Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK

SUKOHARJO — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan seorang kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, Bupati Sukoharjo, Et

Jul 13, 2026 - 14:14
0 1
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK

SUKOHARJO — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan seorang kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, ditangkap bersama sejumlah pihak lain pada Rabu malam (19/2) di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Penangkapan ini menjadi yang ke-15 bagi kepala daerah selama era Presiden Joko Widodo, menambah daftar panjang pejabat publik yang terjerat praktik rasuah.

Kronologi Penangkapan

Menurut sumber KPK, operasi senyap bermula dari adanya laporan masyarakat yang mencurigai adanya aliran dana tidak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Tim penindakan KPK kemudian melakukan pemantauan intensif dan berhasil mengidentifikasi momen transaksi. “Tim bergerak cepat begitu indikasi penyerahan uang terjadi,” ujar seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya.

Etik Suryani diamankan di sebuah rumah pribadi bersama sejumlah perangkat daerah. KPK menyita uang tunai senilai Rp 1,2 miliar yang diduga menjadi bukti awal praktik pemerasan terhadap para pejabat di lingkungan pemkab. Uang tersebut, menurut dugaan sementara, berasal dari potongan tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikelola melalui mekanisme ilegal.

Dugaan Pemerasan Pejabat Daerah

KPK menerangkan bahwa modus yang digunakan Bupati Etik adalah meminta sejumlah fee dari para camat, kepala dinas, dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Sukoharjo yang hendak menjabat atau memperpanjang jabatan. Selain itu, ada indikasi pemotongan dana insentif dan tunjangan kinerja yang tidak sesuai ketentuan.

“Kami mendalami dugaan bahwa yang bersangkutan memerintahkan bawahannya untuk mengumpulkan dana secara periodik sebagai syarat promosi dan pengisian jabatan struktural,”
kata Ali Fikri, Juru Bicara KPK, dalam konferensi pers, Kamis (20/2).

Etik diduga memanfaatkan kewenangannya sebagai bupati untuk menekan pejabat eselon II dan III agar patuh pada permintaannya. Praktik ini, jika terbukti, telah berlangsung sejak awal masa jabatannya. KPK belum menetapkan status tersangka, namun masa penahanan 1x24 jam akan segera berakhir dan pengumuman resmi status hukum akan disampaikan.

Kepala Daerah ke-15 di Era Jokowi

Penangkapan Etik Suryani kian menegaskan bahwa praktik korupsi di tingkat daerah belum menunjukkan penurunan signifikan. Sepanjang dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo, tercatat 15 kepala daerah yang terjerat OTT KPK, mulai dari gubernur, wali kota, hingga bupati. Angka ini menimbulkan keprihatinan banyak pihak, terlebih karena reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi menjadi salah satu fokus pemerintah.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Edi Santoso, menyebut fenomena ini sebagai “lingkaran setan” yang sulit diputus. “Setiap kali KPK menangkap, kepala daerah baru yang korupsi segera muncul. Ini menandakan bahwa godaan menyalahgunakan anggaran dan wewenang masih sangat besar,” ungkapnya. Ia menambahkan, sistem pengawasan internal yang lemah dan tingginya biaya politik menjadi pemicu utama.

Dampak bagi Pemerintahan Daerah

Pasca penangkapan, Pj Gubernur Jawa Tengah dijadwalkan menunjuk pelaksana harian untuk mengisi kekosongan jabatan. Pelayanan publik di Sukoharjo dikhawatirkan terganggu, terutama terkait pengelolaan anggaran dan program yang memerlukan pengesahan bupati. KPK pun mengimbau agar seluruh ASN di Sukoharjo tetap bekerja dengan tenang dan tidak terpengaruh oleh proses hukum yang sedang berjalan.

Sementara itu, Ketua DPRD Sukoharjo, Suwarno, menyampaikan rasa prihatin dan meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum.

“Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga agar kepala daerah ke depan lebih amanah dalam menjalankan tugas,”
ujarnya.

Respons Publik dan Langkah Selanjutnya

Masyarakat Sukoharjo merespons penangkapan ini dengan ragam ekspresi, mulai dari syok hingga sinisme. Di media sosial, tagar #TangkapKoruptor dan #SukoharjoBersih ramai diperbincangkan. Seorang warga, Sumirah (52), berharap kejadian ini bisa membersihkan birokrasi. “Kami ingin bupati yang baru nanti benar-benar jujur dan bekerja untuk rakyat, bukan memperkaya diri,” katanya dengan nada haru.

KPK sendiri menyatakan akan terus mengembangkan penyidikan dan membuka kemungkinan menjerat pihak lain yang terlibat. Juru Bicara KPK menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara transparan dan profesional. “KPK tidak akan ragu menindak siapapun yang menyalahgunakan amanah rakyat,” pungkas Ali Fikri.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perang melawan korupsi masih jauh dari selesai. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat, penguatan lembaga pengawas, serta integritas dari para pemimpin agar daftar panjang OTT KPK pada akhirnya benar-benar membuat jera—bukan sekadar menjadi momen tahunan yang terus berulang.

[SOCIAL_TWEET]: Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring OTT KPK, menjadi kepala daerah ke-15 di era Jokowi. Diduga memeras pejabat pemkab hingga miliaran rupiah. Bukti uang tunai Rp1,2 M disita. KPK: "Tak akan ragu menindak siapapun." #BerantasKorupsi #OTT #Sukoharjo[SOCIAL_TG]: 🚨 Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditangkap KPK! OTT kali ini menyita uang tunai Rp1,2 miliar, diduga hasil pemerasan pejabat daerah. Ia jadi kepala daerah ke-15 yang kena OTT di era Jokowi. Kasian banget warganya...

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User