Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Pulogadung, Satu Keluarga Tewas

JAKARTA — Tragedi kebakaran dahsyat yang dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik melanda sebuah permukiman padat penduduk di kawasan Pulog

Jul 13, 2026 - 13:15
0 0
Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Pulogadung, Satu Keluarga Tewas

JAKARTA — Tragedi kebakaran dahsyat yang dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik melanda sebuah permukiman padat penduduk di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Rabu dini hari (12/2). Peristiwa nahas ini tidak hanya melalap delapan unit rumah semi permanen, tetapi juga merenggut nyawa tiga orang yang berasal dari satu keluarga inti. Insiden ini kembali menegaskan bahwa korsleting listrik masih menjadi momok mematikan, terutama di area perkotaan dengan instalasi kabel tua dan beban daya yang tidak terkendali.

Detik-Detik Kemunculan Api di Tengah Permukiman Padat

Berdasarkan keterangan saksi mata dan laporan petugas pemadam kebakaran, api pertama kali terlihat berkobar dari salah satu rumah kontrakan sekitar pukul 02.30 WIB. Warga yang saat itu tengah tertidur pulas segera terbangun setelah mendengar suara letupan kecil dan teriakan panik dari rumah korban.

Lokasi kebakaran berada di gang sempit dengan akses yang cukup sulit dijangkau oleh kendaraan besar. Material bangunan yang didominasi oleh kayu dan triplek menyebabkan api dengan cepat membesar dan menjilat bangunan di sekitarnya. Apa yang awalnya hanya berupa percikan listrik berubah menjadi kobaran api raksasa dalam waktu kurang dari 15 menit.

“Saya lihat api sudah membesar dari atap rumah pak RT, lalu merembet cepat ke kanan-kiri. Warga panik menyelamatkan barang. Tapi untuk korban, kami sudah tidak bisa menolong karena api menutup pintu depan,” ujar Ahmad Fauzi, seorang warga yang rumahnya hanya berjarak dua unit dari titik awal api.

Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan

Proses terjadinya kebakaran ini berlangsung dalam tempo cepat, menyulitkan para penghuni rumah yang sebagian besar sedang beristirahat untuk menyelamatkan diri. Berikut adalah kronologi kejadian yang berhasil dihimpun di lapangan:

  1. Pukul 02.30 WIB: Warga mendengar suara kresek-kresek dari instalasi listrik dan melihat percikan api dari salah satu kamar di rumah milik keluarga korban. Diduga, korsleting terjadi pada kabel ekstensi yang terhubung ke beberapa perangkat elektronik.
  2. Pukul 02.35 WIB: Kobaran api mulai membesar. Keluarga korban yang terdiri dari ayah (45), ibu (40), dan anak (12) diduga terjebak di dalam kamar tidur utama. Warga sekitar mencoba mendobrak pintu, namun terhalang oleh besaran api dan asap tebal.
  3. Pukul 02.45 WIB: Api merembet ke rumah di sebelah kanan dan kiri. Warga bahu-membahu membentuk rantai air menggunakan ember dari sumur pompa sambil menunggu kedatangan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
  4. Pukul 03.00 WIB: Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun, petugas mengalami kendala signifikan akibat gang yang hanya bisa dilalui satu mobil pick-up. Tim pemadam terpaksa menarik selang sepanjang hampir 200 meter untuk mencapai titik api.
  5. Pukul 04.15 WIB: Setelah berjuang melawan api dan keterbatasan akses, kondisi api berhasil dikendalikan. Petugas mulai memasuki bangunan yang rata dengan tanah dan menemukan tiga jenazah dalam kondisi mengenaskan di kamar depan.
  6. Pukul 05.00 WIB: Api dinyatakan padam total. Proses evakuasi korban tewas dilakukan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi dan visum.

Instalasi Listrik Tidak Standar Jadi Faktor Pemicu

Hasil penyelidikan sementara dari Kepolisian Sektor Pulogadung dan tim Puslabfor mengarah pada penyebab utama kebakaran, yaitu korsleting listrik. Instalasi kabel di rumah kontrakan tersebut dinilai sudah sangat uzur dan tidak memenuhi standar keamanan. Banyak sambungan kabel yang hanya diisolasi secara asal, sementara beban listrik yang digunakan untuk perangkat sehari-hari seperti kulkas, televisi, dan pemanas air sangat berlebih.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Slamet Riyadi, menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. “Ini murni kecelakaan. Instalasi listrik di rumah korban sudah tidak layak pakai. Terjadi hubungan arus pendek yang langsung menyambar kasur busa, sehingga api tidak bisa dikendalikan oleh penghuni,” jelasnya saat meninjau lokasi.

Selain menewaskan tiga penghuni, kebakaran ini mengakibatkan delapan rumah mengalami kerusakan parah. Sekitar 30 jiwa dari 12 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tenda darurat yang didirikan di lapangan dekat lokasi. Tidak ada korban luka berat dari rumah lain, beruntung seluruh penghuni rumah yang selamat berhasil keluar tepat waktu meskipun tidak sempat menyelamatkan harta benda.

Dampak Sosial dan Respons Pemerintah Daerah

Kejadian ini langsung mendapat atensi dari Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, yang datang langsung untuk memberikan bantuan logistik dan santunan kepada ahli waris. “Pemerintah kota turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kami akan memastikan para pengungsi mendapat pelayanan maksimal, baik dari sisi sandang, pangan, maupun kesehatan,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga akan mengevaluasi sistem kelistrikan di permukiman padat penduduk serupa. Rencananya, akan dilakukan program pemutakhiran instalasi listrik gratis bagi warga kurang mampu untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan sambungan kabel secara ilegal (bypass) dan selalu memeriksa kabel-kabel yang sudah mulai terkelupas. Penggunaan alat pengaman seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) yang standar dianggap krusial untuk memutus arus listrik secara otomatis saat terjadi korsleting.

[SOCIAL_TWEET]: Tragedi memilukan di Pulogadung! Korsleting listrik memicu kebakaran yang menewaskan satu keluarga lengkap di permukiman padat. Jangan anggap sepele kondisi kabel di rumahmu. #KebakaranJakarta #Pulogadung #KeamananListrik[SOCIAL_TG]: 🚨 Breaking News: Tiga orang tewas dalam musibah kebakaran di Pulogadung, Jaktim. Diduga kuat akibat korsleting listrik yang menyambar benda mudah terbakar. Cek instalasi listrikmu, guys! Jangan ditunda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User