Densus 88 Geledah Rumah Terduga Pemilik Bahan Peledak di Tasikmalaya

TASIKMALAYA — Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menggeledah sebuah rumah yang diduga milik pemilik bahan peledak, sehari setelah leda

Jul 13, 2026 - 13:16
0 0
Densus 88 Geledah Rumah Terduga Pemilik Bahan Peledak di Tasikmalaya

TASIKMALAYA — Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menggeledah sebuah rumah yang diduga milik pemilik bahan peledak, sehari setelah ledakan mengguncang Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyelidikan intensif untuk mengungkap jaringan dan motif di balik peristiwa yang sempat membuat panik warga tersebut.

Kronologi Ledakan di Dadaha

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa sore (28/5) sekitar pukul 16.30 WIB. Ledakan keras terdengar dari area tribun Kompleks Olahraga Dadaha yang saat itu tengah sepi. Saksi mata di lokasi, Andri (42), seorang pedagang kaki lima, mengaku mendengar suara menggelegar yang dikiranya berasal dari ban truk meletus.

"Suaranya keras sekali, bikin kaget. Saya kira ban truk pecah. Tapi setelah dilihat, ada kepulan asap dari dalam tribun," ujar Andri saat ditemui di lokasi, Rabu (29/5).

Petugas kepolisian dari Polres Tasikmalaya yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, ditemukan residu bahan peledak yang mengindikasikan bahwa ledakan bukan berasal dari kelalaian, melainkan material berbahaya yang sengaja dirakit.

Penggeledahan Rumah Terduga Pelaku

Pagi tadi, Rabu (29/5), sekitar pukul 09.00 WIB, Densus 88 bergerak ke sebuah rumah sederhana di kawasan Cihideung, tidak jauh dari pusat kota Tasikmalaya. Rumah bercat putih itu digeledah dengan pengawalan ketat dari anggota Brimob bersenjata lengkap. Proses penggeledahan berlangsung selama hampir tiga jam dan menarik perhatian warga sekitar.

  1. Pukul 09.15 WIB: Tim Densus tiba dengan tiga kendaraan taktis dan langsung mengepung rumah bernomor 42 tersebut.
  2. Pukul 09.30 WIB: Petugas memasuki rumah dan memulai penggeledahan di tiga ruangan utama: ruang tamu, kamar tidur, dan dapur. Penghuni rumah yang diduga istri terduga pelaku diamankan untuk dimintai keterangan.
  3. Pukul 11.00 WIB: Petugas terlihat keluar-masuk rumah dengan membawa beberapa kardus dan plastik bening berisi barang bukti.
  4. Pukul 12.10 WIB: Proses penggeledahan resmi dihentikan. Seluruh barang bukti dimasukkan ke dalam kendaraan taktis untuk dibawa ke laboratorium forensik.

Belasan Barang Bukti Disita

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, dalam keterangan tertulisnya membenarkan adanya penggeledahan tersebut. "Densus 88 telah melakukan penggeledahan di satu rumah terkait kasus ledakan di Dadaha. Ada belasan barang yang kami sita sebagai barang bukti," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, berikut adalah rincian barang bukti yang diamankan:

  • Sejumlah bubuk kimia yang diduga bahan dasar peledak, sementara diidentifikasi sebagai potassium chlorate dan sulfur.
  • Beberapa pipa besi berbagai ukuran yang diduga akan dijadikan casing bom.
  • Paku, gotri, dan serpihan logam yang biasa digunakan sebagai shrapnel atau proyektil untuk menambah daya rusak.
  • Satu unit laptop dan dua telepon genggam yang akan didalami oleh tim digital forensik.
  • Buku catatan berisi tulisan tangan dan sketsa yang diduga terkait perakitan bahan peledak.
  • Peralatan elektronik seperti solder, kabel, dan sakelar.

Profil dan Motif Masih Didalami

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap terduga pelaku masih belum diungkap secara resmi. Namun, sumber di lingkungan kepolisian menyebutkan bahwa pria berinisial A (34) tersebut merupakan warga biasa yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Polisi masih mendalami apakah A terafiliasi dengan jaringan teror tertentu atau bertindak sendiri (lone wolf).

"Kami masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa riwayat komunikasi dan aktivitas digital yang bersangkutan. Belum bisa kami simpulkan apakah ini terkait aksi teror atau motif lain," jelas sumber yang enggan disebutkan namanya.

Ledakan di Dadaha ini menambah daftar panjang peristiwa penemuan bahan peledak di Jawa Barat. Densus 88 mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya. "Kejelian dan keberanian warga melapor adalah kunci pencegahan dini tindak terorisme," tegas Kombes Erdi.

[TAGS]: Densus 88, ledakan Dadaha, Tasikmalaya, bahan peledak, terorisme

[SOCIAL_TWEET]: Detik-detik Densus 88 geledah rumah terduga pemilik bahan peledak di Tasikmalaya! Belasan barang bukti disita, dari bubuk kimia hingga pipa bom. Waspada, warga diminta segera lapor jika ada aktivitas mencurigakan! #Densus88 #Tasikmalaya #LedakanDadaha

[SOCIAL_FB]: BREAKING NEWS! Densus 88 Anti Teror menggeledah rumah buruh bangunan di Tasikmalaya dan menyita belasan barang bukti perakitan bom. Siapa dalang di balik ledakan Dadaha? Klik untuk kronologi lengkapnya!

[SOCIAL_TG]: 💣 DENSUS 88 GELEDAH RUMAH TERDUGA TERORIS DI TASIKMALAYA! Belasan bahan peledak dan alat rakitan bom disita. Ini kronologinya...

[SOCIAL_THREADS]: Gila sih! Baru tau ada ledakan di Dadaha, eh ternyata Densus 88 udah grebek rumah terduganya. Barang buktinya serem banget, lengkap dari bubuk mesiu sampe paku buat serpihan bom 😟

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User