Liputan6 Bongkar Penipuan Rekrutmen PPPK dan Wawancara Eksklusif SBY
JAKARTA, Lurusin.com — Liputan6 kembali menyajikan dua laporan penting pada Jumat (21/2/2025) yang menyita perhatian publik. Tim Cek Fakta Liputan6 berhasi
JAKARTA, Lurusin.com — Liputan6 kembali menyajikan dua laporan penting pada Jumat (21/2/2025) yang menyita perhatian publik. Tim Cek Fakta Liputan6 berhasil mengungkap modus penipuan berkedok pendaftaran rekrutmen PPPK BGN 2026 yang marak beredar melalui WhatsApp dan Facebook. Di sisi lain, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan wawancara khusus dari kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, yang mengupas dinamika politik dan ekonomi terkini.
Kronologi Penemuan Link Palsu Rekrutmen PPPK BGN
Awal pekan ini, tim Cek Fakta Liputan6 menerima puluhan laporan dari masyarakat yang resah setelah menerima pesan WhatsApp berisi tautan pendaftaran Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun 2026. Pesan tersebut mengklaim bahwa BGN membuka rekrutmen besar-besaran untuk 10.000 formasi dengan syarat yang sangat mudah.
"Saya hampir saja mengisi data pribadi karena tampilannya sangat meyakinkan, ada logo BGN dan foto pejabat. Untungnya saya tanya dulu ke teman yang PNS," ujar Maya (32), salah satu korban percobaan penipuan di Depok.
Penelusuran digital Liputan6 menemukan bahwa:
- Domain situs yang digunakan adalah bgn-rekrutmen2026.xyz, bukan domain resmi pemerintah .go.id.
- Akun WhatsApp pengirim tidak terdaftar di direktori ASN manapun dan menggunakan foto profil mencurigakan.
- Konten di dalam situs meminta data pribadi lengkap seperti NIK, KK, nama ibu kandung, hingga foto KTP dan swafoto.
- Tidak ada pengumuman resmi dari BGN maupun KemenPAN-RB tentang pembukaan rekrutmen PPPK BGN pada tahun 2026 di bulan Februari ini.
Konfirmasi Resmi BGN dan Imbauan Masyarakat
Kepala Biro Humas BGN, Dr. Andini Pratiwi, menegaskan bahwa seluruh informasi rekrutmen hanya disampaikan melalui kanal resmi. "BGN tidak pernah mengirimkan link pendaftaran melalui WhatsApp pribadi. Masyarakat harap waspada dan segera melapor jika menemukan modus serupa," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.
Pihak BGN telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan Kemenkominfo untuk memblokir situs palsu tersebut. Hingga berita ini diturunkan, lebih dari 500 laporan telah masuk ke patrolisiber.id terkait domain penipuan ini.
Wawancara Eksklusif SBY: Refleksi Demokrasi dan Ekonomi 2025
Pada hari yang sama, Liputan6 berkesempatan mewawancarai Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman Puri Cikeas, Bogor. Dalam sesi eksklusif tersebut, SBY banyak berbicara tentang kondisi demokrasi Indonesia pasca Pemilu 2024 dan tantangan ekonomi global yang dihadapi pemerintahan saat ini.
SBY menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah polarisasi yang masih terasa. "Demokrasi kita telah matang, tetapi ujiannya adalah bagaimana elite politik bisa merangkul, bukan memecah belah. Saya melihat ada kemajuan, namun pekerjaan rumah masih banyak," ujarnya.
"Saya percaya dengan kepemimpinan saat ini asalkan tetap berpegang pada konstitusi dan keadilan sosial. Ekonomi harus tumbuh di atas 6 persen jika kita ingin keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah," tambahnya.
Mengenai kabar kembalinya ia ke kancah politik praktis, SBY hanya tersenyum. "Saya sudah purnatugas. Saatnya generasi muda yang meneruskan. Tapi kalau dimintai pendapat, saya siap membantu," tutupnya.
Laporan eksklusif ini memperkuat peran Liputan6 sebagai media yang tidak hanya memverifikasi fakta, tetapi juga menghadirkan perspektif tokoh bangsa untuk mencerahkan publik. Dengan terkuaknya penipuan rekrutmen dan refleksi bijak SBY, masyarakat diharapkan semakin kritis dan tak mudah terprovokasi informasi palsu.
[SOCIAL_TWEET]: Liputan6 bongkar modus penipuan rekrutmen PPPK BGN 2026 via WhatsApp & hadirkan wawancara eksklusif SBY dari Puri Cikeas. Jangan sampai tertipu, cek faktanya di sini! #CekFakta #SBY #PPPK2026[SOCIAL_TG]: ⚠️ Liputan6 ungkap penipuan link rekrutmen PPPK BGN 2026 yang mengincar data pribadi. Plus, wawancara eksklusif SBY: "Saya sudah purnatugas." Simak laporannya!
Comments (0)