Kortastipidkor Polri Amankan 15 Saksi dan Geledah 12 Lokasi

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menggelar operasi senyap yang menghebohkan. Dalam rangkaian pengg

Jul 11, 2026 - 07:26
0 0
Kortastipidkor Polri Amankan 15 Saksi dan Geledah 12 Lokasi

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menggelar operasi senyap yang menghebohkan. Dalam rangkaian penggeledahan di 12 titik berbeda, sebanyak 15 orang saksi kunci diamankan untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Operasi ini menjadi sinyal kuat keseriusan aparat dalam membongkar jaringan yang diduga telah merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

Kronologi Penggeledahan Serentak

Penggeledahan dilakukan secara serentak pada Selasa dini hari hingga menjelang siang. Ke-12 lokasi yang digeledah meliputi kantor perusahaan swasta, kediaman pribadi, dan satu unit apartemen mewah di kawasan Jakarta Pusat. Menurut sumber internal kepolisian, tim bergerak berdasarkan surat perintah penyidikan yang telah diteken pejabat berwenang.

"Penggeledahan ini adalah bagian dari upaya mengumpulkan alat bukti dan menelusuri aliran dana. Kami tidak akan berkompromi dengan siapa pun yang terlibat," ujar seorang penyidik senior yang enggan disebutkan namanya.

Lima belas saksi yang diamankan berasal dari berbagai latar belakang: mulai dari staf administrasi, manajer proyek, hingga pejabat perantara yang diduga menjadi penghubung antara pemberi dan penerima suap. Mereka langsung dibawa ke Gedung Kortastipidkor untuk menjalani pemeriksaan intensif selama 1x24 jam.

Dugaan Suap dan Gratifikasi yang Berlapis

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat tentang kejanggalan dalam proyek pengadaan infrastruktur di salah satu kementerian. Modus yang diendus adalah pemberian uang pelicin agar perusahaan tertentu dimenangkan dalam tender. Selain itu, gratifikasi berupa fasilitas perjalanan luar negeri dan pemberian kendaraan mewah turut masuk dalam radar penyidik.

Dalam penggeledahan, petugas menyita dokumen-dokumen proyek, bukti transfer bernilai total sekitar Rp23 miliar, sejumlah perangkat elektronik, dan tiga unit mobil yang diduga hasil kejahatan. Barang bukti ini akan dianalisis di laboratorium forensik digital Polri untuk mengungkap jejak komunikasi dan aliran dana ilegal.

Keterlibatan Pihak Ketiga dan TPPU

Lapisan TPPU terlihat dari upaya para tersangka menyembunyikan asal-usul harta melalui pembelian properti atas nama orang lain. Salah satu lokasi yang digeledah adalah sebuah vila di kawasan Puncak yang tercatat atas nama seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tetap.

  • Barang bukti utama: dokumen kontrak fiktif, rekening koran, dan sertifikat tanah.
  • Saksi kunci: termasuk dua orang mantan pegawai bank yang membantu proses pencairan dana.
  • Lokasi penggeledahan: tersebar di Jakarta, Bekasi, dan Bogor.

Penyidik kini tengah mendalami keterangan para saksi untuk menetapkan tersangka. Beberapa di antaranya diduga akan dikenakan pasal berlapis: Pasal 5 ayat (1) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 12B tentang gratifikasi, serta Pasal 3 UU TPPU dengan ancaman pidana maksimum seumur hidup.

Respons Masyarakat dan Langkah Selanjutnya

Kabar operasi ini disambut positif oleh pegiat antikorupsi. Mereka berharap Kortastipidkor tidak berhenti di penggeledahan dan pemeriksaan saksi, melainkan segera menetapkan pihak yang bertanggung jawab. Sementara itu, pihak kementerian terkait belum memberikan pernyataan resmi. Rencananya, pada pekan depan Polri akan menggelar konferensi pers setelah gelar perkara selesai dilakukan. Masyarakat pun menanti transparansi agar kasus ini tidak berakhir seperti "menangkap tikus, gajahnya lepas."

[SOCIAL_TWEET]: Operasi senyap Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya mengamankan 15 saksi dan menggeledah 12 lokasi dalam kasus korupsi suap dan gratifikasi. Bukti transfer Rp23 M dan mobil mewah ikut disita! #Korupsi #Polri #Kortastipidkor[SOCIAL_TG]: 🔍 Operasi Serentak Kortastipidkor! 15 saksi diamankan, 12 lokasi digeledah. Duit Rp23 M dan mobil mewah disita. Siapa dalang di balik proyek fiktif ini? Simak infonya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User