Cek Fakta: Video Wapres Gibran Bagikan Dana Bantuan Hoaks

Sebuah video yang menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sedang membagikan dana bantuan kepada masyarakat beredar luas di Facebook pada akhir pe

Jul 12, 2026 - 01:37
0 0
Cek Fakta: Video Wapres Gibran Bagikan Dana Bantuan Hoaks

Sebuah video yang menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sedang membagikan dana bantuan kepada masyarakat beredar luas di Facebook pada akhir pekan lalu. Video berdurasi 58 detik itu disertai komentar yang mengklaim program “Bantuan Langsung Wapres” senilai Rp1,5 juta per orang. Setelah ditelusuri oleh tim Lurusin.com, konten tersebut dipastikan palsu alias hoaks. Modus yang digunakan adalah rekayasa suara menggunakan teknologi voice cloning berbasis kecerdasan buatan serta penggabungan potongan video lama yang tidak berkaitan.

Dalam rekaman itu, sosok yang menyerupai Wapres Gibran tampak berbicara seolah-olah memberikan arahan teknis pencairan dana. Namun, analisis forensik menunjukkan bahwa gerakan bibir dan intonasi suara tidak sinkron. Selain itu, logo resmi instansi yang muncul di latar belakang merupakan hasil manipulasi grafis. Akun penyebar video, yang menggunakan nama samaran “BantuanRakyat2025”, telah dihapus oleh Facebook setelah dilaporkan oleh pengguna lain. Hingga artikel ini ditulis, video serupa masih muncul di beberapa grup percakapan WhatsApp dan Telegram.

Awal Mula Penyebaran dan Pola Komentar

Video pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama “BantuanRakyat2025” pada 15 Maret 2025 pukul 09.47 WIB. Dalam waktu kurang dari 6 jam, unggahan itu telah mendapat 2.100 komentar dan dibagikan lebih dari 4.500 kali. Narasi yang digunakan cukup sederhana: “Wapres Gibran bagikan bantuan tunai Rp1,5 juta bagi warga terdampak, daftar sekarang sebelum kuota habis.” Komentar mayoritas berasal dari akun-akun baru dengan foto profil yang mencurigakan, mengindikasikan adanya botted engagement. Pola serupa pernah ditemukan pada hoaks bantuan sosial mengatasnamakan Presiden Prabowo pada Januari 2025.

Menurut Dr. Andi Putra, ahli komunikasi digital dari Universitas Indonesia, “Fenomena deepfake politik di Indonesia meningkat tiga kali lipat sejak awal tahun. Publik harus lebih skeptis terhadap konten yang menawarkan bantuan finansial dari pejabat tanpa rilis resmi.” Pernyataan ini menegaskan bahwa mekanisme verifikasi sederhana—seperti mengecek laman resmi Sekretariat Wapres—dapat mencegah penyebaran hoaks.

Bantahan Resmi dan Bukti Manipulasi

Tim Media Gibran melalui akun Instagram resmi @gibran_rakabuming membantah keras video tersebut pada 16 Maret 2025. Dalam klarifikasinya, disebutkan bahwa tidak ada program bantuan tunai yang dikelola langsung oleh Wakil Presiden. Seluruh bantuan sosial disalurkan melalui Kementerian Sosial atau Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan mekanisme yang sudah diatur. Klarifikasi serupa ditegaskan oleh Juru Bicara Wapres, yang menyebut video tersebut sebagai “kejahatan multiplatform yang bertujuan mencuri data pribadi.”

Analisis digital dengan perangkat lunak pendeteksi deepfake (Deepware Scanner) menunjukkan bahwa 98,7% sekuens audio dalam video tersebut memiliki tingkat keaslian di bawah ambang batas 12%. Artinya, suara Wapres sepenuhnya hasil sintesis. Untuk visual, potongan gambar diambil dari video kunjungan kerja Gibran di Jawa Tengah pada April 2024, yang disunting dengan menambahkan elemen tabel bantuan palsu. Tautan pendaftaran yang disertakan juga mengarah ke domain phishing berakhiran .xyz yang tidak terkait situs pemerintah.

Perbandingan Video Hoaks dan Faktual

Aspek Video Hoaks Fakta/Kenyataan
Sumber Akun anonim “BantuanRakyat2025” Tidak ada akun resmi bernama tersebut
Logo Instansi Menggunakan lambang “Kementerian Bantuan Rakyat” fiktif Kementerian seperti itu tidak pernah ada
Tautan Pendaftaran Domain phishing bantuanwapres.xyz Situs resmi gunakan domain .go.id
Sumber Gambar Asli Kunjungan kerja April 2024 di Jateng Bukan acara pembagian bantuan
Suara Hasil AI voice cloning Tidak ada pernyataan resmi terkait bantuan

Respons Publik dan Upaya Take Down

Setelah klarifikasi, warganet ramai-ramai melaporkan video tersebut. Dalam 24 jam, Facebook menghapus unggahan utama dan 37 unggahan turunan. Meski demikian, salinan video masih beredar di aplikasi pesan instan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau masyarakat untuk mengakses kanal resmi aduan konten negatif di aduankonten.kominfo.go.id. Sampai hari ini, belum ada korban kerugian finansial besar yang terkonfirmasi, tetapi 12 laporan pencurian data telah diterima oleh Bareskrim.

Langkah Pencegahan dan Verifikasi

Publik dapat menghindari jebakan hoaks semacam ini dengan tiga langkah sederhana: Periksa keaslian akun penyebar, bandingkan informasi dengan portal berita tepercaya, dan jangan pernah mengklik tautan mencurigakan yang meminta data pribadi. “Bantuan sosial resmi tidak pernah meminta nomor kartu kredit atau OTP,” ujar Dr. Andi Putra. Selain itu, teknologi reverse image search seperti Google Lens atau Yandex Images dapat melacak sumber asli gambar.

Ke depan, pemerintah berencana memperkuat kolaborasi dengan platform digital untuk mendeteksi dan menandai konten manipulatif secara otomatis. Dengan semakin canggihnya AI generatif, peran media dalam melakukan cek fakta menjadi krusial. Redaksi Lurusin.com akan terus memantau dan melaporkan temuan hoaks yang dapat merugikan masyarakat.

[SOCIAL_TWEET]: Tidak tersedia[SOCIAL_TG]: Tidak tersedia

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User