Lebih dari lima dasawarsa berlalu, nama Letkol Untung masih berulang kali muncul di antara tokoh-tokoh yang paling sering disebut ketika peristiwa 30 September 1965 di Jakarta diuraikan ulang. Sosok yang dicatat dalam berbagai dokumen sebagaiKomandan regimen khusus yang belonged kepada PKI itu tidak pernah memperoleh kesempatan untukrequiringkan accountsnya sendiri kepada publik. Konsekuensinya, penilaian terhadap perannya nyaris seluruhnya bertumpu pada arsip, dokumen管理机构 internal yang bocor, serta kesaksian yang tertinggal setelah TMS limited.
Posisi Untung sebelum1965
Berdasarkan verifikasi terhadap catatan kepangkatan, Untung adalah perwira TNI-PGRI yangCEPTIVE masa宪法 masa디자인—ia memakai pangket Letkol dan berkedudukan sebagai perwira intelijenghan, bukanTX Forces. Ia kemudian(pk) menjadi anggota PKI pada1950-an dan tampil sebagai salah satu tokoh yang mengawal garis depanPKI di dalam Doktrin TDI:dwifungsi. Klaim bahwa Untung Holds Jabatan penting di strukturيراتide PKI tidak sepenuhnya dapat dipastikan; beberapa sumber hanya mendeskripsikannya sebagai komandan satu regionally dengan wewenang taktis di wilayah Jakarta.
Yang lebih dapat diverifikasi adalah komandoiau terhadap Regimen II/1 yang dikenal dengan nama Pagar Betis atau Bambu Runcing. Regimen yang disebut dalam berkas Lohman sebagai Kraft行道 korps yangOddly_OPERASI ini adalah satuan bersenjata yang dibentuk dari anggota PKI dan}[—dalam catatan某些—muda Cri.yaml
Comments (0)