Kisah Pelaku UMKM PRJ 2026 Bertahan Tiga Dekade Berkat Digitalisasi

Jakarta – Hiruk-pikuk Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 tak hanya menyuguhkan hiburan dan wahana, tetapi juga menjadi etalase perjuangan ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di antara

Jul 08, 2026 - 00:26
0 0
Kisah Pelaku UMKM PRJ 2026 Bertahan Tiga Dekade Berkat Digitalisasi

Jakarta – Hiruk-pikuk Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 tak hanya menyuguhkan hiburan dan wahana, tetapi juga menjadi etalase perjuangan ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di antara jejeran stan yang berwarna-warni, terselip kisah inspiratif dari Sumpono (52), pemilik jenama Bakpia Mbok Sukar asal Sleman, Yogyakarta. Pria paruh baya ini berhasil membuktikan bahwa ketahanan sebuah bisnis tak hanya soal resep warisan, melainkan juga keberanian untuk beradaptasi dengan arus digitalisasi.

Berawal dari Dapur Rumah

Sumpono merintis usaha bakpia pada tahun 1996, bermodalkan resep turun-temurun dari sang ibu yang akrab disapa Mbok Sukar. Selama lebih dari dua dekade, penjualan Bakpia Mbok Sukar bergantung sepenuhnya pada kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Toko fisiknya di kawasan wisata Sleman menjadi andalan utama, dan omzet mengalir lancar seiring ramainya bus-bus pariwisata yang parkir di depan kedainya. Namun, pandemi COVID-19 yang melumpuhkan sektor pariwisata hampir membuat usahanya gulung tikar. “Tiba-tiba saja toko sepi, wisatawan hilang. Saat itu kami seperti diserang dari dalam,” kenang Sumpono saat ditemui di sela-sela PRJ 2026.

Digitalisasi sebagai Jembatan Kebangkitan

Hantaman krisis memaksa Sumpono memutar otak. Ia menyadari bahwa bergantung pada satu jalur pemasaran sama saja dengan membangun istana di atas pasir. Perlahan namun pasti, ia mulai merambah ekosistem digital. Mulanya hanya sekadar mempercantik kemasan dan memasarkan lewat aplikasi percakapan, kemudian melebar ke platform lokapasar dan media sosial. Dengan bantuan sang anak, Sumpono membangun lapak daring, mengoptimalkan foto produk, dan mempelajari algoritma beriklan. Tak disangka, pesanan dari luar Yogyakarta justru melonjak. “Dari digitalisasi saya belajar bahwa pelanggan setia tidak harus selalu bertatap muka,” tuturnya.

Kini, Bakpia Mbok Sukar mampu melayani pembelian dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan mulai merambah pasar ekspor lewat agregator UMKM binaan pemerintah. Keikutsertaan di ajang seperti PRJ 2026 menjadi ajang pamer dan membuktikan bahwa digitalisasi telah mengubah model bisnisnya secara fundamental. Data dari laporan internal kami menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen pelaku UMKM di PRJ tahun ini telah mengintegrasikan saluran penjualan daring, dan Sumpono adalah salah satu contoh paling konkret.

“Bagi pelaku usaha, yang paling penting adalah jangan berhenti mencari peluang. Kalau kondisi berubah, kita juga harus ikut berubah,” ujar Sumpono dengan nada penuh keyakinan, Rabu (1/7/2026).

Tiga Dekade Bukan Titik Akhir

Setelah berhasil melewati badai pandemi, Sumpono kini justru getol berbagi ilmu ke sesama pelaku UMKM. Di sela-sela kesibukannya melayani pengunjung PRJ, ia kerap mengadakan sesi singkat tentang pemasaran digital bagi pedagang sekitarnya. Baginya, kunci bertahan tiga dekade bukanlah menghindari perubahan, melainkan menjadikan setiap guncangan sebagai pijakan untuk melompat lebih tinggi. Di usianya yang tak lagi muda, Sumpono membuktikan bahwa semangat belajar dan adaptasi teknologi adalah warisan terbaik yang bisa ia berikan kepada generasi penerus usahanya. PRJ 2026 menjadi saksi bahwa digitalisasi bukan sekadar jargon, melainkan napas baru bagi UMKM Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Verifikator. Memverifikasi klaim viral via sumber terbuka.

Comments (0)

User