Lisbon — FPF Umumkan Perpisahan dengan Roberto Martinez
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan pelatih tim nasional, Roberto Martinez, pada Senin (14/7/2026)
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan pelatih tim nasional, Roberto Martinez, pada Senin (14/7/2026) waktu setempat. Keputusan itu diambil tidak lebih dari 48 jam setelah Portugal tersingkir dari perempat final Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat. Pengumuman dikeluarkan melalui situs resmi FPF dan dikonfirmasi oleh juru bicara federasi dalam konferensi pers darurat di Cidade do Futebol, Oeiras.
Dalam pernyataan tertulisnya, FPF menegaskan bahwa langkah tersebut adalah bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap target yang telah disepakati bersama jajaran teknis sejak 2023. "Kami berterima kasih atas dedikasi Roberto Martinez, tetapi hasil yang dicapai tidak sejalan dengan ekspektasi yang tertuang dalam kontrak," demikian bunyi pernyataan FPF. Kontrak Martinez sendiri masih menyisakan dua tahun masa kerja sebelum akhirnya diputus lebih cepat.
Kronologi dan Alasan Pemecatan
Martinez ditunjuk pada Januari 2023 menggantikan Fernando Santos, dengan mandat utama meloloskan Portugal ke fase akhir turnamen besar dan memaksimalkan potensi generasi emas yang dipimpin Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, dan Rafael Leão. Namun, setelah mencatat rekor sempurna di Kualifikasi Piala Dunia Eropa Grup C (10 menang tanpa kalah), performa di putaran final jauh dari harapan.
Portugal hanya finis kedua di Grup H di bawah Uruguay, sehingga harus menghadapi unggulan Brasil di babak 16 besar. Mereka menang dramatis lewat adu penalti, tetapi langkah terhenti oleh Belanda di perempat final dengan skor telak 0–3. Kegagalan menembus semifinal menjadi pemicu utama evaluasi mendesak. Sumber internal FPF yang tidak berwenang berbicara kepada media menyebutkan bahwa dewan direksi telah membahas potensi pemecatan sejak fase grup usai.
“Kami melihat inkonsistensi taktik, kebingungan pergantian pemain, dan kegagalan memanfaatkan luasnya talenta yang tersedia. Ini bukan Portugal yang seharusnya,” ujar seorang anggota komite eksekutif FPF dengan syarat anonim.
Rekam Jejak Martinez di Portugal
Selama masa kepemimpinannya, Martinez memegang rekor 72% kemenangan dari 54 pertandingan. Namun, beban berat terletak pada kegagalan di dua turnamen besar: tersingkir di semifinal Euro 2024 oleh Prancis dan sekarang gugur lebih awal di Piala Dunia 2026. Meskipun berhasil menjaga kestabilan kualifikasi, kritik tajam tertuju pada keengganannya merotasi skuat inti, terutama ketergantungan pada pemain senior di lini belakang yang lamban menghadapi serangan balik cepat.
- Total laga: 54 (39 menang, 9 seri, 6 kalah)
- Gol dicetak: 128 (2,37 per laga)
- Gol kemasukan: 41 (0,76 per laga)
- Turnamen besar: Semifinal Euro 2024, Perempat final Piala Dunia 2026
Data dari Opta memperlihatkan bahwa Portugal hanya mencatat dua clean sheet dalam lima laga terakhir di turnamen besar, sebuah ironi bagi tim yang dikenal dengan organisasi pertahanan disiplin era Santos.
Langkah Selanjutnya dan Kandidat
FPF belum mengumumkan pengganti permanen. Presiden FPF, Fernando Gomes, mengatakan bahwa pihaknya akan segera membentuk panel pencarian yang dipimpin direktur teknis José Couceiro. Sumber yang sama menyebutkan tiga nama dalam daftar pendek awal:
- Abel Ferreira (Palmeiras) – arsitek sukses di Brasil, terbukti mampu memaksimalkan talenta muda.
- Sérgio Conceição (tanpa klub) – mantan pelatih Porto dengan filosofi permainan langsung dan intens.
- Rúben Amorim (Sporting CP) – pilihan jangka panjang yang dianggap paling memahami DNA sepak bola Portugal.
Keputusan diharapkan rampung sebelum UEFA Nations League 2026/2027 dimulai pada September mendatang. Asisten pelatih Ricardo Carvalho akan menangani tim sementara jika proses seleksi membutuhkan waktu lebih lama.
Reaksi Publik dan Pemain
Media Portugal, seperti A Bola dan Record, menyambut keputusan ini dengan judul tajam. Sebagian besar pengamat menilai langkah FPF sudah tepat, meskipun terlambat. Cristiano Ronaldo, yang belum berbicara langsung, memberi isyarat melalui media sosial dengan mengunggah foto tim tanpa keterangan—sebuah gestur yang ditafsirkan sebagai perpisahan senyap kepada Martinez.
Dengan berakhirnya era singkat Roberto Martinez, FPF menegaskan bahwa proyek selanjutnya akan berfokus pada regenerasi dan fleksibilitas taktik. Tidak ada ruang untuk sentimentalitas; hanya hasil yang dihitung.
Comments (0)