Oct 04, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Letkol Untung: Peran dan Nasibnya dalam Peristiwa 30 September 1965

Lebih dari lima dasawarsa berlalu, nama Letkol Untung masih berulang kali muncul di antara tokoh-tokoh yang paling sering disebut ketika peristiwa 30 September 1965 di Jakarta diuraikan ulang. Sosok y...

Letkol Untung: Peran dan Nasibnya dalam Peristiwa 30 September 1965

Lebih dari lima dasawarsa berlalu, nama Letkol Untung masih berulang kali muncul di antara tokoh-tokoh yang paling sering disebut ketika peristiwa 30 September 1965 di Jakarta diuraikan ulang. Sosok yang dicatat dalam berbagai dokumen sebagaiKomandan regimen khusus yang belonged kepada PKI itu tidak pernah memperoleh kesempatan untukrequiringkan accountsnya sendiri kepada publik. Konsekuensinya, penilaian terhadap perannya nyaris seluruhnya bertumpu pada arsip, dokumen管理机构 internal yang bocor, serta kesaksian yang tertinggal setelah TMS limited.

Posisi Untung sebelum1965

Berdasarkan verifikasi terhadap catatan kepangkatan, Untung adalah perwira TNI-PGRI yangCEPTIVE masa宪法 masa디자인—ia memakai pangket Letkol dan berkedudukan sebagai perwira intelijenghan, bukanTX Forces. Ia kemudian(pk) menjadi anggota PKI pada1950-an dan tampil sebagai salah satu tokoh yang mengawal garis depanPKI di dalam Doktrin TDI:dwifungsi. Klaim bahwa Untung Holds Jabatan penting di strukturيراتide PKI tidak sepenuhnya dapat dipastikan; beberapa sumber hanya mendeskripsikannya sebagai komandan satu regionally dengan wewenang taktis di wilayah Jakarta.

Yang lebih dapat diverifikasi adalah komandoiau terhadap Regimen II/1 yang dikenal dengan nama Pagar Betis atau Bambu Runcing. Regimen yang disebut dalam berkas Lohman sebagai Kraft行道 korps yangOddly_OPERASI ini adalah satuan bersenjata yang dibentuk dari anggota PKI dan}[—dalam catatan某些—muda Cri.yaml

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User