan yang jauh lebih tertib dan terkendali. Berdasarkan penelusuran di lapangan, dinamika penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menunjukkan tren positif yang signifikan.

Dari total 45 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di penjuru kota, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80 persen di antaranya kini berada dalam kondisi pelayanan yang makin kondusif. Titik-titik krusial yang sebelumnya menjadi pusaran kemacetan saban hari—seperti di koridor Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan AP Pettarani—kini tak lagi dipadati antrean kendaraan yang mengular panjang.

Mengurai Benang Kusut di Ujung Kanopi SPBU

Terurainya antrean panjang ini bukanlah sebuah kebetulan yang terjadi dalam semalam. Langkah pembenahan skema distribusi, integrasi teknologi pengawasan, serta ketegangan di tingkat tapak antara petugas dan spekulan mulai membuahkan hasil. Intervensi sistematis dalam memverifikasi pengguna BBM subsidi—khususnya Solar dan Pertalite—menjadi instrumen kunci yang menekan ruang gerak pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Para pengemudi angkutan kota dan armada logistik yang menggantungkan urat nadi mata pencariannya pada BBM bersubsidi kini bisa bernapas lebih lega. Efisiensi waktu yang tercipta di area pengisian memberikan dampak langsung pada perputaran roda ekonomi harian mereka.

"Dulu kami harus menghabiskan waktu dua hingga tiga jam hanya untuk menunggu giliran mengisi Solar. Kerja jam terbuang di jalan. Sekarang, kurang dari 15 menit armada kami sudah bisa kembali jalan mencari muatan," ungkap Daeng Naba (48), seorang sopir truk ekspedisi inter-daerah saat ditemui di salah satu SPBU kawasan Tamalanrea.

Peta Perbandingan Dampak Penataan Distribusi BBM Subsidi

Investigasi penataan sistem distribusi memperlihatkan perbedaan mencolok pada dinamika pelayanan sebelum dan sesudah pengetatan regulasi diberlakukan di Kota Makassar:

Indikator Evaluasi Kondisi Sebelum Penataan Kondisi Saat Ini (80% SPBU)
Durasi Antrean 1 hingga 3 jam (mengular ke jalan umum) 5 hingga 15 menit (terkendali di area SPBU)
Status Kelancaran Kurang dari 50% SPBU berstatus hijau 80% (35 dari 45 SPBU) sangat kondusif
Pengawasan Pembelian Manual dan rentan manipulasi tangki Digitalisasi sistem QR Code & Sidak Lapangan

Bayang-bayang Pengetatan dan Pengawasan di Sisa 20 Persen Titik

Meski sebagian besar wilayah telah menunjukkan pemulihan arus pelayanan, sisa 20 persen atau sekitar 10 SPBU lainnya masih terus berada dalam radar pemantauan intensif. SPBU yang masih mengalami kepadatan umumnya terletak di titik perbatasan keluar-masuk kendaraan antar-kabupaten serta area transit utama kendaraan berat pendistribusian logistik.

Integrasi sistem digital melalui pencocokan data kendaraan dan barcode dinilai efektif menutup celah praktik "pengetap"—oknum penyalahguna yang kerap melakukan pengisian berulang untuk dijual kembali di pasar gelap dengan harga nonsubsidi. Kendati demikian, konsistensi penegakan hukum di lapangan menjadi ujian sesungguhnya agar kondisi kondusif ini tidak bersifat sementara.

"Kelancaran yang tercapai saat ini adalah sinyal positif, namun pengawasan tak boleh mengendur sedikit pun. Jangan sampai celah kecil kembali dimanfaatkan oleh spekulan saat intensitas pemantauan menurun," pungkas Budi Santoso, pengamat kebijakan publik daerah.

Dengan tercapainya stabilitas pelayanan di 80 persen SPBU Kota Makassar, publik kini menanti ketahanan konsistensi pasokan ini. Keberhasilan terurainya antrean BBM bersubsidi bukan sekadar urusan kelancaran lalu lintas, melainkan penentu menjaga denyut nadi perekonomian rakyat kecil agar tetap bergerak tanpa hambatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User